BAB I
THE MEANING OF INTROVER
“Introvert is a minority in the regular population but a majority in the gifted population”(Jonathan Rauch).
Introver adalah mahluk yang tidak dapat dimengerti baik oleh teman dekatnya sekalipun, karena ia mempunyai sifat yang sangat tertutup dan orang yang ahli dalam menyimpan rahasia. Orang introver senang akan kesunyian dan tidak terlalu suka berinteraksi tanpa maksud dengan banyak orang.
“Kesunyian memiliki tangan-tangan yang halus bagai sutra namun dengan jemari yang kuat ia mencengkram hati dan menyakiti dengan derita. Kesunyian adalah sekutu derita sekaligus sahabat ketinggian jiwa.”
Tipe orang introver tidak menyukai kerumunan banyak orang . Mereka memiliki setengah minat yang mengasyikkan dan sekelompok kecil teman dekat. Walau hidup mereka sering tidak kalah bergunanya, peran mereka lebih tenang dan lebih banyak merenung. Mereka cenderung menderita sebagai pemalu.
“ Betapa tidak adil pada diri sendiri, mereka yang menghadapkan tubuhnya membelakangi matahari dan tidak melihat apa-apa kecuali bayangan tubuh mereka di atas bumi.”
Karakterisik utama orang introver terlihat pada pertemuan pertama yakni “ apa yang kita lihat bukanlah apa yang kita peroleh.” Kepribadiannya yang dasar menghendaki agar mengetahui hanya bagian yang kurang penting dari kepribadiannya, sampai mereka menjalin hubungan penuh percaya diri pada teman karibnya. Pada dasarnya mereka mengintrover apa yang mereka anggap paling penting bagi dirinya.
” Orang yang berpikir bisa hidup tanpa orang lain berarti membohongi dirinya sendiri dan orang yang berpikir tidak bisa hidup tanpa dia sangatlah keliru.”
(La Rochefoucauld)
Kepribadian introver : paling kerasan berada dalam dirinya sendiri. Mereka dapat sangat menarik dan luwes, namun semua itu adalah ketrampilan yang dipelajari, seperti orang-orang lain. Mereka paling menjadi diri sendiri apabila berada sendirian atau bersama sahabat karibnya. Mereka tidak mudah mengungkapkan diri yang sesungguhnya kepada orang lain. Mereka membutuhkan waktu untuk melakukan trasisi dari situasi eksternal ke situasi lainnya. Selama stress pertama-tama mereka akan mundur untuk mempertimbangkan situasi dan mencari tanggapan yang sesuai.
“Seorang pergi mendapatkan sesamanya karena ia mencari dirinya dan yang lainnya pergi mendapatkan sesamanya, karena ia rela kehilangan dirinya. Kurangnya cinta terhadap diri sendiri menyebabkan kesepian menjadi penjara bagi kita.”(Nitcttsche)
Para introver sebagai kelompok yang tidak dimengerti dan dianggap aneh, karena kita tidak dapat mengerti keinginannya. Mereka tidak akan menjawab suatu pertanyaan yang mungkin menurut mereka itu suatu yang dianggap tabu, ataupun menyangkut privasi mereka. Apabila ada orang yang tidak pernah mengungkapkan seluruh isi hatinya baik itu dengan keluarga ataupun teman terdekatnya mereka adalah orang introver.
” Maka……diatas semuanya jujurlah pada dirimu sendiri dan sebagaimana layaknya siang yang diikuti malam, hendaklah engkaupun jujur terhadap setiap orang”.
Mereka susah beradaptasi dengan orang yang baru dikenalnya, karena merupakan ciri-ciri dari mereka yaitu orang yang tidak bisa untuk berbasa-basi. Apa pointnya ngobrol basa-basi kalau tidak ada yang mau disampaikan? Mereka hanya akan berbicara dan ngomong kalau ada informasi yang ingin disampaikan. Bahasa untuknya adalah alat untuk menyampaikan informasi dan kalau tidak ada maka diam it’s ok!. Dua orang di satu tempat berdekatan tanpa bicara satu sama lain it’s no problem for him.
“Orang yang terbatas hati dan pikirannya cenderung menyukai hal-hal yang terbatas dalam hidupnya. Dan penglihatan yang lemah tidak dapat memandang lebih dari sejengkal jalan didepannya atau lebih dari sejengkal dinding tempat ia menyandarkan bahunya untuk beristirahat.”
Orang introver akan bisa bicara dengan lancar apabila melalui media seperti e-mail, chating ataupun dengan sms. Dengan berbagai media tersebut mereka dapat berkomunikasi tanpa ada hambatan dikarenakan mereka tidak bertatapan langsung dengan lawan bicara. Apabila itu terjadi akan menyebabkan mereka merasa grogi dan membuat kepecayaan diri mereka semakin lama terkikis sedikit demi sedikit. Karena ia memandang jauh (menerawang) ketika ia berkenalan atau berbicara dengan seseorang, maka merupakan sebuah tanda adanya perasaan keterasingan pribadi dalam diri orang introver. Ia sengaja menghindari mata orang lain karena takut mereka akan melihat batinnya dan mengetahui segala kesalahan dan titik kelemahannya . Tipe yang lain mereka menampilkan perlawanan dan berusaha menutupi kekurangan dengan cara tak peduli (masa bodoh) atau dengan membuat cemas dan gelisah orang lain. Walaupun mereka sudah menggunakan media akan juga ada waktunya mereka stuck di tempat. Bisa jadi karena sudah tidak mempunyai ide ataupun perubahan mood yang tiba-tiba dan tidak ada seorang pun bahkan mahluk di bumi ini yang bisa mengorek keterangan mengapa dia begitu hanya Tuhan dan introverlah yang tahu.
“Siapa yang sedikit kejujurannya ia akan sedikit temannya.”
Rata-rata ciri orang introver yang bisa dilihat tinggi dan berat tubuhnya sedang, bisa disebut ya gempal/ berisi tapi tinggi. Sedang warna tubuhnya kecoklatan. Ada juga introver yang sudah mengalami perubahan yaitu dapat sedikt berinteraksi biasanya mempunyai perawakan tinggi kurus. Mereka juga suka berbohong untuk menutupi kekurangan yang ada pada dirinya.
“Kebohongan berlawanan dengan kebenaran juga sering berlawanan antar mereka.”(Daniel Webster)
Selain itu juga mereka suka menjaga penampilan sehingga tampil rapi dan selalu menjaga imejnya sebagai seorang introver. Jarang orang introver melakukan suatu perbuatan yang agak gila or nyeleneh, jalan mereka lurus-lurus saja sepanjang jalan kenangan yang biasa mereka lalui dan tidak pernah mencoba jalan alternatif lain.
“Jadilah gila dan katakan padaku apa yang ada dibalik tabir kewarasan.”
Berbanding 180 derajat dari introver adalah para ekstrover. Para ekstrover adalah mereka yang mendapatkan gairah hidup dan interaksi dengan banyak orang disekitarnya. Karakteristik ekstrover adalah luwes dalam bergaul, senang berada di tengah-tengah pesta dan bertemu dengan orang-orang baru, yang berpotensi untuk mendukung keberhasilan dengan segala sesuatu yang dilakukannya.
“ Keunggulan dalam berbicara menciptakan kepercayaan diri.
Keunggulan dalam berpikir menciptakan sesuatu yang besar.
Keunggulan dalam memberi menciptakan cinta kasih.”(Lao Tse)
Tipe ekstrover adalah orang yang paling bahagia manakala mereka berada diantara banyak orang dan aktif mengambil bagian dalam kehidupan. Mereka jarang sekali menderita sebagai pemalu. Dan kebalikannya pada introvert yang cenderung menderita sebagai pemalu.
” Rasa rendah diri, rasa tidak mampu, rasa serba salah merupakan akar segala masalah kejiwaan manusia.”(Otto Rank)
Pada orang ekstrover suatu kesenangan tersendiri dapat berkomunikasi, ngobrol, berbasa-basi dengan banyak orang tanpa ada informasi yang memang perlu untuk dikomunikasikan. Untuk seorang ekstrover bahasa adalah alat untuk bersosialisasi.
”Dengan perkataan kita mendapat kebahagiaan, dengan perkataan kita mendapat kesusahan, dengan perkataan kita mendapat kematian, dengan perkataan kita mendapat persahabatan.”(Niti Sastra Sargah V).
Apabila orang ekstrover mendapatkan energi dari interaksi dengan banyak orang disekitarnya bagaima dengan orang introver? Orang dengan tipe introver mendapatkan energi dari dalam dirinya sendiri. Mereka tidak suka dengan pesta/ pertemuan sosial yang mengharuskan bertemu dan berbicara dengan banyak orang. Bila mana harus menghadiri suatu pertemuan, ia berinteraksi dengan beberapa orang saja, juga lebih banyak mengambil peran sebagai pendengar. Walau begitu orang introver juga mempunyai sedikit teman yang sejalan misi dan visinya tapi menutup kemungkinan untuk sharing dan berbicara tentang suatu masalah yang bersifat pribadi.
“ Berusahalah untuk mengikat mereka yaitu teman-teman yang kini kau miliki dengan simpai baja begitu rupa sehingga mereka menjadi saudara jiwamu.”
Cenderung keberadaan introver kurang diperhitungkan dikarenakan kurangnya sosialisasi dengan orang yang dikenal apalagi orang yang belum dikenal. Ketertutupan orang introvert mungkin adanya sifat pemalu yang diidapnya, yang bisa saja menimbulkan lebih dari sifat malu tapi bisa juga menyebabkan ketakutan yang tidak beralasan. Apabila kita mencoba untuk mendorong mereka untuk memerangi rasa malu dan takut tersebut, sama saja seperti kita menegakkan benang basah yang artinya melakukan perbuatan yang sia-sia, tanpa hasil sedikit pun.
“Pengecut sebelum mati sudah mati berkali-kali, pemberani tidak merasakan mati dan mati hanya sekali.”(William Shakespeare)
Apabila ada perubahan yang terjadi dari diri orang introver, itu bukan disebabkan oleh nasihat ataupun dorongan dari seseorang tapi dari inisiatif orang introver sendiri. Dan apabila itu memang benar-benar terjadi itu adalah sebuah keajaiban dan mungkin 1:7 dari orang introver yang melakukan perubahan seperti itu.
“ Kita masing-masing mendapat anugerah waktu 24 jam sehari. Sebagian besar 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk tidur dan 8 jam yang lainnya yang kita lakukan menentukan arti hidup kita masing-masing.”(Napoleon Hills)
Tapi itu merupakan sesuatu yang dapat dibanggakan untuk mereka yang melakukan perubahan dan sangat akan membantu orang-orang disekitarnya dalam memahami orang introver.
” Pada hakikatnya kita membentuk hidup kita sendiri. Proses ini tidak pernah berakhir sampai kita mati. Dan pada akhirnya kita bertanggung jawab atas pilihan kita sendiri.”(Eleanor Rosevelt)
Life is a challenge, meet it.
Life is a song, sing it.
Life is a dream, realize it.
Life is a game, play it.
Life is love, enjoy it.
Hidup adalah tantangan, sambutlah.
Hidup adalah senandung, nyanyikanlah.
Hidup adalah impian, wujudkanlah.
Hidup adalah permainan, mainkanlah.
Hidup adalah cinta, nikmatilah
Sabtu, 06 Desember 2008
BAB II
TINGKATAN INTROVER
Orang introver dapat dikategorikan dalam beberapa tingkatan berdasarkan beberapa perubahan yang telah dilakukannya baik secara besar-besaran ataupun sedikit demi sedikit. Hal ini dilakukannya dikarenakan untuk meningkatkan kualitas hidupnya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
” Perubahan membuat kita tetap segar dan inovatif. Perubahan membuat kita tidak mandek. Perubahan membuat kita tetap muda.”(Rich Petino)
Tingkatan introver :
1)Pure Introver/ Introver Murni/ The Real Introver
Tingkatan orang introver seperti ini benar-benar tidak mempunyai kehendak dari hatinya yang terdalam untuk melakukan perubahan yang berarti untuk kelangsungan hidupnya. Mereka sudah sangat nyaman dengan kehidupan mereka sekarang ini, sehingga mereka pikir tidak perlu untuk merubah hidup untuk sesuatu yang mereka rasa tidak nyaman untuk melakukannya.
”Yang tidak bisa mengubah pikirannya ialah orang yang tidak punya pikiran.”(Edward Noyus Westcott)
Mungkin dikarenakan mereka kurang dalam berinteraksi dengan sesama umat manusia sehingga mereka tidak mempunyai suatu masalah dalam hidupnya. Orang seperti ini cenderung tidak mempunyai perhatian kepada sesama/ kurang care. Sehingga mereka tidak mau mengerti dengan orang di sekitarnya, sampai harus membuat mereka untuk mengerti, seperti sajak ini:
Menyeret Pengertian
Dimatamu dunia itu bulat seperti bola
Mudah menggelinding kesana kemari
Dimataku dunia seperti kubus
Harus diseret kesana-kemari
Hanya karena aku belum sanggup
Mengasah sudut-sudutnya
Tapi aku mencoba
Lalu aku memintamu untuk mengerti
Melihat dunia lewat mataku
Mengajari aku mengasah sudut-sudut
Agar tak lagi kuseret-seret ia
Butuh seribu kesabaran
Dan tenaga yang besar
Jika itu terlalu mahal
Maka yang kuminta
Cuma sebentuk
Pengertian
Sepertinya mereka tidak punya hati apa mungkin hati mereka sedang berlibur ke suatu tempat bisa jadi ke Hawai atau ke Kepualauan Karibia, dan karena sudah betah disana hati mereka enggan untuk kembali ketempat asalnya. Orang seperti ini kalau sudah tersandung suatu masalah, jangan, bukan masalah hanya suatu pertanyaan yang tidak bisa menjawabnya, dia tidak akan berbicara selamanya dengan si penanya. Diam, diam dan diam seribu bahasa sehingga membuat orang hanya bisa mengira-ngira dan menduga-duga saja Hal ini bisa menyebabkan orang untuk berpikir positif thingking ataupun negatif thingking tapi lebih cenderung ke negatif thingking.
“Diam adalah ekspresi kebencian yang paling sempurna.”
Orang seperti ini tidak pernah memberikan keputusan yang pasti/ plinplan atau kata orang jawa”mencla-mencle”. Mereka suka menggantung suatu keputusan tidak mengiyakan dan tidak juga menolak. Introver sejati ini sulit ditebak keinginannya karena dia menyimpan sendiri suatu yang terjadi dalam hidupnya dan itu merupakan rahasia yang disimpannya rapat-rapat dalam lubuk hati yang paling dalam dengan ribuan kunci yang tidak dapat dibuka walau oleh David Cooperfield dan digembok plus kode sandi yang tidak dapat diketahui bahkan oleh agen 007 sekalipun. Apabila pesulap terkenal dan spionase Amrik sudah angkat tangan apalagi orang disekitarnya, tidak satu orang pun tahu rahasia dalam hidupnya bahkan teman terdekatnya sendiri.
“Rahasia itu tidak ada, kecuali yang mereka simpan sendiri.”
(George Bernard Shaw)
Sehingga mungkin dalam hidupnya dia tidak punya benar-benar teman untuk sharing berbagi suka ataupun duka dengannya. Pure dirinya dan diri-Nya.
”Teman adalah malaikat yang dikirim ke dunia untuk membuat hari-hari menjadi menyenangkan dan membantu kita menemukan jalan.”(Aura)
Perkembangan kurs akan harga emas terus diikuti oleh mereka dan yakin betul kalau harga emas lebih tinggi daripada perak sehingga mereka berpedoman:
“ Diam itu emas bicara itu perak”.
Mereka adalah orang yang tidak mudah terbujuk ataupun terpancing. Bahkan apabila dipancing dengan umpan yang sangat mahal sekalipun tak akan dimakannya, bujuk rayu yang diperkuat dengan sesajen kembang tujuh rupa tidak akan membawa hasil apapun dalam arti kata proyek gagal/ kalah tender. Sesuatu yang sangat susah dalam memberikan saran pada orang introver sejati ini. Jadi perlukan sebuah warning” JANGAN SELALU MENDORONG ORANG INTROVER UNTUK NGOMONG LEBIH BANYAK , DISURUH BERGAUL ATAUPUN MELAKUKAN PERUBAHAN YANG BUKAN DIKARENAKAN KEINGINANNYA SENDIRI”, peringatan ini tidak menyebabkan kangker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.
2)Introver Sedang/ Middle Introver
Orang inrover sudah melakukan perubahan walau sedikit sekali.
“Perubahan adalah alami dan penuh makna, bukan sesuatu untuk
ditakuti dan dihindari.”
Hal ini mungkin dikarenakan suatu hal yang menyakitkan hatinya sehingga membuat dia untuk melakukan perubahan entah didasarkan atas pelampiasan, pelarian ataupun balas dendam. Ada juga faktor yang melatar belakangi adalah masalah umur semakin tuir, sehingga hidup serasa dikejar deadline.
“Orang yang takut menjadi tua adalah
orang yang belum benar-benar hidup.”
(C.E. Yung)
Biasanya mereka mulai melakukan komunikasi dengan bantuan media/ perantara. Media dengan sms, e-mail dan chating, sedangkan dengan perantara biasanya meminta bantuan teman agar mengenalkan dengan temannya ataupun mengikuti suatu perkumpulan or organisasi yang mengharuskan mau tidak mau, suka tidak suka harus berhubungan dan berkomunikasi dalam komunitas tersebut. Walaupun sudah mencoba melakukan perubahan, ada juga yang mundur sebelum berperang, that’s mean ada niat dalam hati tapi apa daya tangan tak sampai, artinya ketika akan melakukan perubahan pas pada waktunya, e nyalinya menjadi ciut, kembali ke real introver lagi.
“Ketakutan menjadi jalan pintas menuju kekalahan.”(Aura)
Hal ini akan membuat jengkel pihak yang dipercaya sebagai perantara atau bekennya ”tim sukses” dan juga pihak yang akan dikenalkan. Pihak yang dikenalkan pasti akan berpikir “mereka yang punya inisyatif mengapa kita yang harus kreatif”. Tapi ada juga yang sampai tahap berani untuk berinteraksi dengan seseorang. Disinipun mereka akan mendapatkan kesukaran pada waktu komunikasi, apabila sudah kehabisan bahan untuk dibicarakan mereka akan bingung akan berbicara apa lagi. Apabila yang diajak bicara orang introver adalah orang ekstrover gak masalah, everything under controll. Tapi kalau yang diajak bicara sama-sama orang introver, na! itu yang menjadi masalah. Akan terjadi kemacetan dalam komunikasi dan pasti suasananya menjadi grogi, kikuk, gugup pokoknya gak asik banget.
“Kesempatan sering datang menyamar sebagai kesulitan. Itu sebabnya banyak orang yang tidak mengenalinya. Ingat makin besar kesulitan makin besar pula kesempatan.”(Shivkhera)
3)Low Introver/ Middle ekstrover
Disini orang introver melakukan perubahan drastis mereka ingin menjadi orang yang diakui keberadaannya di muka bumi ini.
“ Setiap orang terlahir dengan tulisan ‘ Dengan hormat buatlah saya merasa bahwa diri saya ini penting, saya harap anda mengakui keberadaan saya’ di keningnya.”
Faktor yang menyebabkan, biasanya kekecewaan yang luar biasa sakitnya dan perlu waktu lama untuk penyembuhaannya. Rasa sakit ini menyebabkan mereka berkontemplasi mengubah haluan. Rasa itu mendesak mereka untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
“ Kadang kita perlu melihat dengan sudut pandang orang lain.”
(Napoleon Hills)
Hal ini membuatnya ingin menjadi orang yang beda dari sebelumnya, mereka merasa akan adanya harga diri yang selama ini mereka tidak tahu dimana mereka menaruhnya dan sekarang mereka temukan.
“ Menghukum diri sendiri adalah cara terbaik
untuk mendapatkan harga diri.”(Rollo May)
Dan hati mereka yang pergi berlibur pun akhirnya sadar dan luluh untuk kembali kepada si empunya. Perubahan yang dilakukan sama seperti middle introver tapi lebih berani, gak peduli, muka badak, maju terus, pantang mundur, merdeka!.
“ Setiap diri selalu dalam proses perjuangan untuk meyakinkan pihak lain bahwa dia adalah sesosok mahluk bebas yang pantas mendapat kehormatan dan pengakuan.”
Untuk mengatasi kemacetan dalam komunikasi mereka banyak membaca, dengerin radio dan menonton televisi.
“Membaca akan membukakan pikiran, menuntun seseorang ke arah moralitas yang benar dan mempertajam kemampuan seseorang untuk berpikir. Membaca adalah hiburan bagi orang yang kesepian, perangsang bagi pemikir dan pelita bagi seorang pengelana.”
Ini dapat menambah kosakata mereka dalam berinteraksi dengan orang lain. Membaca buku adalah cara yang paling efektif yang digunakan untuk menambah bahan bila berinteraksi dengan orang.
“ Buku selalu memberi nilai lebih dan mampu mengubah orang.”
(Riris K Toha)
Dan buku dapat menambah referensi perbendaharan kata.
Buku adalah teman yang tidak suka memujimu dan tidak menyeretmu kepada kejahatan. Ia adalah sahabat yang tidak membuatmu bosan dan ia adalah tetangga yang tidak mengancam keselamatanmu. Ia adalah sahabat yang tidak berniat untuk memeras kebaikan darimu dengan rayuan, dan ia tidak akan menipu dengan kepalsuan dan dusta.
Apabila suatu interaksi itu tidak berjalan dengan mulus, mereka tidak pantang menyerah, mati satu tumbuh seribu. Putus asa tidak ada dalam kamus low introver ini, gagal dengan yang satu coba dengan yang lain, tidak ada istilah “gagal maning, gagal maning son”.
“Keputusasaan melemahkan pandangan dan menutup telinga, tidak dapat melihat apa-apa kecuali bayangan takdir dan hanya mendengar
detak jantung kegelisahan .”
Percaya bahwa kegagalan ini adalah sentuhan Tuhan sehingga bukan berputus asa melainkan malah meyambut kegagalan ini dengan cara memeluknya. Sentuhan kegagalan yang diperoleh diyakini mereka adalah rahmat-Nya dan kegagalan saat ini adalah pengejawantahan dari kepedulian Tuhan. Tidak ada penyesalan dengan adanya kegagalan.
“Kegagalan menyakitkan tetapi akan lebih menyakitkan lagi jika sadar bahwa belum melakukan yang terbaik.”
***Bagaimana Menghadapi kegagalan ?
Banyak barang yang sulit rusak.
Atau kalaupun rusak, ia masih bisa diperbaiki.
Jika ada sebuah komputer dan kamu takut membuatnya rusak, maka kamu tidak akan belajar bagaimana caranya memencet tombol power.
Ambil contoh sebuah mobil bagus.
Kalau rusak itu adalah sebuah kewajaran.
Hal-hal seperti itu bukanlah perkara yang besar.
Jika kamu tahu bagaimana memperbaikinya itu bagus.
Jika tidak cobalah untuk belajar .
Jika itupun tidak mungkin, minta bantuan orang lain memperbaikinya.
Tetapi jika kamu merasa diri kamu sudah hancur.
Bahkan sebelum kerusakan yang sesungguhnya terjadi.
Lalu siapa yang akan memperbaikimu?
Mereka mempunyai ambisi yang besar mungkin mengalahkan orang ekstrover dalam perjuangan yang kekeh sumekeh.
Dalam berjuang orang akan sering mengalami penderitaan, tapi alam akan mengganti segala penderitaan itu dengan kekuatan dan kebijaksanaan yang dipetik dari perjuangan tersebut.
Orang introver tingkatan ini perlua diacungi dua jempol bahkan empat jempol (sama jempol kaki, hihihi...), karena sudah menemukan harga dirinya dan menyadarkan hatinya untuk kembali pulang, dan ini merupakan hal yang menggembirakan untuk orang disekitarnya karena dengan demikian akan mempermudah dalam berkomunikasi bahkan dengan adanya perubahan ini akan membuat mereka tidak tertutup lagi bisa diajak untuk curhat ataupun sharing baik masalah yang sederhana sampai menyangkut masalah pribadi, it’s have fun.
” Rahasia hidup tidak berubah. Yang masih merupakan yang terbaik adalah jujur bisa dipercaya, menjadi yang paling baik dari yang anda bisa, berbahagia dengan hal-hal yang sederhana, tetap teguh jika yang terjadi tidak seperti yang anda inginkan.”(Laura Ingalls Wilden)
TINGKATAN INTROVER
Orang introver dapat dikategorikan dalam beberapa tingkatan berdasarkan beberapa perubahan yang telah dilakukannya baik secara besar-besaran ataupun sedikit demi sedikit. Hal ini dilakukannya dikarenakan untuk meningkatkan kualitas hidupnya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
” Perubahan membuat kita tetap segar dan inovatif. Perubahan membuat kita tidak mandek. Perubahan membuat kita tetap muda.”(Rich Petino)
Tingkatan introver :
1)Pure Introver/ Introver Murni/ The Real Introver
Tingkatan orang introver seperti ini benar-benar tidak mempunyai kehendak dari hatinya yang terdalam untuk melakukan perubahan yang berarti untuk kelangsungan hidupnya. Mereka sudah sangat nyaman dengan kehidupan mereka sekarang ini, sehingga mereka pikir tidak perlu untuk merubah hidup untuk sesuatu yang mereka rasa tidak nyaman untuk melakukannya.
”Yang tidak bisa mengubah pikirannya ialah orang yang tidak punya pikiran.”(Edward Noyus Westcott)
Mungkin dikarenakan mereka kurang dalam berinteraksi dengan sesama umat manusia sehingga mereka tidak mempunyai suatu masalah dalam hidupnya. Orang seperti ini cenderung tidak mempunyai perhatian kepada sesama/ kurang care. Sehingga mereka tidak mau mengerti dengan orang di sekitarnya, sampai harus membuat mereka untuk mengerti, seperti sajak ini:
Menyeret Pengertian
Dimatamu dunia itu bulat seperti bola
Mudah menggelinding kesana kemari
Dimataku dunia seperti kubus
Harus diseret kesana-kemari
Hanya karena aku belum sanggup
Mengasah sudut-sudutnya
Tapi aku mencoba
Lalu aku memintamu untuk mengerti
Melihat dunia lewat mataku
Mengajari aku mengasah sudut-sudut
Agar tak lagi kuseret-seret ia
Butuh seribu kesabaran
Dan tenaga yang besar
Jika itu terlalu mahal
Maka yang kuminta
Cuma sebentuk
Pengertian
Sepertinya mereka tidak punya hati apa mungkin hati mereka sedang berlibur ke suatu tempat bisa jadi ke Hawai atau ke Kepualauan Karibia, dan karena sudah betah disana hati mereka enggan untuk kembali ketempat asalnya. Orang seperti ini kalau sudah tersandung suatu masalah, jangan, bukan masalah hanya suatu pertanyaan yang tidak bisa menjawabnya, dia tidak akan berbicara selamanya dengan si penanya. Diam, diam dan diam seribu bahasa sehingga membuat orang hanya bisa mengira-ngira dan menduga-duga saja Hal ini bisa menyebabkan orang untuk berpikir positif thingking ataupun negatif thingking tapi lebih cenderung ke negatif thingking.
“Diam adalah ekspresi kebencian yang paling sempurna.”
Orang seperti ini tidak pernah memberikan keputusan yang pasti/ plinplan atau kata orang jawa”mencla-mencle”. Mereka suka menggantung suatu keputusan tidak mengiyakan dan tidak juga menolak. Introver sejati ini sulit ditebak keinginannya karena dia menyimpan sendiri suatu yang terjadi dalam hidupnya dan itu merupakan rahasia yang disimpannya rapat-rapat dalam lubuk hati yang paling dalam dengan ribuan kunci yang tidak dapat dibuka walau oleh David Cooperfield dan digembok plus kode sandi yang tidak dapat diketahui bahkan oleh agen 007 sekalipun. Apabila pesulap terkenal dan spionase Amrik sudah angkat tangan apalagi orang disekitarnya, tidak satu orang pun tahu rahasia dalam hidupnya bahkan teman terdekatnya sendiri.
“Rahasia itu tidak ada, kecuali yang mereka simpan sendiri.”
(George Bernard Shaw)
Sehingga mungkin dalam hidupnya dia tidak punya benar-benar teman untuk sharing berbagi suka ataupun duka dengannya. Pure dirinya dan diri-Nya.
”Teman adalah malaikat yang dikirim ke dunia untuk membuat hari-hari menjadi menyenangkan dan membantu kita menemukan jalan.”(Aura)
Perkembangan kurs akan harga emas terus diikuti oleh mereka dan yakin betul kalau harga emas lebih tinggi daripada perak sehingga mereka berpedoman:
“ Diam itu emas bicara itu perak”.
Mereka adalah orang yang tidak mudah terbujuk ataupun terpancing. Bahkan apabila dipancing dengan umpan yang sangat mahal sekalipun tak akan dimakannya, bujuk rayu yang diperkuat dengan sesajen kembang tujuh rupa tidak akan membawa hasil apapun dalam arti kata proyek gagal/ kalah tender. Sesuatu yang sangat susah dalam memberikan saran pada orang introver sejati ini. Jadi perlukan sebuah warning” JANGAN SELALU MENDORONG ORANG INTROVER UNTUK NGOMONG LEBIH BANYAK , DISURUH BERGAUL ATAUPUN MELAKUKAN PERUBAHAN YANG BUKAN DIKARENAKAN KEINGINANNYA SENDIRI”, peringatan ini tidak menyebabkan kangker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.
2)Introver Sedang/ Middle Introver
Orang inrover sudah melakukan perubahan walau sedikit sekali.
“Perubahan adalah alami dan penuh makna, bukan sesuatu untuk
ditakuti dan dihindari.”
Hal ini mungkin dikarenakan suatu hal yang menyakitkan hatinya sehingga membuat dia untuk melakukan perubahan entah didasarkan atas pelampiasan, pelarian ataupun balas dendam. Ada juga faktor yang melatar belakangi adalah masalah umur semakin tuir, sehingga hidup serasa dikejar deadline.
“Orang yang takut menjadi tua adalah
orang yang belum benar-benar hidup.”
(C.E. Yung)
Biasanya mereka mulai melakukan komunikasi dengan bantuan media/ perantara. Media dengan sms, e-mail dan chating, sedangkan dengan perantara biasanya meminta bantuan teman agar mengenalkan dengan temannya ataupun mengikuti suatu perkumpulan or organisasi yang mengharuskan mau tidak mau, suka tidak suka harus berhubungan dan berkomunikasi dalam komunitas tersebut. Walaupun sudah mencoba melakukan perubahan, ada juga yang mundur sebelum berperang, that’s mean ada niat dalam hati tapi apa daya tangan tak sampai, artinya ketika akan melakukan perubahan pas pada waktunya, e nyalinya menjadi ciut, kembali ke real introver lagi.
“Ketakutan menjadi jalan pintas menuju kekalahan.”(Aura)
Hal ini akan membuat jengkel pihak yang dipercaya sebagai perantara atau bekennya ”tim sukses” dan juga pihak yang akan dikenalkan. Pihak yang dikenalkan pasti akan berpikir “mereka yang punya inisyatif mengapa kita yang harus kreatif”. Tapi ada juga yang sampai tahap berani untuk berinteraksi dengan seseorang. Disinipun mereka akan mendapatkan kesukaran pada waktu komunikasi, apabila sudah kehabisan bahan untuk dibicarakan mereka akan bingung akan berbicara apa lagi. Apabila yang diajak bicara orang introver adalah orang ekstrover gak masalah, everything under controll. Tapi kalau yang diajak bicara sama-sama orang introver, na! itu yang menjadi masalah. Akan terjadi kemacetan dalam komunikasi dan pasti suasananya menjadi grogi, kikuk, gugup pokoknya gak asik banget.
“Kesempatan sering datang menyamar sebagai kesulitan. Itu sebabnya banyak orang yang tidak mengenalinya. Ingat makin besar kesulitan makin besar pula kesempatan.”(Shivkhera)
3)Low Introver/ Middle ekstrover
Disini orang introver melakukan perubahan drastis mereka ingin menjadi orang yang diakui keberadaannya di muka bumi ini.
“ Setiap orang terlahir dengan tulisan ‘ Dengan hormat buatlah saya merasa bahwa diri saya ini penting, saya harap anda mengakui keberadaan saya’ di keningnya.”
Faktor yang menyebabkan, biasanya kekecewaan yang luar biasa sakitnya dan perlu waktu lama untuk penyembuhaannya. Rasa sakit ini menyebabkan mereka berkontemplasi mengubah haluan. Rasa itu mendesak mereka untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
“ Kadang kita perlu melihat dengan sudut pandang orang lain.”
(Napoleon Hills)
Hal ini membuatnya ingin menjadi orang yang beda dari sebelumnya, mereka merasa akan adanya harga diri yang selama ini mereka tidak tahu dimana mereka menaruhnya dan sekarang mereka temukan.
“ Menghukum diri sendiri adalah cara terbaik
untuk mendapatkan harga diri.”(Rollo May)
Dan hati mereka yang pergi berlibur pun akhirnya sadar dan luluh untuk kembali kepada si empunya. Perubahan yang dilakukan sama seperti middle introver tapi lebih berani, gak peduli, muka badak, maju terus, pantang mundur, merdeka!.
“ Setiap diri selalu dalam proses perjuangan untuk meyakinkan pihak lain bahwa dia adalah sesosok mahluk bebas yang pantas mendapat kehormatan dan pengakuan.”
Untuk mengatasi kemacetan dalam komunikasi mereka banyak membaca, dengerin radio dan menonton televisi.
“Membaca akan membukakan pikiran, menuntun seseorang ke arah moralitas yang benar dan mempertajam kemampuan seseorang untuk berpikir. Membaca adalah hiburan bagi orang yang kesepian, perangsang bagi pemikir dan pelita bagi seorang pengelana.”
Ini dapat menambah kosakata mereka dalam berinteraksi dengan orang lain. Membaca buku adalah cara yang paling efektif yang digunakan untuk menambah bahan bila berinteraksi dengan orang.
“ Buku selalu memberi nilai lebih dan mampu mengubah orang.”
(Riris K Toha)
Dan buku dapat menambah referensi perbendaharan kata.
Buku adalah teman yang tidak suka memujimu dan tidak menyeretmu kepada kejahatan. Ia adalah sahabat yang tidak membuatmu bosan dan ia adalah tetangga yang tidak mengancam keselamatanmu. Ia adalah sahabat yang tidak berniat untuk memeras kebaikan darimu dengan rayuan, dan ia tidak akan menipu dengan kepalsuan dan dusta.
Apabila suatu interaksi itu tidak berjalan dengan mulus, mereka tidak pantang menyerah, mati satu tumbuh seribu. Putus asa tidak ada dalam kamus low introver ini, gagal dengan yang satu coba dengan yang lain, tidak ada istilah “gagal maning, gagal maning son”.
“Keputusasaan melemahkan pandangan dan menutup telinga, tidak dapat melihat apa-apa kecuali bayangan takdir dan hanya mendengar
detak jantung kegelisahan .”
Percaya bahwa kegagalan ini adalah sentuhan Tuhan sehingga bukan berputus asa melainkan malah meyambut kegagalan ini dengan cara memeluknya. Sentuhan kegagalan yang diperoleh diyakini mereka adalah rahmat-Nya dan kegagalan saat ini adalah pengejawantahan dari kepedulian Tuhan. Tidak ada penyesalan dengan adanya kegagalan.
“Kegagalan menyakitkan tetapi akan lebih menyakitkan lagi jika sadar bahwa belum melakukan yang terbaik.”
***Bagaimana Menghadapi kegagalan ?
Banyak barang yang sulit rusak.
Atau kalaupun rusak, ia masih bisa diperbaiki.
Jika ada sebuah komputer dan kamu takut membuatnya rusak, maka kamu tidak akan belajar bagaimana caranya memencet tombol power.
Ambil contoh sebuah mobil bagus.
Kalau rusak itu adalah sebuah kewajaran.
Hal-hal seperti itu bukanlah perkara yang besar.
Jika kamu tahu bagaimana memperbaikinya itu bagus.
Jika tidak cobalah untuk belajar .
Jika itupun tidak mungkin, minta bantuan orang lain memperbaikinya.
Tetapi jika kamu merasa diri kamu sudah hancur.
Bahkan sebelum kerusakan yang sesungguhnya terjadi.
Lalu siapa yang akan memperbaikimu?
Mereka mempunyai ambisi yang besar mungkin mengalahkan orang ekstrover dalam perjuangan yang kekeh sumekeh.
Dalam berjuang orang akan sering mengalami penderitaan, tapi alam akan mengganti segala penderitaan itu dengan kekuatan dan kebijaksanaan yang dipetik dari perjuangan tersebut.
Orang introver tingkatan ini perlua diacungi dua jempol bahkan empat jempol (sama jempol kaki, hihihi...), karena sudah menemukan harga dirinya dan menyadarkan hatinya untuk kembali pulang, dan ini merupakan hal yang menggembirakan untuk orang disekitarnya karena dengan demikian akan mempermudah dalam berkomunikasi bahkan dengan adanya perubahan ini akan membuat mereka tidak tertutup lagi bisa diajak untuk curhat ataupun sharing baik masalah yang sederhana sampai menyangkut masalah pribadi, it’s have fun.
” Rahasia hidup tidak berubah. Yang masih merupakan yang terbaik adalah jujur bisa dipercaya, menjadi yang paling baik dari yang anda bisa, berbahagia dengan hal-hal yang sederhana, tetap teguh jika yang terjadi tidak seperti yang anda inginkan.”(Laura Ingalls Wilden)
BAB III
CINTA SANG INTROVER
“Cinta adalah seekor burung cantik berharap ditangkap tapi menolak untuk disakiti”.
Para introver rata-rata kurang memikirkan tentang cinta karena terlalu sibuk memikirkan dirinya sendiri entah itu soal keluarga ataupun pekerjaan. Mungkin dari mereka ada yang mengetahui bahwa penyebab penderitaan hidup manusia adalah cinta.
***Cinta dan Penderitaan
Sang Budha mengajarkan bahwa penyebab utama penderitaan itu,
Karena kita terikat atau mengikatkan diri pada barang atau benda duniawi.
Cinta membawa kita pada derita ketika kita kehilangan orang yang kita cintai.
Kita menjadi merasa sengsara saat kehilangan harta yang kita jaga.
Jadi supaya terhindar dari penderitaan maka kenalilah apapun yang bisa membawa kesengsaraan.
Mungkin hal itu akan makan waktu yang cukup lama.
Tapi dengan melepaskanmu dari rasa itu,
Akan meringankan dirimu dari beban penderitaan.
Oleh karena itu orang introver enggan berhubungan suatu kata yang dinamakan cinta, itupun dengan catatan kalau tidak kepepet banget.
” Orang yang pantas mendapatkan cinta adalah orang yang mempersembahkan kemurahan hatinya, mengekang kejahatannya dan menampakkan wajah berseri.”
Kebanyakan dari mereka adalah jombloers, ada yang sama sekali takut pada lawan jenis or ada yang sudah berani tapi selalu gagal karena kurang pengalaman dan strategi yang kurang pas untuk diterapkan. Ada juga yang cuma ot omong thok/ lip service jadi dia hanya bisa bicara sana-sini tapi kenyataannya gak ada.
“ Berhentilah berbicara dan lakukanlah tindakan nyata.”(Aura)
Mungkin juga karena mereka jarang ditemui sehingga ada yang merasa kegantengan atau ada yang malah minder. Tapi kebanyakan apabila baru kenal terlalu sopan jadinya jaga imej banget. Mereka mencoba melakukan dengan benar agar segala sesuatunya sempurna untuk menutupi sifat malu yang dideritanya.
“Hanya ada satu sudut pandang di dalam alam semesta ini yang pasti bisa anda perbaiki yaitu diri anda sendiri.”(Anthisthenes)
Pada orang introver sebagian merasa nyaman berhadapan dengan teman dari sesama jenis tetapi gugup kalau dengan teman dari lawan jenis. Ini disebabkan karena faktor jenis kelamin bawah sadar yang memanifestasikan diri dalam berbagai cara yang menyakitkan. Kalau seorang laki-laki mempunyai ibu yang dominan, dia akan cenderung gugup menghadapi perempuan.
Kalau seorang perempuan dibuat merasa kurang penting dibanding saudara laki-lakinya dia cenderung merasa rendah diri dengan tidak nyaman terhadap laki-laki.
“ Perempuan dan burung mampu melihat tanpa memutar kepala mereka, dan sungguh itu suatu anugrah yang sangat penting, karena mereka berdua dikelilingi oleh banyak musuh.”
Ada berbagai alasan orang introver yang menyebabkan tidak begitu memikirkan tentang cinta dan hal itu memang kurang diperhatikan karena sifat-sifat mereka yang susah untuk dirubah jika bukan karena keinginan mereka sendiri. Sifat-sifat itu antara lain:
a.Takut
Ini adalah sifat yang paling menonjol pada diri introver.
“ Rasa takut merupakan penghalang seseorang dalam menemui siapa yang dicintainya.”
Rasa takut dalam setiap kondisi tidak lain adalah dampak dari perasaan orang introvert yang tidak mampu menghadapi situasi tertentu yang dilihat dalam bayangan mereka sendiri sebagai sesuatu yang berbahaya. Apa yang dianggap sebagian orang sebagai indra ke enam, yaitu perasaan takut dan benar-benar terjadi seperti apa yang mereka takutkan.. Ketakutan mereka terlalu berlebihan dan tanpa alasan yang jelas. Jangankan takut ditolak cintanya untuk mengatakannya saja, mereka sudah ambil langkah seribu alias gak berani.
“ Dicintai secara mendalam oleh seseorang memberi anda kekuatan; mencintai seseorang secara mendalam memberi anda keberanian.”
Anehnya mereka terkadang menyatakan bahwa mereka menderita rasa cemas tapi mereka tidak mengakui bahwa mereka juga menderita rasa takut.
“Sebuah cerita yang memberi pelajaran baru setiap kali dibaca. Di India ruh melintasi orang tua yang duduk dibawah pohon.
Orang tua : Kemana engkau akan pergi?
Ruh :Ke Benares untuk membunuh seratus orang
Kemudian orang tua itu mendengar bahwa di Benares sepuluh ribu orang telah mati. Lalu ruh itu melintas lagi saat perjalanan pulang.
Orang tua : Engkau berbohong, engkau berkata engkau akan membunuh seratus orang.
Ruh : Aku membunuh seratus orang. Ketakuatan membunuh yang lainnya.”
Sebenarnya untuk mengatakan mereka seorang pengecut or pecundang sangat tidak etis. Biasanya mereka tidak terima dikatakan sebagai pengecut tapi bagaimana lagi memang itu kenyataan yang terjadi di lapangan..
“Pengecut itu mengancam pada waktu ia sendiri selamat.”(Johann Wolfgang von Goethe)
“Pekerjaan pengecut adalah mencurigai segalanya.”(Pribahasa)
Untuk menghindari istilah yang diberikan kepadanya, mereka rajin mengikuti bimbingan konseling di perkumpulan Ijo Lumut ( Ikatan Jomblo Lucu dan Imut), tapi tidak membuahkan hasil. Bahkan mereka merupakan partisipan, mungkin juga pengurus dalam Partai Jomblo Indonesia, yang mempunyai visi dan misi seperti ini di bawah ini:
Partai Jomblo Indonesia
PARTAI JOMBLO INDONESIA. NO 50
Semboyan : “jomblo itu pedih jendral … !!”
Partai ini sebenarnya sudah ada sejak jaman baheula,
dikarenaken orang-orangnya yg sibuk mengejar karir,
ataupun kalah sistem seleksi alam ataupun terkena
dampak rolek (resiko orang jelek) delele. Kami memberi
buketi bukan janji, soalnya janji lagi jalan-jalan, Bu
Keti ajah yang ada dirumah.
Kami PJI akan berusaha memperjuangkan aspirasi kawula
muda yang rata-rata tersingkirkan oleh seleksi alam
dalam mencari jodoh. Kami bukanlah produk orde baru
maupun orde lama, kami memiliki grassroot yang sangat
kuat, cuman kadang-kadang kepentok masalah dana pas
tanggal tua,
Kami siap berafiliasi dengan partai manapun sepanjang
mereka tidak mengisolasi kaum jomblo yang mayoritas
ini, kami tidak korupsi, sedikit kolusi cincay-cincay
an, dan yang pasti nepotisme, … namanya juga usaha
coy.
Kami akan berusaha sekuat tenaga agar battle of sexes,
standar ganda delele agar dihilangkan dari bagian
pencarian pasangan, karena hal ini dapat menimbulkan
ketidakpastian dan ketidak jelasan dalam suatu
hubungan. Kami agar mendukung poligami karena
ketidakseimbangan jenis kelamin yang tersedia saat
ini.
Kami mencari dana dengan cara halal, tidak menjual
diri, hanya kadang-kadang menggadaikan tape radio buat
malem mingguan, jualan kaos biar bisa kencan berduaan
dan kadang-kadang ngamen biar bisa beliin yayang kaos
idaman.
Resolusi kami :
1. Kami tidak pernah menyepelekan janda maupun gadis,
kami menerima semua aspirasi dan kasih sayang mereka.
2. Kami tidak membedakan jenis kelamin semboyannya
kasih sayang diatas segalanya.
3. Jika ada salah satu dari anggota caleg kami mendua,
kami siap dipecat.
4. Kami telah menyelamatkan 50juta jomblo terlantar,
dan dengan bantuan anda menjadi partisipan kami,
mungkin akan lebih banyak lagi jomblo-jomblo yang
selamat dari kepunahan.
5. Logo kami monyong putih memang kurang begitu
aspiratif, tapi itu bermakna sangat dalam dimana
monyong merupakan perwakilan dari rasa dan karsa kami
yang kurang mendapatkan kasih sayang. Inga inga coblos
monyong putih, jangan monyong item karena eh karena
monyong item teh kebanyakan makan oncom.
Kami adalah teman wong jomblo :
11.03.03
Kami menyelamatkan 50 jomblo yang mengejar ngejar
seekor kuda nil gara desperate, membimbing mereka
kembali kejalan yang benar agar bisa membedakan bahwa
walaupun kuda nil itu sama-sama mamalia, tapi hasil
persilanganya akan menghancurkan umat manusia.
12.05.03
Kami mengembalikan dana siluman sebesar 50milyar,
karena kami merasa uang monopoli itu bukan hak kami,
kami hanya mengharapkan dana umum dan kesempatan,
apalagi kalo lewat start dapet 2000.
08.09.03
Dua orang caleg kami mengundurkan diri dari kabinet
gotanggotong karena merasa bertanggung jawab dengan
meningkatnya kadar jomblo yang memiliki Ph lebih dari
0,05 % sehingga terpaksa memakai deodoran yang
berlebihan. (ketawa.com).
Dengan masuk dalam kepengurusan PJI maka sifat jomblo mereka yang nempel dalam dirinya akan terus melekat erat.
Sehingga mereka bisa juga dinominasikan dalam kategori the real jomblo.
Seperti lirik lagu saykoji:
“Malam minggu dia melongok
Soal cewek dia dongok
Tapi dia bukan homo
Dia cuma seorang jomblo.”
Perlu kesabaran tingkat tinggi apabila orang yang punya gebetan orang introver, karena turun sk or surat keputusannya lama bener. Disini perlu kesabaran yang benar-benar sabar, bar, bar, bar en moga-moga gak bubar.
“Sungguh jika memulai kesabaran adalah pahit rasanya, maka sungguh buah yang dipetik adalah manis rasanya .”
Apabila ada orang yang benar-benar ngefans dengan orang introver dan dengan sabar menunggu jawaban dan gak tahu kapan diberikan jawabannya, maka orang tersebut dan orang introver sudilah membaca sajak karya Oka Rusmini yang berjudul:
“Euforia”
Mungkin kita memang tidak memerlukan pertemuan lagi
Atau kau mulai takut menyentuh api yang terus tumpah dalam bola mataku?
Katamu:
Aku menginginkan kau tumbuh jadi pohon. Daunmu yang lebat akan menyumbat gigil yang terus berderak dalam tubuh. Di luar terlalu dingin. Tak ada manusia yang bisa kuajak bicara. Tak ada matahari mau melepas potong tubuhnya. Jangan pernah pergi. Mari lemparkan ranting-rantingmu yang rimbun. Mungkin aku bisa kembali hidup.
Di sebuah ruang penuh orang-orang. Kau melindap tak berani menangkap bola mataku. Aku telah menggantung kata-kataku di setiap sudut jalan-jalan kota yang padat. Mungkin bisa memanggilmu berpaling. Di rel-rel kereta tua aku melepas pikiran-pikiranku, mungkin dia akan berbiak, menempel di dinding kereta. Bila kau duduk kau bisa mengulitinya, membawanya pulang. Aku juga menyelipkan lagu-lagu cinta, karena tak ada suara yang bisa keluar dari mulutku. Kau telah menyumbatnya.
Katamu:
Aku lelaki yang tidak memiliki kata-kata. Kau makin jauh. Aku melihat ombak besar melumatmu. Aku pernah berlari dengan perahu dan jaring. Mungkin bisa kusematkan kau di keping tubuhku. Tapi kau terus mengikuti ombak. Kau mungkin telah hilang. Kenapa kau kembali?
Aku pernah jatuh cinta pada patung air yang kau sembunyikan di detak jantungmu. Kau memanggil kerumunan anak-anak yang sedang bermain. Sambil menggengam tanganku. Aku tak memiliki garis tangan, lalu kau menyuruh sepasang anak yang sedang berkasih-kasihan untuk mengambil taji.
Katamu:
Mana tanganmu. Aku akan menuliskan namaku di urat tanganmu.
Mungkin tidak lagi pernah kau impikan pertemuan. Ketika aku mulai rajin mengirimi bunga, daun-daun kering. Sambil mengingat berapa usiamu kini. Kadang kucuri suaramu. Lalu kuselipkan diseluruh lubang telingaku. Mungkin aku bisa mengenang rasa takutmu.
Katamu:
Aku tak ingin kehilanganmu
Aku pernah jatuh cinta pada patung air itu. Ketika malam, kukirimi bangkai bunga. Kau melempar akar wangi padaku. Kau tidak pernah berkata-kata lagi. Selalu gelap. Dingin. Mungkin memang tidak pernah kau inginkan pertemuan lagi. Tapi aku masih mendengar suaramu yang parau menyanyikan lagu-lagu cinta penuh ragu. Kelak bila aku bisa mengumpulkan huruf-hurufku yang tanggal akan kukirimi kau sebuah rahasia yang terus membuat denyut didalam darahku. Atau kau ingin mengambil namamu di telapak tangan yang pernah kau goreskan.”
Apabila sudah coba merenungkan isi dari puisi diatas dan masih tetap menunggu orang introver, maka untuk dapat menghibur diri para “introver fans club’s”, doa ini patut dicoba,
Ya Tuhan, kalau memang dia jodohku, dekatkanlah.
Tapi kalau bukan jodohku, jodohkanlah.
Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh.
Ya Tuhan, kalau dia tidak bisa dijodohkan denganku,
Jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
Biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku.
Dan saat dia tidak memiliki jodoh,
Jodohkanlah kami kembali.
Ya Tuhan, kalau dia jodoh orang lain,
Putuskanlah, jodohkanlah kami kembali.
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
Biar orang lain itu ketemu jodoh dengan yang lain.
Dan kemudian jodohkanlah kembali denganku.
Amin.
b.Pendiam
Karena tidak suka berinteraksi dengan orang lain dan suka dengan kesunyian maka orang introver ini lebih suka berdiam diri.
Bilapun ada yang berbicara dia lebih senang sebagai pendengar yang baik. Jadi untuk bicara saja susah apalagi talk about love. Bagi mereka yang perlu talk about love, perlu skenario tersendiri untuk dapat mengatakannya, entah dengan tulisan via sms, chating, ataupun e-mail. Tapi biasanya orang introver menggunakan ilmu kebatinan jadi apabila mereka diam diwajibkan pihak lawan bicaranya harus sudah mengerti apa yang dibicarakannya tanpa perlu mereka berkata sedikitpun.
“Hatiku, rahasiakanlah cintamu dan sembunyikan rahasia itu dari orang-orang yang kau temui, maka kau akan memiliki keberuntungan yang lebih baik.”
Karena diamnya mereka membuat orang merasa bahwa mereka merupakan orang-orang yang tidak mempunyai perhatian atau bagai manusia yang tidak punya hati or kurang sensitif. Padahal bila ditilik lebih lanjut setiap manusia mempunyai hati dan perasaan tapi seberapa besar yang bisa diperlihatkan pada orang lain, itu yang harus dipertimbangkan. Mungkin dengan berpikir secara positif kita bisa mengartikan diamnya orang introver. Cerita dibawah ini bisa sebagai bahan renungan.
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam memciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami, telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut.
“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan.”
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya,”Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,”Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya.”
“Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”
Dia termenung dan akhirnya berkata,”Saya akan memberikan jawabannya besok.”
Hati saya gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan coret-coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan……………………………………
“Sayang, saya tidak bisa mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan membacanya.
“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor. Saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”
“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”
“Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi. Saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”
“Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”
“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”
“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika tua nanti, saya masih dapat menolongmu mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”
“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.”
“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena saya, tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.”
“Sayangku, saya tahu, ada banyak orang bisa mencintaimu lebih dari dari saya mencintaimu.”
“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki dan mata yang lain yang dapat membahagiakanmu.”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
“Dan sekarang sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita. Saya sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”
“Dan jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta. Kita idak pernah tahu apakah orang introver mencintai seseorang karena kita tidak tahu juga apakah cinta yang diberikan sesuai yang diinginkan seperti lazimnya. Karena bisa jadi cinta yang diharapkan hadir dalam wujud yang lain yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Cos cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.
Tapi tidak semua orang dapat berpikir positif kepada orang introver dan sebagian besar kebayakan orang berpikir negatif. Sehingga apabila mempunyai teman seorang introver harus mempunyai indra ke enam, ke tujuh ataupun ke delapan. Untuk mengetahui perasaannya tidak akan pernah tahu sehingga menimbulkan negthing. Jadi apabila ingin mengetahui jawaban dari orang introver about love, hanya bisa berharap-harap.
“Kembangkan harapan untuk menghilangkan ketakutan dan kecemasan.”(Johann Wolfgang Von Goethe)
Mengharapkan sesuatu yang baik terjadi pada diri, bukanlah sesuatu yang kuno atau sentimentil. Harapan adalah sesuatu yang memungkinkan menentukan kemalangan dan keberuntungan diri pada masa mendatang. Hal ini bukan berarti harus selalu menggantungkan diri pada harapan semata. Namun diatas semua itu harapan akan senantiasa mendekatkan pada suatu kenyataan yang diinginkan.
“Bagaimanapun juga berharap lebih baik daripada
berputus-asa.”(Johann Wolfgang Von Goethe)
***Harapan
Segala sesuatu mengintai dan memendarkan harapan.
Mengharapkan sesuatu yang baik terjadi pada diri kita bukanlah sesuatu yang kuno atau sentimentil.
Harapan adalah sesuatu yang memungkinkan kita menentukan kemalangan dan keberuntungan pada masa mendatang.
Hal ini bukan berarti kita harus menggantungkan diri pada harapan semata.
Namun diatas semua itu.
Harapan akan mendekatkan kita pada suatu kenyataan yang kita inginkan.
“Jangan menyerah”adalah ungkapan yang paling tepat untuk selalu menciptakan harapan.
So apabila jatuh cinta terhadap orang introver, dan merasa lelah menunggu dan merasa disakiti, dikecewakan ataupun ditinggalkan, pesannya mungkin” cintailah mereka yang ada dalam hidup anda tanpa pamrih.” “Terimalah mereka apa adannya dan terimalah apa yang ingin mereka berikan tanpa prasangka apapun”.
“ Cinta ketika dicari adalah rasa sakit diantaranya tulang dan daging, hanya jika masa muda, telah berlalu, rasa sakit itu memperkaya jiwa dan kepedihannya menambah pengetahuan.”
Kemungkinan lain pesannya adalah “jangan biarkan tindakan orang lain menghancurkan harga diri anda”. Pesen ini berlaku bagi siapa saja tidak hanya untuk orang introver semata. Jika lelah menunggu mungkin dapat menghayati puisi karya Ngarto Februana,
Penantian
Kini sudah saatnya
Berhenti menghitung hari yang tak bertepi
Telah lama kutelusuri pasir pantai
Ku tinggalkan jejakku disana
Kucari bayangmu di batas cakrawala diatas garis laut
Kucari merdu suaramu diantara debur ombak
Yang menggulung pasir pantai, karang dan debur ombak
Saksi penantianku
Kini sudah saatnya berhenti
Menghitung hari yang tak bertepi
Telah lelah aku menanti
Kuputuskan; biarlah aku sendiri
Karena ternyata kau bukan untukku
Kini sudah saatnya menghitung hari
Kulambaikan tanganku sambil mendekap dada yang terluka
Selamat tinggal sayang, tak kuharap kau kembali
Atau menyimak lirik lagu kahitna biarpun hati sakit tambah perih toh hidup tetap harus dinikmati. Yuuuk!
“Biar aku yang pergi, bila tak juga pasti
Adakah selama ini aku cinta sendiri
Biar aku menepi, bukan lelah menanti
Namun apalah artinya cinta pada bayangan.
Pedih aku rasakan kenyataannya, cinta tak harus selalu miliki.”
c.Pemalu
Sebenarnya takut, pendiam dan pemalu adalah satu paket yang saling menguatkan satu sama lain yang mengukuhkan menjadi orang introver. Seorang berkembang menjadi pemalu bila ketidakpastian yang umum ini ditunjang oleh berbagai pengalaman yang menyebabkan dirinya luar biasa terluka dan terhina.
“Kata orang ketidaksempurnaan membuat manusia hampa dan kehampaan membuatnya riang tanpa beban. Mungkin hal itu benar bagi mereka yang terlahir mati dan hidup seperti mayat berjalan.”
Bagaimana membicarakan soal cinta apabila terlalu malu dengan dirinya sendiri. Dia ingin membicarakan soal cinta ataupun menyatakan cinta pada seseorang. Tapi mulutnya terkatup rapat atau dengan menggunakan suatu isyarat-isyarat yang tidak diketahui sehingga membuat orang mengira –ira.seperti puisi Hati La la la by Steny Agustaf:
Setiap saat La La La
Aku bernyanyi La La La
Akan selalu ada rasa La La La
Karena kamu aku ada, La La La
Mengapa sukar tuk ucap La La La?
Tak semua yang aku La dapat terucap La La La
Rasakan yang terdalam, karena sungguh La La La
Mendorong ucapku untuk La La La
La La La (berarti "...")
Orang-orang tipe seperti ini secara tidak normal tidak menonjolkan diri. Mereka berbicara sedikit dan apa yang mereka katakan biasanya tidak tuntas. Keinginan mereka untuk mendapatkan teman menunjukkan kepuasan yang mereka rasakan manakala orang lain bersusah payah untuk mencari mereka, atau memberi mereka sedikit pujian.
“Sebaik-baiknya teman adalah orang yang dipercaya dan membuat merasa tenang dengannya membantu kesulitan serta ikut prihatin dengan kegelisahan dan pandai menyimpan rahasia.”
Mungkin diperlukan kursus pengembangan diri untuk orang introver ini. Atau bisa juga apabila mereka mengalami suatu pengalaman pahit yang menimbulkan luka dihati yang teramat dalam, malah bisa merubah prilaku orang introver menjadi ekstrover, who know’s? Kesulitan tidak akan begitu sulit jika diatasi sedikit demi sedikit. Selain itu semakin cepat menyadari hikmah dari pengalaman itu, semakin mudah untuk menghadapinya.
” Manusia tidak dapat memperoleh cinta kecuali setelah mengalami kesedihan dan perihnya perpisahan, kesabaran yang pahit dan rintangan yang membuat putus asa.”
d.Jaga Imej
Dikarenakan orang introver adalah suatu komunitas yang asing dan dianggap aneh oleh sebagian orang maka mereka selalu menjaga imej. Jadi apabila ada yang falling in love dengan orang introver, mereka akan berlagak sok cool, sok iyes en sok idih karena merasa ada yang menaruh rasa pada mereka. Mereka ini orang yang terlalu lama menggantung keputusan. Segala sesuatu harus dipikir dengan matang dan jangan satu pun terlewatkan, mereka bukan orang yang tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Diperlukan semedi dan puasa empat puluh hari empat puluh malam, dan sesajen yang cukup jangan sampai kekurangan kemenyan. Selain itu waktu yang dibutuhkan juga suangat lama untuk memikirkan keputusan tersebut.
“ Orang yang tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat tidak dapat melaksanakan keputusannya dengan tepat.”(Aura)
Ada yang bisa dua tahun atau sampai empat tahun. Pesan yang bisa disampaikan ada dua opsi. Pertama apabila anda yakin orang introver adalah memang soulmate anda tunggu sampai dia memberikan keputusan walau perlu waktu lama. Kedua jika anda ragu orang introver adalah jodoh anda, cepat-cepat tinggalkan en cari yang lain, cos langit masih biru en dunia belum berakhir. Untuk orang introver apabila dia menyukai seseorang tapi karena terlalu lama dalam mengambil keputusan sehingga gebetannya sudah disamber orang lain, maka tidak masalah baginya walau mungkin adalah sedikit kecewa tapi tidak begitu diperhatikan olehnya.
“ Cinta tidak bisa diam selamanya pada suatu tempat, karena cinta tidak pernah berjanji untuk memasukkan satu nama dalam satu hati. Cinta selalu menerima siapa saja yang layak mendapat cinta, tapi cinta tetap saja akan mengalirkan air mata.”
Mereka begitu pasrah dengan yang ada, sehingga menjadi moto “syukur ada, gak ada ya, gak pa-pa.”
” Cinta bukan hanya sekali, tapi cinta bisa saja berpindah dari satu orang lain ke orang lainnya. Bila ditinggalkan cinta percayalah akan ada yang akan menyambut dengan lebih mesra.”
Memang seorang introver nrimo, tapi dalam kepasrahannya itu ada sebagian yang yakin en percaya bahwa pada suatu saat ia akan mendapatkan yang terbaik dengan doa seperti ini,
Aku tahu bahwa aku telah mempercayai suatu kebohongan dalam pemikiran, bahwa aku ditolak oleh siapapun.
Aku tahu bahwa aku sangat diinginkan oleh siapapun yang akan memenuhi cita-cita atau idealku.
Aku tahu bahwa dia tidak akan pernah menemukan kebahagiaan sejati dan abadi, sampai dia menemukannya dalam diriku.
Dia membutuhkan aku sebagaimana aku membutuhkan dia.
Tak satupun memberikan manfaat satu pihak kepada yang lain.
Masing-masing memberi dan masing-masing menerima.
Tuhan mengeahui dimana masing-masing dari diri kami
berada hari ini.
Dia bahkan sedang menggerakkan kami diatas papan catur kehidupan.
Sehingga kami akan bertemu dan kami akan mengenali
satu sama lain.
Aku biarkan semua ketegangan lenyap.
Menyerahkan seluruh tanggung jawab atas penemuan itu
kepada Tuhan.
Aku tahu bahwa kami akan tahu satu sama lain ketika kami bertemu.
Bahwa aku tidak bersaing dengan siapapun untuk mendapatkan seseorang ini dan dia tidak bersaing dengan siapapun untuk mendapatkan aku.
Dia membutuhkanku, menginginkanku, mencintaiku dan semua emosi ini juga kuberikan kepadanya.
Aku serahkan seluruh situasi ini kepada Tuhan.
Dan aku berterima-kasih atas terjadinya situasi ini.
Bahkan sebelum aku melihat perwujudannya.
e.Keraguan
“ Orang yang ragu-ragu lebih banyak melihat
ketidakmungkinan.”(Renungan)
Sifat ini sering ditemui pada orang introver pada waku mengambil keputusan untuk segala hal, apalagi tentang love. Ragu dalam diri mereka adalah sebuah penyakit jiwa dari berbagai sudut pandang. Ia menyerang korbannya dan bercokol dalam kepribadiannya hingga tak ada satu bagian pun dari tubuh atau akal penderitanya yang bisa selamat. Apabila keraguan telah menghinggapi pikiran orang introver maka mereka akan sulit untuk lepas dari cengkraman mautnya, karena keraguan itu akan selalu berada dalam alam pikiran siang dan malam dan tak akan pernah lepas. Keraguan akan membisikkan di telinganya pikiran-pikiran beracun yang menghalangi untuk beristirahat dan berpikir jernih. Keraguan adalah sumber utama bagi kebanyakan rasa letih yang dapt menguasai urat syaraf orang introver.
“Orang bimbang jarang meraih peluang.”(Renungan)
Karena keraguan tersebut orang introver susah untuk membuat keputusan misalkan untuk memberi jawaban kepada orang yang telah menyatakan persaannya, mereka perlu pertimbangan yang lebih mendalam, mereka ragu untuk memberi jawaban antara iya dan tidak. Dan akhirnya mereka akan diam sehingga orang yang menanti jawaban en hanya bisa bersabar kadang kalau sudah gak sabar, cobalah membaca karangan Doni_Syn yang berjudul:
“Ketidakpastian”
Satu sisi menghadirkan iya
Namun satu sisi menghadirkan tidak
Akankah berakhir semua ketidakpastian
Walaupun rasa itu menggelora
Jika keberanian hanya sepenggal semangat
Apalah mau dikata
Meski semua dijalani kini
Namun orientasi untuk itu hanya basa-basi
Wujud namun samar
Bahaya itu akan hadir
Salah satu akan tersakiti itu pasti
Namun jika keduanya………………
Tidak sekedar saling memiliki
Tapi menjaga kedua hati
Keutuhan akan terwujud
Bukan khayalan ataupun samar namun pasti
Dan kalau sudah terlalu jenuh, letih, lelah dan lesu maka orang tersebut akan menghibur diri dengan menyanyikan lagi dari Nidji
“Yakinkan aku Tuhan dia bukan milikku
Biar waktu, waktu hapus aku
Sadarkan aku Tuhan dia bukan milikku
Biar waktu, waktu hapus aku
f.Berdusta
Sebenarnya berdusta rata-rata merupakan sifat semua orang untuk menutupi kekurangannya atau menyelamatkan mukanya dari suatu yang bisa menyebabkannya celaka baik itu suatu masalah ataupun menghindarkan dari aib. Begitu pula dengan para introver berdusta atau berbohong adalah merupakan senjata ampuh untuk menutupi kekuranga yang ada pada dirinya.
“ Pengecut membebaskan diri dari segala kesulitan dengan berbohong.”(Pribahasa)
Kebanyakan mereka hanya pintar untuk membicarakan sesuatu tapi dalam kenyataannya tidak ada yang dihasilkan olehnya. Jika ditagih mereka akan membuat seribu alasan yang gak jelas alias ngeles.
” Yang hendak melakukan mencari jalan yang tidak hendak melakukan mencari alasan.”(Aura)
Diatas adalah sebagian kecil dari sifat-sifat orang introver dalam hal cinta. Tidak diketahui penyebab yang sebenarnya, mengapa mereka terlalu lelet dalam mengambil keputusan dan perlu pemikiran yang panjang untuk masalah ini. Ada suatu pertanyaan yang mungkin bisa membuat mereka sadar walau hanya sekian persen akan sangat membantu.
“Seandainya kamu akan mati segera dan hanya punya waktu untuk menelepon satu kali, siapakah yang akan kamu telepon dan apa yang kamu katakan? Dan mengapa kamu masih menunggu (Stephen Levine).”
Ada sebuah cerita dari e-mail seorang teman yang bisa untuk sebuah pemikiran
If yOu LoVe SoMeOne ...
Cukup panjang, tapi bagus juga untuk direnungkan
Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 th. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki-laki lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya. Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu.
Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya.
Dia sangat pendiam... dia hanya mendengarkan apa yang saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya tentang apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman-teman yang berbeda tapi ketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicara tentang apa yang terjadi di sekolah.
Suatu hari, saya bercerita kepadanya tentang anak laki-laki yang saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya.... Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres. Dia memberikan kata-kata yang mendukung dan membantu saya untuk melupakannya.
Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yang lainnya dari dirinya yang saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.
Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yg lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri-sendiri,
sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yang menjadi pasangannya. Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya.
Malam itu adalah kesempatan terbesar yang saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap-cakap tentang cita-cita kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita tentang impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yang dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.
Saya pulang ke rumah dengan terluka karena saya tidak mengatakan perasaan saya yang sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa
saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama-sama dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yang sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari ia pergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi... saya menyimpan perasaan saya untuk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dengan pesawat.
Saya menangis ketika saya memeluknya karena saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis.Saya merasa terluka karena saya tidak mengatakan apa yang ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sabagai sekretaris dan akhirnya menjadi seorang analis komputer. Saya sangat bangga dengan prestasi saya.
Suatu hari saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yg bersamaan.
Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar. Saya bertemu dengan pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya.
Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang-senang malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yang ada di hati saya.
Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yang tepat. Sebelum saya berangkat... tiba-tiba dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dengan saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New York.
Kehidupan saya harus terus berjalan. Tahun-tahun berlalu... kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yang terjadi dan bagaimana dia merindukan untuk berbicara dengan saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun
saya telah menulis 6 surat kepadanya..
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba-tiba saya menerima sebuah catatan kecil yang mengatakan : “Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap-cakap”
Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan untuk bernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya tentang perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi... Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa tentang apa yang telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yang sesungguhnya kepadanya.
Hari-hari berikutnya... dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji utk menemui saya
setiap kali dia mendapat libur.
Saya tak dapat menunggu saat dia datang sehingga saya dapat bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.
Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yang telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini
Sekarang saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman. Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya-tanya mengapa
hal ini bisa terjadi terhadap seseorang yang begitu baik seperti dia? Saya mengumpulkan barang-barang saya dan pergi ke New York untuk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia. Apapun yang dia kerjakan...tidak bisa membuat suaminya bahagia sepert saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu-satunya yang diberikan kepada saya adalah sebuah diary.
Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir... Mengapa ini diberikan kepada saya? Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika saya di pesawat, saya teringat saat-saat indah yang kami
miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari
pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut untuk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali-kali, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dengan yang lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.
Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami.
Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat-saa terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yang saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, “Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya “
Itu adalah hari dimana dia meninggal. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yang sesungguhnya ada dalam hatinya.
Jika engkau mencintai seseorang, “JANGAN TUNGGU ESOK HARI
UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA”
karena esok hari itu... mungkin takkan pernah ada..
Dalam soal cinta ini harusnya orang introver sadar bahwa mereka mempunyai pilihan antara benar-benar hidup atau semata-mata hidup. Mencari pekerjaan adalah risiko. Menyeberang jalan adalah risiko. Memulai bisnis adalah risiko. Makan di restoran adalah risiko. Menjalin hubungan dengan seseorang sampai dengan mengatakan perasaan kepada seseorang pun adalah suatu risiko yang harus dijalani dalam hidup ini. Masih banyak lagi hal-hal yang lebih berisiko daripada sekedar mengatakan. I love u. Hidup adalah risiko. Karena itu mari memanjat dahan dan memetik buahnya.
“ Genta bukanlah genta sebelum digemakan, lagu bukanlah lagu sebelum dinyanyikan, cinta bukanlah cinta sebelum dipersembahkan.”(Pribahasa Itali)
Beberapa orang introver mungkin ada yang takut menyatakan cinta, karena takut ditolak. Pesannya jadilah seorang ksatria sejati. Ambil risiko katakan cinta, mengapa harus peduli apakah cinta diterima atau ditolak. Apabila seseorang memberikan cintanya berarti dia harus iklas tanpa syarat, seandainya pun ditolak jangan merasa kecewa. Bisa juga membaca karangan Hotmian Naro yang berjudul:
“Cinta Tak Terbalas”
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang,
Bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu,
Jangan mengharapkan balasan cinta,
Tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya,
Tetapi jika tidak berbahagialah,
Karena cinta tumbuh dihatimu.
Atau anggaplah seperti memegang setangkai bunga mawar. Ia memang harum,tapi berhati-hatilah memegangnya. Letakkan di telapak tangan yang terbuka. Jangan genggam dengan erat karena durinya akan menusuk. Semakin memegangnya dengan erat akan sangat menyakiti.. Cukup letakkan pada telapak tangan yang terbuka. Ibaratkanlah seperti memegang setangkai bunga mawar apabila mengatakan cinta pada seseorang.
“Cinta adalah mengasihi seseorang yang melebihi dari mengasihi diri sendiri, berhasil atau gagal, agung atau hina, cinta merupakan dua hati yang berpadu menjadi satu, walau langit runtuh, bumi pecah belah, cinta tetap kekal abadi tanpa memudar sepanjang masa (Hans Jaladara).”
Seseorang yang takut akan menggunakan tipu muslihat, seorang pengecut tidak bisa menjadi pecinta.
“ Tidak tersedia tinta emas untuk mencatat sejarah pengecut.”(Pribahasa)
Jalan cinta diperuntukkan bagi para ksatria, para pemberani. Buanglah jauh-jauh rasa takut yang menghantui dan jadilah seorang pemberani.
CINTA SANG INTROVER
“Cinta adalah seekor burung cantik berharap ditangkap tapi menolak untuk disakiti”.
Para introver rata-rata kurang memikirkan tentang cinta karena terlalu sibuk memikirkan dirinya sendiri entah itu soal keluarga ataupun pekerjaan. Mungkin dari mereka ada yang mengetahui bahwa penyebab penderitaan hidup manusia adalah cinta.
***Cinta dan Penderitaan
Sang Budha mengajarkan bahwa penyebab utama penderitaan itu,
Karena kita terikat atau mengikatkan diri pada barang atau benda duniawi.
Cinta membawa kita pada derita ketika kita kehilangan orang yang kita cintai.
Kita menjadi merasa sengsara saat kehilangan harta yang kita jaga.
Jadi supaya terhindar dari penderitaan maka kenalilah apapun yang bisa membawa kesengsaraan.
Mungkin hal itu akan makan waktu yang cukup lama.
Tapi dengan melepaskanmu dari rasa itu,
Akan meringankan dirimu dari beban penderitaan.
Oleh karena itu orang introver enggan berhubungan suatu kata yang dinamakan cinta, itupun dengan catatan kalau tidak kepepet banget.
” Orang yang pantas mendapatkan cinta adalah orang yang mempersembahkan kemurahan hatinya, mengekang kejahatannya dan menampakkan wajah berseri.”
Kebanyakan dari mereka adalah jombloers, ada yang sama sekali takut pada lawan jenis or ada yang sudah berani tapi selalu gagal karena kurang pengalaman dan strategi yang kurang pas untuk diterapkan. Ada juga yang cuma ot omong thok/ lip service jadi dia hanya bisa bicara sana-sini tapi kenyataannya gak ada.
“ Berhentilah berbicara dan lakukanlah tindakan nyata.”(Aura)
Mungkin juga karena mereka jarang ditemui sehingga ada yang merasa kegantengan atau ada yang malah minder. Tapi kebanyakan apabila baru kenal terlalu sopan jadinya jaga imej banget. Mereka mencoba melakukan dengan benar agar segala sesuatunya sempurna untuk menutupi sifat malu yang dideritanya.
“Hanya ada satu sudut pandang di dalam alam semesta ini yang pasti bisa anda perbaiki yaitu diri anda sendiri.”(Anthisthenes)
Pada orang introver sebagian merasa nyaman berhadapan dengan teman dari sesama jenis tetapi gugup kalau dengan teman dari lawan jenis. Ini disebabkan karena faktor jenis kelamin bawah sadar yang memanifestasikan diri dalam berbagai cara yang menyakitkan. Kalau seorang laki-laki mempunyai ibu yang dominan, dia akan cenderung gugup menghadapi perempuan.
Kalau seorang perempuan dibuat merasa kurang penting dibanding saudara laki-lakinya dia cenderung merasa rendah diri dengan tidak nyaman terhadap laki-laki.
“ Perempuan dan burung mampu melihat tanpa memutar kepala mereka, dan sungguh itu suatu anugrah yang sangat penting, karena mereka berdua dikelilingi oleh banyak musuh.”
Ada berbagai alasan orang introver yang menyebabkan tidak begitu memikirkan tentang cinta dan hal itu memang kurang diperhatikan karena sifat-sifat mereka yang susah untuk dirubah jika bukan karena keinginan mereka sendiri. Sifat-sifat itu antara lain:
a.Takut
Ini adalah sifat yang paling menonjol pada diri introver.
“ Rasa takut merupakan penghalang seseorang dalam menemui siapa yang dicintainya.”
Rasa takut dalam setiap kondisi tidak lain adalah dampak dari perasaan orang introvert yang tidak mampu menghadapi situasi tertentu yang dilihat dalam bayangan mereka sendiri sebagai sesuatu yang berbahaya. Apa yang dianggap sebagian orang sebagai indra ke enam, yaitu perasaan takut dan benar-benar terjadi seperti apa yang mereka takutkan.. Ketakutan mereka terlalu berlebihan dan tanpa alasan yang jelas. Jangankan takut ditolak cintanya untuk mengatakannya saja, mereka sudah ambil langkah seribu alias gak berani.
“ Dicintai secara mendalam oleh seseorang memberi anda kekuatan; mencintai seseorang secara mendalam memberi anda keberanian.”
Anehnya mereka terkadang menyatakan bahwa mereka menderita rasa cemas tapi mereka tidak mengakui bahwa mereka juga menderita rasa takut.
“Sebuah cerita yang memberi pelajaran baru setiap kali dibaca. Di India ruh melintasi orang tua yang duduk dibawah pohon.
Orang tua : Kemana engkau akan pergi?
Ruh :Ke Benares untuk membunuh seratus orang
Kemudian orang tua itu mendengar bahwa di Benares sepuluh ribu orang telah mati. Lalu ruh itu melintas lagi saat perjalanan pulang.
Orang tua : Engkau berbohong, engkau berkata engkau akan membunuh seratus orang.
Ruh : Aku membunuh seratus orang. Ketakuatan membunuh yang lainnya.”
Sebenarnya untuk mengatakan mereka seorang pengecut or pecundang sangat tidak etis. Biasanya mereka tidak terima dikatakan sebagai pengecut tapi bagaimana lagi memang itu kenyataan yang terjadi di lapangan..
“Pengecut itu mengancam pada waktu ia sendiri selamat.”(Johann Wolfgang von Goethe)
“Pekerjaan pengecut adalah mencurigai segalanya.”(Pribahasa)
Untuk menghindari istilah yang diberikan kepadanya, mereka rajin mengikuti bimbingan konseling di perkumpulan Ijo Lumut ( Ikatan Jomblo Lucu dan Imut), tapi tidak membuahkan hasil. Bahkan mereka merupakan partisipan, mungkin juga pengurus dalam Partai Jomblo Indonesia, yang mempunyai visi dan misi seperti ini di bawah ini:
Partai Jomblo Indonesia
PARTAI JOMBLO INDONESIA. NO 50
Semboyan : “jomblo itu pedih jendral … !!”
Partai ini sebenarnya sudah ada sejak jaman baheula,
dikarenaken orang-orangnya yg sibuk mengejar karir,
ataupun kalah sistem seleksi alam ataupun terkena
dampak rolek (resiko orang jelek) delele. Kami memberi
buketi bukan janji, soalnya janji lagi jalan-jalan, Bu
Keti ajah yang ada dirumah.
Kami PJI akan berusaha memperjuangkan aspirasi kawula
muda yang rata-rata tersingkirkan oleh seleksi alam
dalam mencari jodoh. Kami bukanlah produk orde baru
maupun orde lama, kami memiliki grassroot yang sangat
kuat, cuman kadang-kadang kepentok masalah dana pas
tanggal tua,
Kami siap berafiliasi dengan partai manapun sepanjang
mereka tidak mengisolasi kaum jomblo yang mayoritas
ini, kami tidak korupsi, sedikit kolusi cincay-cincay
an, dan yang pasti nepotisme, … namanya juga usaha
coy.
Kami akan berusaha sekuat tenaga agar battle of sexes,
standar ganda delele agar dihilangkan dari bagian
pencarian pasangan, karena hal ini dapat menimbulkan
ketidakpastian dan ketidak jelasan dalam suatu
hubungan. Kami agar mendukung poligami karena
ketidakseimbangan jenis kelamin yang tersedia saat
ini.
Kami mencari dana dengan cara halal, tidak menjual
diri, hanya kadang-kadang menggadaikan tape radio buat
malem mingguan, jualan kaos biar bisa kencan berduaan
dan kadang-kadang ngamen biar bisa beliin yayang kaos
idaman.
Resolusi kami :
1. Kami tidak pernah menyepelekan janda maupun gadis,
kami menerima semua aspirasi dan kasih sayang mereka.
2. Kami tidak membedakan jenis kelamin semboyannya
kasih sayang diatas segalanya.
3. Jika ada salah satu dari anggota caleg kami mendua,
kami siap dipecat.
4. Kami telah menyelamatkan 50juta jomblo terlantar,
dan dengan bantuan anda menjadi partisipan kami,
mungkin akan lebih banyak lagi jomblo-jomblo yang
selamat dari kepunahan.
5. Logo kami monyong putih memang kurang begitu
aspiratif, tapi itu bermakna sangat dalam dimana
monyong merupakan perwakilan dari rasa dan karsa kami
yang kurang mendapatkan kasih sayang. Inga inga coblos
monyong putih, jangan monyong item karena eh karena
monyong item teh kebanyakan makan oncom.
Kami adalah teman wong jomblo :
11.03.03
Kami menyelamatkan 50 jomblo yang mengejar ngejar
seekor kuda nil gara desperate, membimbing mereka
kembali kejalan yang benar agar bisa membedakan bahwa
walaupun kuda nil itu sama-sama mamalia, tapi hasil
persilanganya akan menghancurkan umat manusia.
12.05.03
Kami mengembalikan dana siluman sebesar 50milyar,
karena kami merasa uang monopoli itu bukan hak kami,
kami hanya mengharapkan dana umum dan kesempatan,
apalagi kalo lewat start dapet 2000.
08.09.03
Dua orang caleg kami mengundurkan diri dari kabinet
gotanggotong karena merasa bertanggung jawab dengan
meningkatnya kadar jomblo yang memiliki Ph lebih dari
0,05 % sehingga terpaksa memakai deodoran yang
berlebihan. (ketawa.com).
Dengan masuk dalam kepengurusan PJI maka sifat jomblo mereka yang nempel dalam dirinya akan terus melekat erat.
Sehingga mereka bisa juga dinominasikan dalam kategori the real jomblo.
Seperti lirik lagu saykoji:
“Malam minggu dia melongok
Soal cewek dia dongok
Tapi dia bukan homo
Dia cuma seorang jomblo.”
Perlu kesabaran tingkat tinggi apabila orang yang punya gebetan orang introver, karena turun sk or surat keputusannya lama bener. Disini perlu kesabaran yang benar-benar sabar, bar, bar, bar en moga-moga gak bubar.
“Sungguh jika memulai kesabaran adalah pahit rasanya, maka sungguh buah yang dipetik adalah manis rasanya .”
Apabila ada orang yang benar-benar ngefans dengan orang introver dan dengan sabar menunggu jawaban dan gak tahu kapan diberikan jawabannya, maka orang tersebut dan orang introver sudilah membaca sajak karya Oka Rusmini yang berjudul:
“Euforia”
Mungkin kita memang tidak memerlukan pertemuan lagi
Atau kau mulai takut menyentuh api yang terus tumpah dalam bola mataku?
Katamu:
Aku menginginkan kau tumbuh jadi pohon. Daunmu yang lebat akan menyumbat gigil yang terus berderak dalam tubuh. Di luar terlalu dingin. Tak ada manusia yang bisa kuajak bicara. Tak ada matahari mau melepas potong tubuhnya. Jangan pernah pergi. Mari lemparkan ranting-rantingmu yang rimbun. Mungkin aku bisa kembali hidup.
Di sebuah ruang penuh orang-orang. Kau melindap tak berani menangkap bola mataku. Aku telah menggantung kata-kataku di setiap sudut jalan-jalan kota yang padat. Mungkin bisa memanggilmu berpaling. Di rel-rel kereta tua aku melepas pikiran-pikiranku, mungkin dia akan berbiak, menempel di dinding kereta. Bila kau duduk kau bisa mengulitinya, membawanya pulang. Aku juga menyelipkan lagu-lagu cinta, karena tak ada suara yang bisa keluar dari mulutku. Kau telah menyumbatnya.
Katamu:
Aku lelaki yang tidak memiliki kata-kata. Kau makin jauh. Aku melihat ombak besar melumatmu. Aku pernah berlari dengan perahu dan jaring. Mungkin bisa kusematkan kau di keping tubuhku. Tapi kau terus mengikuti ombak. Kau mungkin telah hilang. Kenapa kau kembali?
Aku pernah jatuh cinta pada patung air yang kau sembunyikan di detak jantungmu. Kau memanggil kerumunan anak-anak yang sedang bermain. Sambil menggengam tanganku. Aku tak memiliki garis tangan, lalu kau menyuruh sepasang anak yang sedang berkasih-kasihan untuk mengambil taji.
Katamu:
Mana tanganmu. Aku akan menuliskan namaku di urat tanganmu.
Mungkin tidak lagi pernah kau impikan pertemuan. Ketika aku mulai rajin mengirimi bunga, daun-daun kering. Sambil mengingat berapa usiamu kini. Kadang kucuri suaramu. Lalu kuselipkan diseluruh lubang telingaku. Mungkin aku bisa mengenang rasa takutmu.
Katamu:
Aku tak ingin kehilanganmu
Aku pernah jatuh cinta pada patung air itu. Ketika malam, kukirimi bangkai bunga. Kau melempar akar wangi padaku. Kau tidak pernah berkata-kata lagi. Selalu gelap. Dingin. Mungkin memang tidak pernah kau inginkan pertemuan lagi. Tapi aku masih mendengar suaramu yang parau menyanyikan lagu-lagu cinta penuh ragu. Kelak bila aku bisa mengumpulkan huruf-hurufku yang tanggal akan kukirimi kau sebuah rahasia yang terus membuat denyut didalam darahku. Atau kau ingin mengambil namamu di telapak tangan yang pernah kau goreskan.”
Apabila sudah coba merenungkan isi dari puisi diatas dan masih tetap menunggu orang introver, maka untuk dapat menghibur diri para “introver fans club’s”, doa ini patut dicoba,
Ya Tuhan, kalau memang dia jodohku, dekatkanlah.
Tapi kalau bukan jodohku, jodohkanlah.
Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh.
Ya Tuhan, kalau dia tidak bisa dijodohkan denganku,
Jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
Biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku.
Dan saat dia tidak memiliki jodoh,
Jodohkanlah kami kembali.
Ya Tuhan, kalau dia jodoh orang lain,
Putuskanlah, jodohkanlah kami kembali.
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
Biar orang lain itu ketemu jodoh dengan yang lain.
Dan kemudian jodohkanlah kembali denganku.
Amin.
b.Pendiam
Karena tidak suka berinteraksi dengan orang lain dan suka dengan kesunyian maka orang introver ini lebih suka berdiam diri.
Bilapun ada yang berbicara dia lebih senang sebagai pendengar yang baik. Jadi untuk bicara saja susah apalagi talk about love. Bagi mereka yang perlu talk about love, perlu skenario tersendiri untuk dapat mengatakannya, entah dengan tulisan via sms, chating, ataupun e-mail. Tapi biasanya orang introver menggunakan ilmu kebatinan jadi apabila mereka diam diwajibkan pihak lawan bicaranya harus sudah mengerti apa yang dibicarakannya tanpa perlu mereka berkata sedikitpun.
“Hatiku, rahasiakanlah cintamu dan sembunyikan rahasia itu dari orang-orang yang kau temui, maka kau akan memiliki keberuntungan yang lebih baik.”
Karena diamnya mereka membuat orang merasa bahwa mereka merupakan orang-orang yang tidak mempunyai perhatian atau bagai manusia yang tidak punya hati or kurang sensitif. Padahal bila ditilik lebih lanjut setiap manusia mempunyai hati dan perasaan tapi seberapa besar yang bisa diperlihatkan pada orang lain, itu yang harus dipertimbangkan. Mungkin dengan berpikir secara positif kita bisa mengartikan diamnya orang introver. Cerita dibawah ini bisa sebagai bahan renungan.
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam memciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami, telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut.
“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan.”
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya,”Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,”Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya.”
“Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”
Dia termenung dan akhirnya berkata,”Saya akan memberikan jawabannya besok.”
Hati saya gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan coret-coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan……………………………………
“Sayang, saya tidak bisa mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan membacanya.
“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor. Saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”
“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”
“Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi. Saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”
“Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”
“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”
“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika tua nanti, saya masih dapat menolongmu mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”
“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.”
“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena saya, tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.”
“Sayangku, saya tahu, ada banyak orang bisa mencintaimu lebih dari dari saya mencintaimu.”
“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki dan mata yang lain yang dapat membahagiakanmu.”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
“Dan sekarang sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita. Saya sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”
“Dan jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta. Kita idak pernah tahu apakah orang introver mencintai seseorang karena kita tidak tahu juga apakah cinta yang diberikan sesuai yang diinginkan seperti lazimnya. Karena bisa jadi cinta yang diharapkan hadir dalam wujud yang lain yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Cos cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.
Tapi tidak semua orang dapat berpikir positif kepada orang introver dan sebagian besar kebayakan orang berpikir negatif. Sehingga apabila mempunyai teman seorang introver harus mempunyai indra ke enam, ke tujuh ataupun ke delapan. Untuk mengetahui perasaannya tidak akan pernah tahu sehingga menimbulkan negthing. Jadi apabila ingin mengetahui jawaban dari orang introver about love, hanya bisa berharap-harap.
“Kembangkan harapan untuk menghilangkan ketakutan dan kecemasan.”(Johann Wolfgang Von Goethe)
Mengharapkan sesuatu yang baik terjadi pada diri, bukanlah sesuatu yang kuno atau sentimentil. Harapan adalah sesuatu yang memungkinkan menentukan kemalangan dan keberuntungan diri pada masa mendatang. Hal ini bukan berarti harus selalu menggantungkan diri pada harapan semata. Namun diatas semua itu harapan akan senantiasa mendekatkan pada suatu kenyataan yang diinginkan.
“Bagaimanapun juga berharap lebih baik daripada
berputus-asa.”(Johann Wolfgang Von Goethe)
***Harapan
Segala sesuatu mengintai dan memendarkan harapan.
Mengharapkan sesuatu yang baik terjadi pada diri kita bukanlah sesuatu yang kuno atau sentimentil.
Harapan adalah sesuatu yang memungkinkan kita menentukan kemalangan dan keberuntungan pada masa mendatang.
Hal ini bukan berarti kita harus menggantungkan diri pada harapan semata.
Namun diatas semua itu.
Harapan akan mendekatkan kita pada suatu kenyataan yang kita inginkan.
“Jangan menyerah”adalah ungkapan yang paling tepat untuk selalu menciptakan harapan.
So apabila jatuh cinta terhadap orang introver, dan merasa lelah menunggu dan merasa disakiti, dikecewakan ataupun ditinggalkan, pesannya mungkin” cintailah mereka yang ada dalam hidup anda tanpa pamrih.” “Terimalah mereka apa adannya dan terimalah apa yang ingin mereka berikan tanpa prasangka apapun”.
“ Cinta ketika dicari adalah rasa sakit diantaranya tulang dan daging, hanya jika masa muda, telah berlalu, rasa sakit itu memperkaya jiwa dan kepedihannya menambah pengetahuan.”
Kemungkinan lain pesannya adalah “jangan biarkan tindakan orang lain menghancurkan harga diri anda”. Pesen ini berlaku bagi siapa saja tidak hanya untuk orang introver semata. Jika lelah menunggu mungkin dapat menghayati puisi karya Ngarto Februana,
Penantian
Kini sudah saatnya
Berhenti menghitung hari yang tak bertepi
Telah lama kutelusuri pasir pantai
Ku tinggalkan jejakku disana
Kucari bayangmu di batas cakrawala diatas garis laut
Kucari merdu suaramu diantara debur ombak
Yang menggulung pasir pantai, karang dan debur ombak
Saksi penantianku
Kini sudah saatnya berhenti
Menghitung hari yang tak bertepi
Telah lelah aku menanti
Kuputuskan; biarlah aku sendiri
Karena ternyata kau bukan untukku
Kini sudah saatnya menghitung hari
Kulambaikan tanganku sambil mendekap dada yang terluka
Selamat tinggal sayang, tak kuharap kau kembali
Atau menyimak lirik lagu kahitna biarpun hati sakit tambah perih toh hidup tetap harus dinikmati. Yuuuk!
“Biar aku yang pergi, bila tak juga pasti
Adakah selama ini aku cinta sendiri
Biar aku menepi, bukan lelah menanti
Namun apalah artinya cinta pada bayangan.
Pedih aku rasakan kenyataannya, cinta tak harus selalu miliki.”
c.Pemalu
Sebenarnya takut, pendiam dan pemalu adalah satu paket yang saling menguatkan satu sama lain yang mengukuhkan menjadi orang introver. Seorang berkembang menjadi pemalu bila ketidakpastian yang umum ini ditunjang oleh berbagai pengalaman yang menyebabkan dirinya luar biasa terluka dan terhina.
“Kata orang ketidaksempurnaan membuat manusia hampa dan kehampaan membuatnya riang tanpa beban. Mungkin hal itu benar bagi mereka yang terlahir mati dan hidup seperti mayat berjalan.”
Bagaimana membicarakan soal cinta apabila terlalu malu dengan dirinya sendiri. Dia ingin membicarakan soal cinta ataupun menyatakan cinta pada seseorang. Tapi mulutnya terkatup rapat atau dengan menggunakan suatu isyarat-isyarat yang tidak diketahui sehingga membuat orang mengira –ira.seperti puisi Hati La la la by Steny Agustaf:
Setiap saat La La La
Aku bernyanyi La La La
Akan selalu ada rasa La La La
Karena kamu aku ada, La La La
Mengapa sukar tuk ucap La La La?
Tak semua yang aku La dapat terucap La La La
Rasakan yang terdalam, karena sungguh La La La
Mendorong ucapku untuk La La La
La La La (berarti "...")
Orang-orang tipe seperti ini secara tidak normal tidak menonjolkan diri. Mereka berbicara sedikit dan apa yang mereka katakan biasanya tidak tuntas. Keinginan mereka untuk mendapatkan teman menunjukkan kepuasan yang mereka rasakan manakala orang lain bersusah payah untuk mencari mereka, atau memberi mereka sedikit pujian.
“Sebaik-baiknya teman adalah orang yang dipercaya dan membuat merasa tenang dengannya membantu kesulitan serta ikut prihatin dengan kegelisahan dan pandai menyimpan rahasia.”
Mungkin diperlukan kursus pengembangan diri untuk orang introver ini. Atau bisa juga apabila mereka mengalami suatu pengalaman pahit yang menimbulkan luka dihati yang teramat dalam, malah bisa merubah prilaku orang introver menjadi ekstrover, who know’s? Kesulitan tidak akan begitu sulit jika diatasi sedikit demi sedikit. Selain itu semakin cepat menyadari hikmah dari pengalaman itu, semakin mudah untuk menghadapinya.
” Manusia tidak dapat memperoleh cinta kecuali setelah mengalami kesedihan dan perihnya perpisahan, kesabaran yang pahit dan rintangan yang membuat putus asa.”
d.Jaga Imej
Dikarenakan orang introver adalah suatu komunitas yang asing dan dianggap aneh oleh sebagian orang maka mereka selalu menjaga imej. Jadi apabila ada yang falling in love dengan orang introver, mereka akan berlagak sok cool, sok iyes en sok idih karena merasa ada yang menaruh rasa pada mereka. Mereka ini orang yang terlalu lama menggantung keputusan. Segala sesuatu harus dipikir dengan matang dan jangan satu pun terlewatkan, mereka bukan orang yang tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Diperlukan semedi dan puasa empat puluh hari empat puluh malam, dan sesajen yang cukup jangan sampai kekurangan kemenyan. Selain itu waktu yang dibutuhkan juga suangat lama untuk memikirkan keputusan tersebut.
“ Orang yang tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat tidak dapat melaksanakan keputusannya dengan tepat.”(Aura)
Ada yang bisa dua tahun atau sampai empat tahun. Pesan yang bisa disampaikan ada dua opsi. Pertama apabila anda yakin orang introver adalah memang soulmate anda tunggu sampai dia memberikan keputusan walau perlu waktu lama. Kedua jika anda ragu orang introver adalah jodoh anda, cepat-cepat tinggalkan en cari yang lain, cos langit masih biru en dunia belum berakhir. Untuk orang introver apabila dia menyukai seseorang tapi karena terlalu lama dalam mengambil keputusan sehingga gebetannya sudah disamber orang lain, maka tidak masalah baginya walau mungkin adalah sedikit kecewa tapi tidak begitu diperhatikan olehnya.
“ Cinta tidak bisa diam selamanya pada suatu tempat, karena cinta tidak pernah berjanji untuk memasukkan satu nama dalam satu hati. Cinta selalu menerima siapa saja yang layak mendapat cinta, tapi cinta tetap saja akan mengalirkan air mata.”
Mereka begitu pasrah dengan yang ada, sehingga menjadi moto “syukur ada, gak ada ya, gak pa-pa.”
” Cinta bukan hanya sekali, tapi cinta bisa saja berpindah dari satu orang lain ke orang lainnya. Bila ditinggalkan cinta percayalah akan ada yang akan menyambut dengan lebih mesra.”
Memang seorang introver nrimo, tapi dalam kepasrahannya itu ada sebagian yang yakin en percaya bahwa pada suatu saat ia akan mendapatkan yang terbaik dengan doa seperti ini,
Aku tahu bahwa aku telah mempercayai suatu kebohongan dalam pemikiran, bahwa aku ditolak oleh siapapun.
Aku tahu bahwa aku sangat diinginkan oleh siapapun yang akan memenuhi cita-cita atau idealku.
Aku tahu bahwa dia tidak akan pernah menemukan kebahagiaan sejati dan abadi, sampai dia menemukannya dalam diriku.
Dia membutuhkan aku sebagaimana aku membutuhkan dia.
Tak satupun memberikan manfaat satu pihak kepada yang lain.
Masing-masing memberi dan masing-masing menerima.
Tuhan mengeahui dimana masing-masing dari diri kami
berada hari ini.
Dia bahkan sedang menggerakkan kami diatas papan catur kehidupan.
Sehingga kami akan bertemu dan kami akan mengenali
satu sama lain.
Aku biarkan semua ketegangan lenyap.
Menyerahkan seluruh tanggung jawab atas penemuan itu
kepada Tuhan.
Aku tahu bahwa kami akan tahu satu sama lain ketika kami bertemu.
Bahwa aku tidak bersaing dengan siapapun untuk mendapatkan seseorang ini dan dia tidak bersaing dengan siapapun untuk mendapatkan aku.
Dia membutuhkanku, menginginkanku, mencintaiku dan semua emosi ini juga kuberikan kepadanya.
Aku serahkan seluruh situasi ini kepada Tuhan.
Dan aku berterima-kasih atas terjadinya situasi ini.
Bahkan sebelum aku melihat perwujudannya.
e.Keraguan
“ Orang yang ragu-ragu lebih banyak melihat
ketidakmungkinan.”(Renungan)
Sifat ini sering ditemui pada orang introver pada waku mengambil keputusan untuk segala hal, apalagi tentang love. Ragu dalam diri mereka adalah sebuah penyakit jiwa dari berbagai sudut pandang. Ia menyerang korbannya dan bercokol dalam kepribadiannya hingga tak ada satu bagian pun dari tubuh atau akal penderitanya yang bisa selamat. Apabila keraguan telah menghinggapi pikiran orang introver maka mereka akan sulit untuk lepas dari cengkraman mautnya, karena keraguan itu akan selalu berada dalam alam pikiran siang dan malam dan tak akan pernah lepas. Keraguan akan membisikkan di telinganya pikiran-pikiran beracun yang menghalangi untuk beristirahat dan berpikir jernih. Keraguan adalah sumber utama bagi kebanyakan rasa letih yang dapt menguasai urat syaraf orang introver.
“Orang bimbang jarang meraih peluang.”(Renungan)
Karena keraguan tersebut orang introver susah untuk membuat keputusan misalkan untuk memberi jawaban kepada orang yang telah menyatakan persaannya, mereka perlu pertimbangan yang lebih mendalam, mereka ragu untuk memberi jawaban antara iya dan tidak. Dan akhirnya mereka akan diam sehingga orang yang menanti jawaban en hanya bisa bersabar kadang kalau sudah gak sabar, cobalah membaca karangan Doni_Syn yang berjudul:
“Ketidakpastian”
Satu sisi menghadirkan iya
Namun satu sisi menghadirkan tidak
Akankah berakhir semua ketidakpastian
Walaupun rasa itu menggelora
Jika keberanian hanya sepenggal semangat
Apalah mau dikata
Meski semua dijalani kini
Namun orientasi untuk itu hanya basa-basi
Wujud namun samar
Bahaya itu akan hadir
Salah satu akan tersakiti itu pasti
Namun jika keduanya………………
Tidak sekedar saling memiliki
Tapi menjaga kedua hati
Keutuhan akan terwujud
Bukan khayalan ataupun samar namun pasti
Dan kalau sudah terlalu jenuh, letih, lelah dan lesu maka orang tersebut akan menghibur diri dengan menyanyikan lagi dari Nidji
“Yakinkan aku Tuhan dia bukan milikku
Biar waktu, waktu hapus aku
Sadarkan aku Tuhan dia bukan milikku
Biar waktu, waktu hapus aku
f.Berdusta
Sebenarnya berdusta rata-rata merupakan sifat semua orang untuk menutupi kekurangannya atau menyelamatkan mukanya dari suatu yang bisa menyebabkannya celaka baik itu suatu masalah ataupun menghindarkan dari aib. Begitu pula dengan para introver berdusta atau berbohong adalah merupakan senjata ampuh untuk menutupi kekuranga yang ada pada dirinya.
“ Pengecut membebaskan diri dari segala kesulitan dengan berbohong.”(Pribahasa)
Kebanyakan mereka hanya pintar untuk membicarakan sesuatu tapi dalam kenyataannya tidak ada yang dihasilkan olehnya. Jika ditagih mereka akan membuat seribu alasan yang gak jelas alias ngeles.
” Yang hendak melakukan mencari jalan yang tidak hendak melakukan mencari alasan.”(Aura)
Diatas adalah sebagian kecil dari sifat-sifat orang introver dalam hal cinta. Tidak diketahui penyebab yang sebenarnya, mengapa mereka terlalu lelet dalam mengambil keputusan dan perlu pemikiran yang panjang untuk masalah ini. Ada suatu pertanyaan yang mungkin bisa membuat mereka sadar walau hanya sekian persen akan sangat membantu.
“Seandainya kamu akan mati segera dan hanya punya waktu untuk menelepon satu kali, siapakah yang akan kamu telepon dan apa yang kamu katakan? Dan mengapa kamu masih menunggu (Stephen Levine).”
Ada sebuah cerita dari e-mail seorang teman yang bisa untuk sebuah pemikiran
If yOu LoVe SoMeOne ...
Cukup panjang, tapi bagus juga untuk direnungkan
Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 th. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki-laki lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya. Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu.
Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya.
Dia sangat pendiam... dia hanya mendengarkan apa yang saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya tentang apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman-teman yang berbeda tapi ketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicara tentang apa yang terjadi di sekolah.
Suatu hari, saya bercerita kepadanya tentang anak laki-laki yang saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya.... Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres. Dia memberikan kata-kata yang mendukung dan membantu saya untuk melupakannya.
Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yang lainnya dari dirinya yang saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.
Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yg lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri-sendiri,
sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yang menjadi pasangannya. Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya.
Malam itu adalah kesempatan terbesar yang saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap-cakap tentang cita-cita kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita tentang impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yang dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.
Saya pulang ke rumah dengan terluka karena saya tidak mengatakan perasaan saya yang sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa
saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama-sama dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yang sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari ia pergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi... saya menyimpan perasaan saya untuk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dengan pesawat.
Saya menangis ketika saya memeluknya karena saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis.Saya merasa terluka karena saya tidak mengatakan apa yang ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sabagai sekretaris dan akhirnya menjadi seorang analis komputer. Saya sangat bangga dengan prestasi saya.
Suatu hari saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yg bersamaan.
Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar. Saya bertemu dengan pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya.
Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang-senang malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yang ada di hati saya.
Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yang tepat. Sebelum saya berangkat... tiba-tiba dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dengan saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New York.
Kehidupan saya harus terus berjalan. Tahun-tahun berlalu... kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yang terjadi dan bagaimana dia merindukan untuk berbicara dengan saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun
saya telah menulis 6 surat kepadanya..
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba-tiba saya menerima sebuah catatan kecil yang mengatakan : “Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap-cakap”
Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan untuk bernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya tentang perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi... Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa tentang apa yang telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yang sesungguhnya kepadanya.
Hari-hari berikutnya... dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji utk menemui saya
setiap kali dia mendapat libur.
Saya tak dapat menunggu saat dia datang sehingga saya dapat bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.
Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yang telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini
Sekarang saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman. Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya-tanya mengapa
hal ini bisa terjadi terhadap seseorang yang begitu baik seperti dia? Saya mengumpulkan barang-barang saya dan pergi ke New York untuk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia. Apapun yang dia kerjakan...tidak bisa membuat suaminya bahagia sepert saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu-satunya yang diberikan kepada saya adalah sebuah diary.
Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir... Mengapa ini diberikan kepada saya? Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika saya di pesawat, saya teringat saat-saat indah yang kami
miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari
pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut untuk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali-kali, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dengan yang lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.
Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami.
Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat-saa terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yang saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, “Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya “
Itu adalah hari dimana dia meninggal. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yang sesungguhnya ada dalam hatinya.
Jika engkau mencintai seseorang, “JANGAN TUNGGU ESOK HARI
UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA”
karena esok hari itu... mungkin takkan pernah ada..
Dalam soal cinta ini harusnya orang introver sadar bahwa mereka mempunyai pilihan antara benar-benar hidup atau semata-mata hidup. Mencari pekerjaan adalah risiko. Menyeberang jalan adalah risiko. Memulai bisnis adalah risiko. Makan di restoran adalah risiko. Menjalin hubungan dengan seseorang sampai dengan mengatakan perasaan kepada seseorang pun adalah suatu risiko yang harus dijalani dalam hidup ini. Masih banyak lagi hal-hal yang lebih berisiko daripada sekedar mengatakan. I love u. Hidup adalah risiko. Karena itu mari memanjat dahan dan memetik buahnya.
“ Genta bukanlah genta sebelum digemakan, lagu bukanlah lagu sebelum dinyanyikan, cinta bukanlah cinta sebelum dipersembahkan.”(Pribahasa Itali)
Beberapa orang introver mungkin ada yang takut menyatakan cinta, karena takut ditolak. Pesannya jadilah seorang ksatria sejati. Ambil risiko katakan cinta, mengapa harus peduli apakah cinta diterima atau ditolak. Apabila seseorang memberikan cintanya berarti dia harus iklas tanpa syarat, seandainya pun ditolak jangan merasa kecewa. Bisa juga membaca karangan Hotmian Naro yang berjudul:
“Cinta Tak Terbalas”
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang,
Bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu,
Jangan mengharapkan balasan cinta,
Tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya,
Tetapi jika tidak berbahagialah,
Karena cinta tumbuh dihatimu.
Atau anggaplah seperti memegang setangkai bunga mawar. Ia memang harum,tapi berhati-hatilah memegangnya. Letakkan di telapak tangan yang terbuka. Jangan genggam dengan erat karena durinya akan menusuk. Semakin memegangnya dengan erat akan sangat menyakiti.. Cukup letakkan pada telapak tangan yang terbuka. Ibaratkanlah seperti memegang setangkai bunga mawar apabila mengatakan cinta pada seseorang.
“Cinta adalah mengasihi seseorang yang melebihi dari mengasihi diri sendiri, berhasil atau gagal, agung atau hina, cinta merupakan dua hati yang berpadu menjadi satu, walau langit runtuh, bumi pecah belah, cinta tetap kekal abadi tanpa memudar sepanjang masa (Hans Jaladara).”
Seseorang yang takut akan menggunakan tipu muslihat, seorang pengecut tidak bisa menjadi pecinta.
“ Tidak tersedia tinta emas untuk mencatat sejarah pengecut.”(Pribahasa)
Jalan cinta diperuntukkan bagi para ksatria, para pemberani. Buanglah jauh-jauh rasa takut yang menghantui dan jadilah seorang pemberani.
BAB IV
THE GOOD HABBITS OF INTROVER
Setiap manusia didunia ini tidak ada yang lepas dari suatu kesalahan baik yang disengaja ataupun tanpa disadarinya dan itu adalah manusiawi, karena setiap manusia mempunyai sisi baik dan sisi buruk yang terlihat or tersembunyi. Pada sisi orang introvert pasti juga mempunyai sisi baik yang tidak terlihat dikarenakan kurangnya pemahaman tentang kepribadian orang introver yang tertutup dan dianggap aneh. Jonathan Rauch yang mengaku sebagai orang introver berkata,” Kami para introver memang berbeda tapi kami juga manusia biasa. Dan kalau saja kamu (para ekstrover) mau mengerti kami maka, kita bisa hidup berdampingan secara damai.”
Oleh karena itu yang perlu dilakukan adalah mencoba untuk mengerti kepribadian orang introver. Bukan karena tidak bisa memahami keinginan orang introver yang misterius sehingga menjadi memojokkan mereka. Siapa tahu didalam sifatnya yang dianggap membuat jengkel dan penasaran tersembunyi sifat mulia yang bisa diketahui bila direnungkan. Kebiasaan baik tersebut antara lain adalah:
Sabar
Mereka adalah orang yang paling sabar menunggu sesuatu, tidak pernah terburu-buru. Sabar berarti mengerahkan segenap kemampuan untuk mencapai target dan menunggu tanpa ketergesaan hingga sempurnanya pencapaian target tersebut dengan penuh tekad, kemauan dan obsebsi yang tak pernah patah atau lemah. Kesabaran bagi mereka bukanlah sekedar menunggu beberapa lama waktu untuk persiapan guna menghadapi sesuatu yang besar. Kesabaran adalah menunggu hasil dari sebuah kerja keras dengan setia dan berharap terwujud sesuai dengan keinginan. Kesabaran selalu membuahkan hasil meski kadang tidak sesuai dengan pengharapan. Satu hal pasti yang mereka yakini, kesabaran akan selalu dihargai dengan senyuman dan ungkapan terima kasih.
“ Wahai manusia, bersabarlah.
Sesungguhnya setelah kesukaran ada kemudahan.
Berapa banyak kita lihat orang merdeka, hari ini,
belum tentu esok ia juga akan merdeka.
Pemilik kesabaran tetap akan menjadi raja baik
ataupun buruk.
Hiruplah kesabaran, walaupun kesabaran itu pahit.”
Karena segala sesuatunya selalu dipikirkan dengan panjang dan hati-hati. Kesabarannya ditujukkan dalam diam yang sering membuat orang disekitarnya selalu bertanya-tanya.
“Tidak harus dijawab semuanya. Ada jawaban yang baik dengan membiarkan pertanyaan tidak dijawab.”(Renungan)
Mungkin mereka mengetahui terdapat tujuh ribu kebajikan dalam tujuh kalimat:
1)Diam adalah ibadah yang tidak sulit dilakukan
2)Diam adalah perhiasan bagi yang tidak punya perhiasan
3)Diam adalah kewibawaan meskipun bukan seorang raja
4)Diam adalah benteng yang tidak perlu penjagaan
5)Diam adalah merasa cukup dengan tanpa memberi alasan kepada manusia.
6)Diam adalah mempermudah malaikat pencatat amal
7)Diam adalah bisa menutup aib
Diam itulah yang merupakan salah satu manifestasi dari kesabaran orang introver selama ini.
”Diam adalah perhiasan orang alim dan menjadi tirai bagi
orang yang bodoh.”
Walaupun itu malah membuat orang lain menjadi tidak sabar. Apabila kesabaran yang dilakukan orang introver mereka tidak membuahkan hasil bagi mereka. Adalah sedikit kecewa tapi tidak menjadi beban dan tidak begitu diperhitungkan, artinya bukan suatu masalah, karena selalu berpikir positif.
Positif Thingking
Orang introver selalu bepikir positif tentang diri dan kondisi mereka. Selalu mengemukakan sisi baik dari dirinya dan terus-menerus membayangkan hidup berjalan seperti yang mereka inginkan. Berpikir sehat, dengan pikiran-pikiran yang membahagiakan, seperti apabila membayangkan sehat maka mereka merasa kesehatannya prima dan yakin karena kesehatan adalah hak asasi dan layak untuk didapatkan. Para introver jarang berinteraksi dengan orang lain sehingga mereka lebih sering berinteraksi dengan dirinya sendiri. Jadi yang terpenting oleh mereka adalah memperlakukan diri sendiri dengan baik. Selalu menerima diri di tempat mereka berada dan mereka percaya bahwa hidup yang mereka jalani saat ini adalah hidup terbaik yang mereka ketahui.
“Meyakini hidup sepenuhnya adalah terbaik mengatasi segala kekhawatiran.”(C.G.Young)
Tidak Temperamental
Ini adalah realisasi yang kedua dari sifat kesabaran orang introver.
“ Kan ku lawan kemarahan dengan kesabaran, kan ku tanggung derita dibawah kuasa amarahnya, dengan sikap setenang roh.”
Emosinya sangat terkendali mungkin malah orang lain yang berinteraksi dengan orang introver yang mudah tersulutnya amarahnya, dikarenakan tidak paham dengan keinginaan orang introvert sehingga tidak jarang melontarkan kata-kata yang bisa berupa ejekan ataupun sindiran karena ketidaktahuannya. Biasanya oleh orang introver tidak ditanggapi hanya dianggap angin lalu saja, apabila ditanggapi paling dengan ringan ditambah sedikit humor. Tapi apabila sudah kelewatan mungkin bisa juga emosi tapi dalam taraf wajar tidak sampai meledak-ledak.
“Bisa mengendalikan amarah itu mengalahkan musuhnya yang besar.”(Pribahasa Jepang)
Pendengar yang baik
Dunia ini sudah penuh dengan orang yang berbicara, sehingga orang introver memutuskan sebagai pendengar saja yang menurutnya mungkin untuk mengurangi kebisingan di bumi walau dalam arti sebenarnya itu hanya alasan. Mereka selalu mendengarkan sampai akhir yaitu mendengarkan segala sesuatu, yang baik atau yang buruk, tidak pernah memotong pembicaraan. Kadang mereka juga mendengarkan secara seksama yaitu mengkonsentrasikan segenap anggota badan mulai dari telinga, hati dan mata guna merasakan dan mengambil kesimpulan tentang apa yang mereka inginkan. Dengan kesabaran mereka dapat memperoleh hakikat kebenarannya sehingga mereka memahaminya. Sehingga perannya hanya sebagai pendengar memang bermanfaat bagi seseorang yang suka mengungkapkan isi hatinya sehingga dapat mengurangi sedikit beban yang menghimpit dalam hidupnya. Jika orang introver bisa memberi jalan keluar pada masalah orang tersebut maka orang tersebut akan senang telah mengeluarkan curahan hatinya, tapi bila tidak dapat memberikan solusi maka ia hanya mencoba untuk membuat agar lebih bijak dan lebih sabar dalam memandang dan menghadapi persoalan tersebut.
” Pendengar yang baik cepat terkenal dan cepat mengetahui sesuatu.” (Wilson Misher
THE GOOD HABBITS OF INTROVER
Setiap manusia didunia ini tidak ada yang lepas dari suatu kesalahan baik yang disengaja ataupun tanpa disadarinya dan itu adalah manusiawi, karena setiap manusia mempunyai sisi baik dan sisi buruk yang terlihat or tersembunyi. Pada sisi orang introvert pasti juga mempunyai sisi baik yang tidak terlihat dikarenakan kurangnya pemahaman tentang kepribadian orang introver yang tertutup dan dianggap aneh. Jonathan Rauch yang mengaku sebagai orang introver berkata,” Kami para introver memang berbeda tapi kami juga manusia biasa. Dan kalau saja kamu (para ekstrover) mau mengerti kami maka, kita bisa hidup berdampingan secara damai.”
Oleh karena itu yang perlu dilakukan adalah mencoba untuk mengerti kepribadian orang introver. Bukan karena tidak bisa memahami keinginan orang introver yang misterius sehingga menjadi memojokkan mereka. Siapa tahu didalam sifatnya yang dianggap membuat jengkel dan penasaran tersembunyi sifat mulia yang bisa diketahui bila direnungkan. Kebiasaan baik tersebut antara lain adalah:
Sabar
Mereka adalah orang yang paling sabar menunggu sesuatu, tidak pernah terburu-buru. Sabar berarti mengerahkan segenap kemampuan untuk mencapai target dan menunggu tanpa ketergesaan hingga sempurnanya pencapaian target tersebut dengan penuh tekad, kemauan dan obsebsi yang tak pernah patah atau lemah. Kesabaran bagi mereka bukanlah sekedar menunggu beberapa lama waktu untuk persiapan guna menghadapi sesuatu yang besar. Kesabaran adalah menunggu hasil dari sebuah kerja keras dengan setia dan berharap terwujud sesuai dengan keinginan. Kesabaran selalu membuahkan hasil meski kadang tidak sesuai dengan pengharapan. Satu hal pasti yang mereka yakini, kesabaran akan selalu dihargai dengan senyuman dan ungkapan terima kasih.
“ Wahai manusia, bersabarlah.
Sesungguhnya setelah kesukaran ada kemudahan.
Berapa banyak kita lihat orang merdeka, hari ini,
belum tentu esok ia juga akan merdeka.
Pemilik kesabaran tetap akan menjadi raja baik
ataupun buruk.
Hiruplah kesabaran, walaupun kesabaran itu pahit.”
Karena segala sesuatunya selalu dipikirkan dengan panjang dan hati-hati. Kesabarannya ditujukkan dalam diam yang sering membuat orang disekitarnya selalu bertanya-tanya.
“Tidak harus dijawab semuanya. Ada jawaban yang baik dengan membiarkan pertanyaan tidak dijawab.”(Renungan)
Mungkin mereka mengetahui terdapat tujuh ribu kebajikan dalam tujuh kalimat:
1)Diam adalah ibadah yang tidak sulit dilakukan
2)Diam adalah perhiasan bagi yang tidak punya perhiasan
3)Diam adalah kewibawaan meskipun bukan seorang raja
4)Diam adalah benteng yang tidak perlu penjagaan
5)Diam adalah merasa cukup dengan tanpa memberi alasan kepada manusia.
6)Diam adalah mempermudah malaikat pencatat amal
7)Diam adalah bisa menutup aib
Diam itulah yang merupakan salah satu manifestasi dari kesabaran orang introver selama ini.
”Diam adalah perhiasan orang alim dan menjadi tirai bagi
orang yang bodoh.”
Walaupun itu malah membuat orang lain menjadi tidak sabar. Apabila kesabaran yang dilakukan orang introver mereka tidak membuahkan hasil bagi mereka. Adalah sedikit kecewa tapi tidak menjadi beban dan tidak begitu diperhitungkan, artinya bukan suatu masalah, karena selalu berpikir positif.
Positif Thingking
Orang introver selalu bepikir positif tentang diri dan kondisi mereka. Selalu mengemukakan sisi baik dari dirinya dan terus-menerus membayangkan hidup berjalan seperti yang mereka inginkan. Berpikir sehat, dengan pikiran-pikiran yang membahagiakan, seperti apabila membayangkan sehat maka mereka merasa kesehatannya prima dan yakin karena kesehatan adalah hak asasi dan layak untuk didapatkan. Para introver jarang berinteraksi dengan orang lain sehingga mereka lebih sering berinteraksi dengan dirinya sendiri. Jadi yang terpenting oleh mereka adalah memperlakukan diri sendiri dengan baik. Selalu menerima diri di tempat mereka berada dan mereka percaya bahwa hidup yang mereka jalani saat ini adalah hidup terbaik yang mereka ketahui.
“Meyakini hidup sepenuhnya adalah terbaik mengatasi segala kekhawatiran.”(C.G.Young)
Tidak Temperamental
Ini adalah realisasi yang kedua dari sifat kesabaran orang introver.
“ Kan ku lawan kemarahan dengan kesabaran, kan ku tanggung derita dibawah kuasa amarahnya, dengan sikap setenang roh.”
Emosinya sangat terkendali mungkin malah orang lain yang berinteraksi dengan orang introver yang mudah tersulutnya amarahnya, dikarenakan tidak paham dengan keinginaan orang introvert sehingga tidak jarang melontarkan kata-kata yang bisa berupa ejekan ataupun sindiran karena ketidaktahuannya. Biasanya oleh orang introver tidak ditanggapi hanya dianggap angin lalu saja, apabila ditanggapi paling dengan ringan ditambah sedikit humor. Tapi apabila sudah kelewatan mungkin bisa juga emosi tapi dalam taraf wajar tidak sampai meledak-ledak.
“Bisa mengendalikan amarah itu mengalahkan musuhnya yang besar.”(Pribahasa Jepang)
Pendengar yang baik
Dunia ini sudah penuh dengan orang yang berbicara, sehingga orang introver memutuskan sebagai pendengar saja yang menurutnya mungkin untuk mengurangi kebisingan di bumi walau dalam arti sebenarnya itu hanya alasan. Mereka selalu mendengarkan sampai akhir yaitu mendengarkan segala sesuatu, yang baik atau yang buruk, tidak pernah memotong pembicaraan. Kadang mereka juga mendengarkan secara seksama yaitu mengkonsentrasikan segenap anggota badan mulai dari telinga, hati dan mata guna merasakan dan mengambil kesimpulan tentang apa yang mereka inginkan. Dengan kesabaran mereka dapat memperoleh hakikat kebenarannya sehingga mereka memahaminya. Sehingga perannya hanya sebagai pendengar memang bermanfaat bagi seseorang yang suka mengungkapkan isi hatinya sehingga dapat mengurangi sedikit beban yang menghimpit dalam hidupnya. Jika orang introver bisa memberi jalan keluar pada masalah orang tersebut maka orang tersebut akan senang telah mengeluarkan curahan hatinya, tapi bila tidak dapat memberikan solusi maka ia hanya mencoba untuk membuat agar lebih bijak dan lebih sabar dalam memandang dan menghadapi persoalan tersebut.
” Pendengar yang baik cepat terkenal dan cepat mengetahui sesuatu.” (Wilson Misher
BAB V
A LITTLE SOLUTION OF INTROVER
“ Dia yang tidak mencari nasihat adalah tolol, ketololan membutakan dirinya dari kebenaran dan membuatnya kejam, keras kepala serta menjadi ancaman bagi sahabat karibnya.”
Butuh kepecayaan yang penuh apabila ingin memberikan sedikit nasihat kepada para introver. Karena sebagian dari mereka telah merasa damai dengan hidupnya sekarang ini.
“ Hanya dua orang yang bisa mengatakan yang sebenarnya tentang diri anda, yaitu seorang musuh yang kehilangan kesabarannya dan seorang teman yang menyayangi anda sepenuh hatinya.”(Antishenes)
Menurut mereka tidak ada yang perlu dikurangi dan ditambahi kecuali bagi mereka yang ingin melakukan suatu perubahan bagi kemajuan dirinya untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sedikit nasihat tidak akan merugikan bagi orang introver en sebaiknya dilihat dari perhatiannya kepada orang introvert.
Nasihat adalah “ Kalau ada orang yang mengkritik anda dan mereka berbicara langsung di hadapan anda, jangan dulu dibantah atau dijawab, tapi biasakan diri untuk mengucapkan secara jujur dari dalam hati perkatakan terima kasih. Di saat anda sudah tidak bersama mereka, sisakan waktu luang untuk merenungi dan memikirkan kembali, apa yang pernah dikritik dari diri anda.” Saran bagi orang introver untuk mengatasi sifat yang terdapat dalam dirinya:
1.Mengatasi rasa malu
1)Jangan memikirkan diri sendiri dan jangan memikirkan ketidaknyamanan yang dirasakansepanjang waktu.
2)Jangan pernah membiarkan diri merasa tegang dan gelisah. Setiap kali merasakan hal itu terjadi, cobalah untuk berusaha untuk berusaha keras mengendurkan tubuh dan pikiran.
3)Berhentilah mencemaskan gejala-gejala kegelisahan seperti wajah menjadi kemerah-merahan karena malu. Semakin sedikit mencemaskan semakin kecil kemungkinan bahwa hal itu mengganggu. Itu harus terus dilakukan, tidak peduli betapa tidak enaknya atau betapa malunya perasaan anda.
4)Hindarkan memikirkan tentang kesan yang ditimbulkan. Cobalah untuk tidak terlalu berusaha menyenangkan orang lain.
5)Jangan mengharapkan perhatian atau simpati mereka dan jangan merasa sedih kalau mereka tampak tidak peduli.
6)Jangan merasa akan kesepian. Temukanlah setengah minat yang akan membuat sibuk dan memberi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang lain dan menjalin persahabatan.
7)Ingatlah bahwa banyak orang yang sama pemalunya seperti para introver. Secara mayoritas, orang akan memberikan tanggapan terhadap sikap ramah.
8)Jangan lupa bahwa kebanyakan orang sibuk dengan hidup mereka sendiri, sehingga tidak akan mempunyai waktu untuk mengkritik.
9)Jangan mempunyai kebiasaan mengeluh kepada teman-teman ataupun berharap untuk memonopoli kasih sayang mereka.
10)Ingatlah lebih baik mempunyai satu kelompok kecil teman yang bisa diandalkan daripada satu kelompok besar kenalan yang sama sekali tidak dapat diandalkan.
2.Mengatasi rasa takut, cemas dan ragu.
Ketakutan harus ditaklukkan “kalau orang lain bisa mengapa orang inrover tidak bisa.? Dengan keyakinan itu akan membuahkan hasil sesuai batas-batas kemampuan sebagai manusia. Melalui sentuhan langsung dengan ketakutan itu sendiri justru bisa berhasil mengasah keberanian dan memiliki nilai tersendiri.
”Sebelum bahaya datang ia takut, itulah pemalu. Waktu bahaya datang ia takut, itulah pengecut. Sesudah bahaya lewat ia baru takut, itulah pemberani.”(Jean Paul Richter)
Ada beberapa pertanyaan yang bisa untuk menganalisis rasa takut dan diperlukan kejujuran pada diri sendiri dalam menjawabnya.
Apakah takut pada kematian?
Apakah takut terhadap sesuatu yang bisa menimpa orang yang dicintai?
Apakah takut sendiri di dalam kamar yang terkunci?
Apakah takut ketika berada di ketinggian?
Apakah takut pada air?
Apakah takut pada kegagalan?
Apakah takut pada beberapa jenis binatang?
Apakah takut ketika merasakan gempa?
Apakah takut kalau terjadi sesuatu yang jelek terjadi pada diri sendiri?
Apakah takut ketika terjadi petir atau kilat?
Apakah takut pada api?
Apakah takut pada kegelapan?
Apakah takut pada kemiskinan?
Apakah takut pada keterasingan?
Apakah takut pada ide-ide orang lain dan ucapan-ucapan mereka?
Apakah takut saat pertama kali jumpa dengan orang-orang yang masih asing?
Apakah takut berbicara di depan banyak orang?
Apakah takut pada sifat dengki?
Apakah takut pada atasan atau orang-orang yang memiliki kekuatan dan wewenang ?
Jika jawabannya “ya” berarti perlu merenungi diri dan lebih
menguasai emosi karena akan menyebabkan secara pikiran untuk mempresepsikan diri dalam sebuah posisi yang tidak mampu untuk diatasi. Langkah pertama untuk mencabut rasa takut adalah dengan kemampuan yang dimiliki untuk menganalisis diri sendiri atawa bisa juga dengan sedikit kekuatan yang ada mencoba untuk menaklukan ketakutan itu sendiri.
“Ketakutan menjadi jalan pintas menuju kekalahan.”(Aura)
Bisa dicontohkan apabila seseorang takut berenang, jalan satu-satunya untuk berenang harus terjun ke air. Bila menjauh dari air akan selamanya tidak bisa berenang. Bila takut pada suatu hal dekatilah ia. Berusahalah agar hal itu menyatu maka ketakutan itu akan sirna dan akan timbul keberanian dan cinta.
”Dalam kehidupan itu tak ada yang perlu ditakukan hanya perlu dipahami.”(Marie Curie)
Merasa cemas secara normal adalah akibat reaksi perasaan yang muncul dari ketidaktenangan terhadap sesuatu . Perasaan cemas tidak boleh terlalu berlebihan yang wajar-wajar saja. Dan yakin bahwa tak satupun yang bisa membuat terlepas dari cemas, kecuali menyibukkan pikiran dengan hal-hal selain yang membuat cemas. Ada sepuluh pertanyaan yang bisa mengetahui apakah seorang memiliki jiwa yang tenang atau seorang yang merasa cemas dan mudah diagitasi atau dipengaruhi? Pertanyaan ini kudu dijawab dengan “ya” atau “tidak” dengan syarat jawaban itu yang sesungguhnya dan dari lubuk hati dan kepribadiannya sendiri.
Apakah terkadang membayangkan berbagai musibah yang bisa menimpa secara tiba-tiba tanpa sebab apa-apa dan juga tanpa hal-hal yang meyakinkan bagi asumsi tersebut?
Apakah suka menyia-nyiakan kesempatan yang sudah tampak di depan mata untuk naik pangkat (dalam tugas) atau memperbaiki material, karena khawatir tidak mendapatkannya pada saatnya nanti?
Apakah memiliki kecenderungan dalam hidup sehari-hari untuk optimis dan pesimis dalam saat yang sama?
Apakah merasa cemas atau gelisah ketika satu jenis penyakit menyerang atau salah seorang anggota keluarga, meskipun penyakit itu sangat sederhana seperti influensa?
Apakah terlalu tenggelam dalam memikirkan kesalahan dan kealpaan, kemudian memberi hukuman yang berat pada diri sendiri atas kesalahan-kesalahan itu?
Apakah selalu mengagungkan makna dan nilai-nilai pribadi dan selalu menjaga diri dengan baik?
Apakah tidak tertarik berjumpa dengan orang-orang asing yang belum dikenal?
Apakah mempunyai kecenderungan untuk berpacu dengan orang lain dalam berbagai even dan prestasi belajar?
Apakah selalu gelisah di atas pembaringan untuk merenungi kembali peristiwa-peristiwa hari ini sebelum tidur dan hal itu sering dilakukan?
Apakah terkadang merasakan keletihan, tertekan atau ketakutan yang tidak beralasan saat bangun pada pagi hari?
Apabila jumlah jawaban lebih dari tujuh dengan jawaban”ya” berarti seorang pribadi yang terlalu berlebihan dalam kecemasan, mudah depresi dan diagitasi. Cara mengatasi sebaiknya menjauhi hal-hal serta orang-orang yang mengganggu dengan tingkah laku dan keberadaan mereka. Berusahalah untuk menguasai diri dalam hal-hal yang besar. Juga mesti berusaha untuk realistis dan melihat segala sesuatu dalam bentuk yang sesungguhnya, serta memandang problematika dalam ukuran dan nilainya yang benar.
Apabila jawaban lebih dari lima dengan “ya” berarti berada di awal penderitaan yang sesungguhnya dari perasaan cemas. Ada tiga langkah yang bisa ditempuh dan dapat menghilangkan kecemasan en mampu untuk menghadapi segenap permasalahan tanpa perasaan gelisah dan tertekan.
a)Langkah pertama
Tanya diri sendiri, apa kemungkinan terburuk dari setiap permasalahan yang menghadang?
b)Langkah kedua
Persiapkan diri secara pikiran dan psikologi untuk menerima kemungkinan terburuk bila memang hal itu sebuah keniscayaan. Ini tidak berarti sama sekali dengan cukup berbaring lalu menyambut segala kegagalan tapi harus menekankan pada diri sendiri bahwa yakin sanggup untuk mengatasi suatu permasalahan.
c)Langkah ketiga
Bekerja dengan tenang dan terkonsep secara rapi hingga teringankan dalam menerima kemungkinan terburuk, lalu tanyakan pada diri sendiri apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi kalau kemungkinan terburuk itu benar-benar terjadi?
Apabila jawaban “ya” hanya satu atau dua, berarti merupakan pribadi yang biasa saja, dan bila merasakan kecemasan adalah kecemasan yang normal yang biasa terjadi pada setiap manusia yang peka dan punya perasaan.
“Meyakini hidup sepenuhnya adalah terbaik mengatasi segala kekhawatiran.”(C.G.Young)
Selain takut dan cemas yang menjangkiti orang introver, ada satu lagi yaitu keraguan, baik dalam melakukan sesuatu ataupun mengambil keputusan. Yang dapat dilakukan untuk melawan keraguan dengan tidak menyerah pada rasa ragu akan tetapi mesti berusaha melawannya dengan cara berpikir secara baik dan jernih. Bila sudah tertanam dalam pikiran hakikat dari rasa ragu dan bahwa ia berada dalam ruang perasaan dan bukan dalam sistem pikiran serta dengan jalan menyebarkan pemahaman-pemahaman tentang cinta dan percaya diri, saat itu bisa segera untuk mengalahkan dan menguasai perasaan ragu.
3.Memperluas jaringan/ networking (dalam pekerjaan)/ sosialisasi
1)Eksplorasi kelebihan, temukan keunggulan
Gali kelebihan yang dapat digunakan untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain. Beberapa yang khas bagi introver adalah senang mendengarkan orang lain, bisa mengingat hal kecil, senang membantu, tidak sungkan memberikan pujian.
2)Miliki alternatif yang sesuai gaya dan kelebihan
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan misalnya:
Perkuat hubungan non tatap muka, misalnya dengan mengirim e-mail atawa sms berisi cerita, anekdot atawa humor untuk menyegarkan hubungan.
Memanfaatkan kegiatan seminar / training daripada kegiatan yang tidak ada gunanya atau sama sekali tak melakukan apapun.
Kirimkan kartu ucapan selamat sebagai tindak lanjut dari informasi yang dimiliki atas diri target networking.
3). Terapkan target spesifik dan realistik
Tujuannya adalah agar dapat mengukur dan mengevaluasi progress dari usaha sehingga dapat mengasah ketrampilan networking dan secara bertahap dapat meningkatkan target networking. Tentukan misalnya:
Berapa jumlah kontak atau say hello dalam waktu seminggu
Berapa kali melakukan kegiatan bersama dengan klien atau rekan kerja sebulan sekali, bisa berupa makan siang, olahraga atau belanja bareng
Beberapa orang yang didekati dalam suatu ajang networking
4). Miliki skenario
Tak jarang orang tipe introver merasa tidak nyaman bila harus menelepon seseorang yang belum dikenalnya. Adanya panduan dan skenario akan membantu untuk mengembangkan pembicaraan.
5). Pertolongan , komoditi seorang networker
Sepanjang menyadari bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan akan referensi, maka masih bisa melakukan networking. Banyak sekali orang merasa beruntung bila diperkenalkan pada rekanan bisnis baru atawa seorang teman baru. Nomor-nomor telepon penting sering tidak dipunyai orang lain. Semua itu bisa dijadikan materi “sharing” yang menarik sekaligus menguntungkan semua pihak. Dengan membiasakan hal ini hubungan tolong – menolong akan secara wajar dan otomatis.
Membangun jaringan merupakan salah satu alat untuk membangun hubungan yang berjangka panjang. Siapapun dapat melakukannya dan banyak alternatif untuk mewujudkannya sesuai dengan karakteristik pribadi masing-masing.
4.Everybody should make a change
Setiap orang ingin berubah untuk menjadi yang lebih baik dari sekarang. Begitu pula dengan orang introver apabila mereka betul-betul menyadarinya. Karena dengan diam saja ataupun hanya menjalani nasibnya ia akan memperoleh apa yang diinginkan sedangkan takdir saja bisa berubah bila selalu berdoa dan berusaha.
“Perubahan adalah suatu kenikmatan yang menular, semakin anda mampu menyemangati diri secara positif akan semakin lebih banyak contoh yang dapat menyemangati dan memberi anda ilham yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar.”
Manakala ingin berubah segalanya akan berubah. Banyak sebagian orang introver menyia-nyiakan hidup mereka dengan berharap segala sesuatunya bertambah baik. Mereka mengharapkan segalanya lebih mudah dan tampaknya mereka mengharapkan suatu hari tongkat ajaib terayun dan segala persoalan mereka terselesaikan. Tidak Mungkin !!!
“Lebih baik sepanjang hidup penuh perjuangan daripada hidup
tanpa cita-cita.”(J.de Bosch Kemper)
Segalanya bertambah baik jika mereka bertambah baik. Segala sesuatunya berubah jika mereka berubah dan bukan sebelumnya mereka berubah. Para introver perlu berusaha keras dan mengembangkan keahlian serta citra diri yang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Apa yang diperoleh dari hidup ini bersumber dari siapa diri orang tersebut.
“Banyak orang yang tidak tumbuh menjadi dewasa karena mereka menjadi orang asing bagi diri sendiri.”(Tarthang Tulky)
Survei menunjukkan bahwa mayoritas orang yang menang lotere dalam jumlah yang sangat besar, dalam waktu singkat, kembali mengalami kesulitan finansial yang lebih buruk daripada sebelum mereka mendapat rezeki itu. Sebagian orang introver tidak pernah mengubah “bagian dalam diri” mereka sehingga kondisi luar mereka merefleksikan apa yang ada dalam diri mereka. Tak ada jalan lain. Agar segalanya lebih baik, mereka harus lebih baik Hari ini akan sama seperti kemarin jika para introver tidak berusaha.
“ Bahwa yang merupakan kriteria terakhir adalah ketulusan integritas, keberanian dan cinta kasih kepada saat-saat tertentu dari keterkaitan. Bila kita tidak memiliki kriteria tersebut, itu kita berarti tidak sedang membangun masa depan, sebaliknya bila kita memilikinya, kita dapat mempercayai masa depan itu sendiri.”(Tarthang Tulky)
5.Menimbulkan rasa percaya diri
Bagi orang introver ketidakpercayaan diriannya yang membuat mereka tidak bisa berinteraksi dengan orang disekitarnya. Ketidak PeDe-an ini membuat mereka bingung untuk bersosialisasi bisa dikarenakan tidak bisa bergaul ataupun penampilan yang menurut mereka kurang meyakinkan sehingga untuk bertemu seseorang sudah takut terlebih dahulu.
“Hal-hal yang kecil bisa dikerjakan dengan baik, demikian juga hal-hal besar; itulah yang menumbuhkan rasa percaya diri”(Storey)
Rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai tehnik-tehnik membangkitkan rasa percaya diri. Disini ada beberapa kiat guna membangun percaya diri:
1)Berani menerima tanggung jawab
Gerald Kushel, Ed.D, direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah menejer. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa ditemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua menejer yang memiliki kinerja tinggi. Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil sempurna tanpa peduli pada hambatan apapun menghadangnya. Sebaliknya. Menejer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimal cenderung melimpahkan kesalahan pada siapa saja.
“Keberanian memasuki ketidakpastian memang menyebabkan kecemasan, tetapi ketidakberanian memasuki ketidakpastian menyebabkan hilangnya jati diri. Dan dalam pengertian yang paling dalam, keberanian memasuki ketidakpastian menjadi sadar akan jati diri.”(Kierkegaard)
2)Mengembangkan nilai positif
Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala nilai-nilai positif dikenbangkan pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony Ph.D, salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Diajurkan untuk membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif, misal mengganti kata saya tidak bisa menjadi saya bisa.
“Menyerahkan diri dalam arti tertinggi adalah menjadi sadar kepada dirinya sendiri.”(Kierkegaard)
3)Membaca buku tentang potensi diri
Segeralah lacak, gali dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri. Misal dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi diri karena bisa jadi sangat banyak potensi yang dimiliki tanpa disadari sehingga tidak berhasil digali.
4)Berani mengambil resiko
Keberanian dalam mengambil resiko ini penting sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil resiko yang masuk akal. Coba untuk menerima tantangan. Kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin. Dengan melakukan hal ini akan mendapatkan banyak peluang yang tidak ternilai harganya. Namun jangan lupa ketika mencoba sesuatu harus siap dengan hasil yang sesuai ataupun tidak sesuai dengan keinginan. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Tuhan. Kalau sudah mencoba, maka niatnya sama saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tidak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?
“Selalu curahkan wajah anda ke sinar matahari, maka anda tidak akan melihat bayangan.”(Hellen Keller)
5)Menolak saran yang negatif
Bisa jadi tidak semua orang disekitar memberikan dorongan, dukungan dan bersikap positif. Sebagian dari orang yang ada di sekitar mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tidak jarang malah melunturkan rasa percaya diri dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman maupun aspirasi-aspirasi yang dimiliki. Dengan demikian mungkin ada baiknya jika sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang coba melunturkan kepercayaan diri.
6)Mengikuti saran positif
Rasa percaya diri merupakan sifat menular artinya bila dikelilingi orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat optimis dan sebagainya. Karena itulah cari lingkungan yang memotivasi untuk sukses. Ini harus dimulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri bisa jadi semangatnya akan menular kepada diri.
“Ini jiwa kepahlawanan: percaya dir.”(Ralph Waldo Emerson)
7)Menjadikan keresahan sebagai kawan
Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya mengalami krisis percaya diri. Saat itulah harus dimulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan dan kembangkan panca indera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.
“Teman adalah orang yang bersedia memberikan perhatian.”(Aura)
6.Pengungkapan diri
Dari kepribadiannya yang tertutup orang introver adalah orang yang paling tidak bisa mengungkapkan dirinya bahkan kepada teman terdekatnya sekalipun. Mungkin mereka sulit atau enggan melakukan pengungkapan diri karena dapat mengandung resiko bagi para introver itu sendiri. Hal ini dilandasi oleh faktor resiko yang akan diterimanya kemudian hari, disamping karena belum adanya rasa aman dan kepercayaan pada diri sendiri. Resiko yang dimaksud dapat berupa bocornya informasi yang dianggapnya sangat pribadi sehingga bisa diketahui oleh beberapa orang ataupun khalayak. Ini juga dapat menganggu hubungan interpersonal yang sebelumnya sudah terjalin dengan baik.
“Orang lain menyukai anda, kalau anda menyukai orang lain dengan tulus.”(Dale Carniege)
Pengungkapan diri (self disclosure) dapat diartikan sebagai pemberian informasi tentang diri sendiri kepada orang lain. Informasi yang diberikan tersebut dapat mencakup berbagai hal seperti pengalaman hidup, perasaan, emosi, pendapat, cita-cita dan lain sebagainya. Pengungkapan diri haruslah dilandasi dengan kejujuran dan keterbukaan dalam memberikan informasi atau dengan kata lain apa yang disampaikan kepada orang lain hendaklah bukan merupakan suatu topeng pribadi atau kebohongan belaka sehingga hanya menampilkan sisi yang baik saja.
“Kejujuran adalah kualitas spiritual prima.”(Aura)
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mampu mengungkapkan diri secara tepat terbukti lebih mampu menyesuaikan diri (adaptive), lebih percaya pada diri sendiri, lebih kompeten, extrover, dapat diandalkan, lebih mampu bersikap positif dan percaya terhadap orang lain, lebih obyektif dan terbuka (David Johnson, 1981: dalam mentahelp.net).
“Orang pesimis menemukan hal-hal terburuk dalam sesuatu yang terbaik. Orang optimis menemukan hal-hal terbaik dalam sesuatu yang terburuk.”(William Arthur Ward)
Hal ini merupakan kebalikan dari orang introver yang tidak bisa mengungkapkan diri. Padahal banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pengungkapan diri yang dapat membantu orang introver untuk mengubah diri itupun apabila mereka ingin berubah. Manfaat yang di dapat dari pengungkapan diri antara lain:
1)Meningkatkan kesadaran diri
Dalam proses pemberian informasi kepada orang lain akan lebih jelas dalam menilai kebutuhan, perasaan dan hal psikologis dalam diri sendiri. Selain itu orang lain akan membantu dalam memahami diri para introver itu sendiri, melalui berbagai masukan yang diberikan, terutama jika hal itu dilakukan dengan penuh empati yang jujur.
“Kejujuran seseorang diukur oleh perbuatannya bukan oleh profesinya.”(Junius)
2)Membangun hubungan yang lebih dekat dan mendalam, saling membantu dan lebih berarti bagi kedua belah pihak.
Keterbukaan merupakan suatu hubungan timbal-balik, semakin orang introver terbuka pada orang lain maka orang lain akan berbuat hal yang sama. Dari keterbukaan itu timbul kepercayaan dari kedua belah pihak sehingga akhirnya terjalin hubungan persahabatan yang sejati.
“Sahabat adalah seseorang yang mengerti segala sesuatu tentang anda, tetapi tetap menghormati anda.”(Kiat Sukses)
*** Persahabatan
Persahabatan adalah anugerah yang terindah di dunia ini.
Jauh lebih bernilai dari sekedar keberuntungan dan popularitas.
Temukanlah sahabat yang benar-benar bisa dipercaya.
Tapi jangan sekali-kali menilai mereka dari sudut pandangmu saja.
Sahabat baik bukanlah seseorang yang harus menemanimu setiap saat dan memberi perhatian yang lebih padamu.
Tidak mustahil kamu akan sering bersebrangan dan berselisih dengan sahabat baik kamu itu.
Namun persahabatan yang sejati akan terus terjaga apapun adanya.
Jadi hal itu wajar dan biarkan saja terjadi.
Dalam persahabatan kuncinya adalah jangan pernah minta tolong sahabatmu mengerjakan sesuatu yang kamu sendiri barangkali tidak mau melakukan untuk dia.
Seringlah mengirim surat kepada mereka.
Ingat harta karun yang paling berharga ?
Yakni ketika suatu hari kamu membuka kotak surat dan menemukan sepucuk surat dari seorang sahabat.
3)Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi yang memungkinkan seseorang untuk menginformasikan suatu hal kepada orang lain secara jelas dan lengkap tentang bagaimana mereka memandang suatu situasi, bagaimana perasaan mereka tentang hal tersebut, apa yang terjadi, dan apa yang diharapkan.
“Doronglah orang lain agar berbicara, dengarkan baik-baik, bicarakan hal-hal yang baik dan menarik bagi orang lain.”(Dale Carniege)
4)Mengurangi rasa malu dan meningkatkan penerimaan diri (self acceptance).
Jika orang lain dapat menerima para introver maka kemungkinan besar orang introver pun dapat menerima diri mereka sendiri.
“Orang besar berdiri di atas kemampuannya sendiri.”
(Pierre Joseph Proudhen)
5)Memecahkan berbagai konflik dan masalah interpersonal.
Jika orang lain mengetahui kebutuhan para introver, ketakutan, rasa frustasi mereka dan sebagainya maka akan lebih mudah bagi orang lain untuk bersimpati atau memberikan bantuan sehingga dengan apa yang orang introver harapkan.
“Masalah tidak menjadi rintangan orang yang bekerja
sepenuh hati.”(Tarthang Tulku)
6)Memperoleh energi tambahan dan menjadi lebih spontan.
Harap diingat bahwa untuk menyimpan suatu rahasia dibutuhkan energi yang besar dalam kondisi demikian seseorang akan lebih cepat marah, tegang, pendiam dan tidak riang. Dengan berbagi informasi hal-hal tersebut akan hilang atau berkurang dengan sendirinya.
“Jadikan hidup kita teman yang semarak, bukan kolam yang terbengkelai.”(Tarthang Tulku)
Para introver untuk melakukan suatu pengungkapan diri perlu suatu energi besar untuk dapat melakukan hal tersebut. Oleh karena itu digunakan beberap kiat yang dapat digunakannya. Bagi orang introver yang mengalami masalah dalam mengungkapkan diri kepada orang lain, ada empat langkah yang efektif, yaitu:
a)Langkah pertama
Tanyakan pada diri sendiri, sejauh mana akan membuka diri? Hal-hal apa yang bisa dibagikan dengan orang lain dan kepada siapa?
Setiap orang memiliki rahasia pribadi. Hal tersebut sangatlah normal karena setiap orang tentu ingin menjaga agar hal-hal khusus tidak perlu diketahui oleh orang lain. Sayangnya banyak rahasia yang sebenarnya justru tidak perlu dirahasiakan karena tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain, tetapi karena takut orang lain tidak memahami rahasia tersebut maka rahasia ini disimpan terus-menerus. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh para introver jika ingin mengungkapkan diri.
b)Langkah kedua
Lakukan persiapan sebelum membuka diri. Atasi terlebih dahulu kekhawatiran dan ketakutan .
Untuk mengatasi kekhawatiran, ketakutan atau ketidakpercayaan diri orang introver dapat memulai pengungkapan diri dengan memilih topik pembicaraan pada hal-hal yang ringan dan santai. Contohnya: berbagi cerita tentang acara televisi atau film yang disukai, perawatan mobil/ motor, kegiatan di sekolah atau kantor, dan lain-lain. Pada awalnya usahakan untuk tidak mengutarakan perasaan atau opini pribadi. Jika tahapan ini sudah mereka lalui dan berhasil dengan baik, barulah memilih orang yang dapat para introver percayai untuk mengemukakan pendapat pribadi maupun perasaan mereka tentang suatu hal misalnya apa yang dirasakan dan apa yang diharapkan dari teman itu sendiri. Secara berangsur-angsur lakukan hal tersebut dengan beberapa yang berbeda. Dengan cara ini orang introver akan menjadi lebih mudah untuk memulai komunikasi dan selanjutnya menjadi terbiasa dalam berbagi informasi.
c)Langkah ketiga
Tingkatkan terus ketrampilan dalam mengungkapkan diri. Pelajari cara-cara mengungkapkan diri dan bagaimana memberikan masukan yang bermanfaat.
Pengungkapan diri melibatkan cara-cara penyampaian informasi yang baik dan jelas sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi orang yang menerima informasi tersebut. Hendaknya jika orang introver ingin berbagi informasi maka kemukakanlah dengan bahasa sederhana dan jangan berbelit-belit. Jangan berasumsi bahwa orang lain akan memahami, mengetahui perasaan dan kebutuhan mereka tanpa harus mereka katakan. Ingat bahwa tidak seorang pun yang dapat membaca pikiran orang introver. Jadi orang introverlah yang harus mengatakan dan menjelaskan apa perasaan mereka, apa kebutuhan saat ini dan apa yang mereka harapkan dari orang lain. Jika ada hal-hal yang mereka rasakan kurang jelas, sebaiknya bertanyalah pada saat ini dan jangan berasumsi.
Dalam pengungkapan diri secara tidak langsung sebenarnya mereka juga memberikan masukan kepada orang lain dan sebaliknya. Oleh karena itu dalam memberikan berbagai masukan kepada teman(orang yang diberi informasi) mereka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Masukan yang diberikan tidak boleh bernada ancaman, fokuskan pada permasalahan dan bukan pada kepribadian si lawan bicara.
Fokus pada masalah yang sedang dibahas, jangan ngalor-ngidul ke masalah-masalah lain atau ke masa lalu.
Jangan memberikan masukan jika tidak diperlukan, tidak mungkin dilaksanakan atau diterima, atau jika usulan tersebut sudah tidak berguna. Berikan hanya masukan yang benar-benar masuk akal, bersifat membangun dan tidak rumit.
d)Langkah keempat
Ungkapkan diri secara tepat dengan pemilihan waktu dan situasi yang tepat pula.
Agar dapat mengungkapkan diri secara tepat pada waktu atau situasi yang tepat, perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
Pertama-tama para introver harus memiliki suatu alasan mengapa mereka perlu membuka diri
Dengan siapa mereka akan berbicara teman dekat? Orang tua? atasan?kenalan baru?atau siapa?
Sejauh mana pengungkapan diri orang introver akan membahayakan diri mereka sendiri?
Dengan pertimbangan ketiga hal tersebut maka mereka dapat mengungkapkan diri secara tepat dan proposional sehingga akan bermanfaat bagi diri kepada orang lain, maka akan sangat baik jika para introver membuat catatan kecil tentang hal-hal yang telah mereka ungkapkan pada orang lain dan pengaruhnya terhadap perkembangan diri mereka sendiri.
7). Berpikir positif
Para introver selalu berpikir positif, tapi belum mutlak sepenuhnya mereka berpikiran positif tapi hanya separuhnya saja. Karena ada beberapa point dalam berpikir positif yang belum mereka lakukan bahwa itu merupakan point positif. Untuk menambah agar orang introver sepenuhnya berpikir positif tidak setengah-setengah, ada sepuluh ciri orang yang berpikir positif.
1)Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2)Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti mereka tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3)Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4)Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak.
Memelihara pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5)Mensyukuri apa yang dimiliki
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
6)Tidak mendengarkan gosip yang tidak menentu
Sudah pasti gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu mendengarkan omongan yang tak ada juntrungannya adalah prilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7)Tidak bikin alasan tapi langsung bikin tindakan
Orang yang berpikir positif bukan penganut nato yaitu no action talk only
8)Menggunakan bahasa positif
Maksudnya kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme seperti “masalah itu pasti akan terselesaikan” dan “dia memang berbakat”.
9)Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Diantaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap dan gerakan tangan yang ekspresif atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias dan hidup.
10)Peduli pada citra diri
Itu sebabnya mereka berusaha tampil baik bukan hanya diluar, tapi juga di dalam.
8.) Kejujuran
Kejujuran merupakan sifat yang terpuji tapi sangat sulit dilakukan bahkan oleh sebagian manusia yang ada di muka bumi ini, baik laki-laki ataupun perempuan. Tidak terkecuali oleh para introver dengan sikapnya yang tertutup tersebut. Sudah selalu menutup diri, maka tidak mungkin mereka akan berkata apapun bila tidak perlu. Jika pun terdesak harus mengatakan sesuatu yang tidak mereka inginkan, maka senjata yang digunakan adalah dengan berbohong.
“Dan suaraku menjadi sangat keras dan penentangnya sangat menyakitkan, lagi saat kita membohongi diri sendiri.”
Apa sih susahnya bicara jujur? Apa sih ruginya bicara jujur? Sepertinya tidak susah dan tidak ada ruginya apabila kita bicara jujur. Okelah bicara bohong untuk suatu kebaikan, tapi apabila hanya untuk gengsi atau untuk menutupi keadaan yang sesungguhnya?
Wake up,man! Cos apakah dengan berbohong segala sesuatu akan menjadi lebih baik? Never! Mungkin tidak masalah bagi orang introver yang berbohong tapi bagi orang yang dibohongi apakah menyenangkan? Perih!
“ Yang pertama dan terburuk dari semua tipuan adalah
menipu diri sendiri.”
***Integritas dan Kejujuran
Orang lain pasti ingat apa yang pernah kamu lakukan dan katakan.
Maka jangan membodohi diri sendiri.
Kebanyakan orang mengatakan kebohongan.
Jalanilah kehidupan ini dengan jujur.
Pilihlah teman-teman bergaul yang benar-benar bisa diajak kerja sama.
Jelajahilah semua rasa dunia.
Biarkankanlah perubahan terjadi dan nikmati semua itu.
Kalau memang berbuat salah,
Akui saja dan belajarlah untuk memperbaikinya.
Bicaralah langsung tanpa bertele-tele.
Lakukanlah apa yang telah kamu janjikan.
Tunjukkanlah bahwa kata-katamu adalah mutiara.
Bukan pepesan kosong
Kejujuran adalah simbol kemajuan individu dan harta yang sesungguhnya. Dia merupakan cahaya yang terus-menerus menerangi seseorang. Bukan pada apa yang tampak, tetapi pada apa yang ditimbulkan oleh cahaya kejujuran yang ada dalam hati manusia, yaitu ketenangan hati ditambah kepercayaan orang-orang disekitarnya. Cahaya kejujuran muncul dalam diri yang paling suci tidak mungkin didramatisir atau dibuat-buat. Dia adalah daya tarik yang dihasilkan dari kejernihan hati nurani yang bersih, jujur, hidup dan mencintai semua manusia.
“Satu butir kejujuran akan menghancurkan sekeranjang dusta sesungguhnya. Satu realita akan menghancurkan sekian banyak khayalan. Maka kejujuran adalah landasan utama dan
mutiara yang berkilau.”
So dengan semua itu cobalah untuk berkata jujur ! Karena tidak ada gunanya untuk menutupi semua yang tidak diinginkan dengan berbohong. Dengan jujur maka sesuatunya akan lebih jelas, dan akan membuat lebih dipercaya oleh semua orang apabila mereka berbicara. So guy’s sadarlah!
9). Menjadi Percaya Diri
Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi antar pribadi , karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep diri, begitu pula dengan introver. Konsep diri yang baik adalah konsep diri positif yang ditandai dengan 5 hal :
Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah
Ia merasa setara dengan orang lain
Ia menerima pujian tanpa rasa malu
Ia menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat
Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya
Dalam kenyataan, memang tidak ada orang yang betul-betul sepenuhnya berkonsep diri negatif atau positif. Para introver diharapkan dapat berkarakter positif karena orang yang berkarakter positif lebih menyenangkan untuk diajak bergaul. Ada 11 karakteristik orang yang mempunyai konsep diri positif:
Ia meyakini betul-betul nilai-nilai dan prinsip-prinsip tertentu serta bersedia mempertahankannya, walaupun menghadapi pendapat kelompok yang kuat. Tetapi dia juga merasa dirinya cukup tangguh untuk mengubah prinsip-prinsip itu bila pengalaman dan bukti-bukti baru menunjukkan ia salah. Ia mampu bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa bersalah yang berlebih atau menyesali tindakannya jika orang lain tidak menyetujui tindakannya.
Ia tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu untuk mencemaskan apa yang akan terjadi besok, apa yang telah terjadi waktu yang lalu, dan apa yang sedang terjadi waktu sekarang.
Ia memiliki keyakinan pada kemampuannya untuk mengatasi persoalan, bahkan ketika ia menghadapi kegagalan atau kemunduran.
Ia merasa sama dengan orang lain, sebagai manusia tidak tinggi atau rendah, walaupun terdapat perbedaan dalam kemampuan tertentu, latar belakang keluarga atau sikap orang lain terhadapnya.
Ia sanggup menerima dirinya sebagai orang yang penting dan bernilai bagi orang lain, paling tidak bagi orang-orang yang ia pilih sebagai sahabatnya.
Ia dapat menerima pujian tanpa berpura-pura rendah hati dan menerima penghargaan tanpa merasa bersalah.
Ia cenderung menolak usaha orang lain untuk mendominasinya.
Ia sanggup mengaku kepada orang lain bahwa ia mampu merasakan berbagai dorongan dan keinginan dari perasaan marah sampai cinta, dari sedih sampai bahagia, dari kekecewaan yang mendalam sampai kepuasan yang mendalam pula.
Ia mampu menikmati dirinya secara utuh dalam berbagai kegiatan yang meliputi pekerjaan, permainan, ungkapan diri yang kreatif, persahabatan atau sekedar mengisi waktu.
Ia peka pada kebutuhan orang lain, pada kebiasaan sosial yang telah diterima dan terutama sekali pada gagasan bahwa ia tidak bisa bersenang-senang dengan mengorbankan orang lain. Kita agak banyak membicarakan konsep diri positif lah lahir pola prilaku komunikasi interpersonal yang positif pula.
A LITTLE SOLUTION OF INTROVER
“ Dia yang tidak mencari nasihat adalah tolol, ketololan membutakan dirinya dari kebenaran dan membuatnya kejam, keras kepala serta menjadi ancaman bagi sahabat karibnya.”
Butuh kepecayaan yang penuh apabila ingin memberikan sedikit nasihat kepada para introver. Karena sebagian dari mereka telah merasa damai dengan hidupnya sekarang ini.
“ Hanya dua orang yang bisa mengatakan yang sebenarnya tentang diri anda, yaitu seorang musuh yang kehilangan kesabarannya dan seorang teman yang menyayangi anda sepenuh hatinya.”(Antishenes)
Menurut mereka tidak ada yang perlu dikurangi dan ditambahi kecuali bagi mereka yang ingin melakukan suatu perubahan bagi kemajuan dirinya untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sedikit nasihat tidak akan merugikan bagi orang introver en sebaiknya dilihat dari perhatiannya kepada orang introvert.
Nasihat adalah “ Kalau ada orang yang mengkritik anda dan mereka berbicara langsung di hadapan anda, jangan dulu dibantah atau dijawab, tapi biasakan diri untuk mengucapkan secara jujur dari dalam hati perkatakan terima kasih. Di saat anda sudah tidak bersama mereka, sisakan waktu luang untuk merenungi dan memikirkan kembali, apa yang pernah dikritik dari diri anda.” Saran bagi orang introver untuk mengatasi sifat yang terdapat dalam dirinya:
1.Mengatasi rasa malu
1)Jangan memikirkan diri sendiri dan jangan memikirkan ketidaknyamanan yang dirasakansepanjang waktu.
2)Jangan pernah membiarkan diri merasa tegang dan gelisah. Setiap kali merasakan hal itu terjadi, cobalah untuk berusaha untuk berusaha keras mengendurkan tubuh dan pikiran.
3)Berhentilah mencemaskan gejala-gejala kegelisahan seperti wajah menjadi kemerah-merahan karena malu. Semakin sedikit mencemaskan semakin kecil kemungkinan bahwa hal itu mengganggu. Itu harus terus dilakukan, tidak peduli betapa tidak enaknya atau betapa malunya perasaan anda.
4)Hindarkan memikirkan tentang kesan yang ditimbulkan. Cobalah untuk tidak terlalu berusaha menyenangkan orang lain.
5)Jangan mengharapkan perhatian atau simpati mereka dan jangan merasa sedih kalau mereka tampak tidak peduli.
6)Jangan merasa akan kesepian. Temukanlah setengah minat yang akan membuat sibuk dan memberi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang lain dan menjalin persahabatan.
7)Ingatlah bahwa banyak orang yang sama pemalunya seperti para introver. Secara mayoritas, orang akan memberikan tanggapan terhadap sikap ramah.
8)Jangan lupa bahwa kebanyakan orang sibuk dengan hidup mereka sendiri, sehingga tidak akan mempunyai waktu untuk mengkritik.
9)Jangan mempunyai kebiasaan mengeluh kepada teman-teman ataupun berharap untuk memonopoli kasih sayang mereka.
10)Ingatlah lebih baik mempunyai satu kelompok kecil teman yang bisa diandalkan daripada satu kelompok besar kenalan yang sama sekali tidak dapat diandalkan.
2.Mengatasi rasa takut, cemas dan ragu.
Ketakutan harus ditaklukkan “kalau orang lain bisa mengapa orang inrover tidak bisa.? Dengan keyakinan itu akan membuahkan hasil sesuai batas-batas kemampuan sebagai manusia. Melalui sentuhan langsung dengan ketakutan itu sendiri justru bisa berhasil mengasah keberanian dan memiliki nilai tersendiri.
”Sebelum bahaya datang ia takut, itulah pemalu. Waktu bahaya datang ia takut, itulah pengecut. Sesudah bahaya lewat ia baru takut, itulah pemberani.”(Jean Paul Richter)
Ada beberapa pertanyaan yang bisa untuk menganalisis rasa takut dan diperlukan kejujuran pada diri sendiri dalam menjawabnya.
Apakah takut pada kematian?
Apakah takut terhadap sesuatu yang bisa menimpa orang yang dicintai?
Apakah takut sendiri di dalam kamar yang terkunci?
Apakah takut ketika berada di ketinggian?
Apakah takut pada air?
Apakah takut pada kegagalan?
Apakah takut pada beberapa jenis binatang?
Apakah takut ketika merasakan gempa?
Apakah takut kalau terjadi sesuatu yang jelek terjadi pada diri sendiri?
Apakah takut ketika terjadi petir atau kilat?
Apakah takut pada api?
Apakah takut pada kegelapan?
Apakah takut pada kemiskinan?
Apakah takut pada keterasingan?
Apakah takut pada ide-ide orang lain dan ucapan-ucapan mereka?
Apakah takut saat pertama kali jumpa dengan orang-orang yang masih asing?
Apakah takut berbicara di depan banyak orang?
Apakah takut pada sifat dengki?
Apakah takut pada atasan atau orang-orang yang memiliki kekuatan dan wewenang ?
Jika jawabannya “ya” berarti perlu merenungi diri dan lebih
menguasai emosi karena akan menyebabkan secara pikiran untuk mempresepsikan diri dalam sebuah posisi yang tidak mampu untuk diatasi. Langkah pertama untuk mencabut rasa takut adalah dengan kemampuan yang dimiliki untuk menganalisis diri sendiri atawa bisa juga dengan sedikit kekuatan yang ada mencoba untuk menaklukan ketakutan itu sendiri.
“Ketakutan menjadi jalan pintas menuju kekalahan.”(Aura)
Bisa dicontohkan apabila seseorang takut berenang, jalan satu-satunya untuk berenang harus terjun ke air. Bila menjauh dari air akan selamanya tidak bisa berenang. Bila takut pada suatu hal dekatilah ia. Berusahalah agar hal itu menyatu maka ketakutan itu akan sirna dan akan timbul keberanian dan cinta.
”Dalam kehidupan itu tak ada yang perlu ditakukan hanya perlu dipahami.”(Marie Curie)
Merasa cemas secara normal adalah akibat reaksi perasaan yang muncul dari ketidaktenangan terhadap sesuatu . Perasaan cemas tidak boleh terlalu berlebihan yang wajar-wajar saja. Dan yakin bahwa tak satupun yang bisa membuat terlepas dari cemas, kecuali menyibukkan pikiran dengan hal-hal selain yang membuat cemas. Ada sepuluh pertanyaan yang bisa mengetahui apakah seorang memiliki jiwa yang tenang atau seorang yang merasa cemas dan mudah diagitasi atau dipengaruhi? Pertanyaan ini kudu dijawab dengan “ya” atau “tidak” dengan syarat jawaban itu yang sesungguhnya dan dari lubuk hati dan kepribadiannya sendiri.
Apakah terkadang membayangkan berbagai musibah yang bisa menimpa secara tiba-tiba tanpa sebab apa-apa dan juga tanpa hal-hal yang meyakinkan bagi asumsi tersebut?
Apakah suka menyia-nyiakan kesempatan yang sudah tampak di depan mata untuk naik pangkat (dalam tugas) atau memperbaiki material, karena khawatir tidak mendapatkannya pada saatnya nanti?
Apakah memiliki kecenderungan dalam hidup sehari-hari untuk optimis dan pesimis dalam saat yang sama?
Apakah merasa cemas atau gelisah ketika satu jenis penyakit menyerang atau salah seorang anggota keluarga, meskipun penyakit itu sangat sederhana seperti influensa?
Apakah terlalu tenggelam dalam memikirkan kesalahan dan kealpaan, kemudian memberi hukuman yang berat pada diri sendiri atas kesalahan-kesalahan itu?
Apakah selalu mengagungkan makna dan nilai-nilai pribadi dan selalu menjaga diri dengan baik?
Apakah tidak tertarik berjumpa dengan orang-orang asing yang belum dikenal?
Apakah mempunyai kecenderungan untuk berpacu dengan orang lain dalam berbagai even dan prestasi belajar?
Apakah selalu gelisah di atas pembaringan untuk merenungi kembali peristiwa-peristiwa hari ini sebelum tidur dan hal itu sering dilakukan?
Apakah terkadang merasakan keletihan, tertekan atau ketakutan yang tidak beralasan saat bangun pada pagi hari?
Apabila jumlah jawaban lebih dari tujuh dengan jawaban”ya” berarti seorang pribadi yang terlalu berlebihan dalam kecemasan, mudah depresi dan diagitasi. Cara mengatasi sebaiknya menjauhi hal-hal serta orang-orang yang mengganggu dengan tingkah laku dan keberadaan mereka. Berusahalah untuk menguasai diri dalam hal-hal yang besar. Juga mesti berusaha untuk realistis dan melihat segala sesuatu dalam bentuk yang sesungguhnya, serta memandang problematika dalam ukuran dan nilainya yang benar.
Apabila jawaban lebih dari lima dengan “ya” berarti berada di awal penderitaan yang sesungguhnya dari perasaan cemas. Ada tiga langkah yang bisa ditempuh dan dapat menghilangkan kecemasan en mampu untuk menghadapi segenap permasalahan tanpa perasaan gelisah dan tertekan.
a)Langkah pertama
Tanya diri sendiri, apa kemungkinan terburuk dari setiap permasalahan yang menghadang?
b)Langkah kedua
Persiapkan diri secara pikiran dan psikologi untuk menerima kemungkinan terburuk bila memang hal itu sebuah keniscayaan. Ini tidak berarti sama sekali dengan cukup berbaring lalu menyambut segala kegagalan tapi harus menekankan pada diri sendiri bahwa yakin sanggup untuk mengatasi suatu permasalahan.
c)Langkah ketiga
Bekerja dengan tenang dan terkonsep secara rapi hingga teringankan dalam menerima kemungkinan terburuk, lalu tanyakan pada diri sendiri apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi kalau kemungkinan terburuk itu benar-benar terjadi?
Apabila jawaban “ya” hanya satu atau dua, berarti merupakan pribadi yang biasa saja, dan bila merasakan kecemasan adalah kecemasan yang normal yang biasa terjadi pada setiap manusia yang peka dan punya perasaan.
“Meyakini hidup sepenuhnya adalah terbaik mengatasi segala kekhawatiran.”(C.G.Young)
Selain takut dan cemas yang menjangkiti orang introver, ada satu lagi yaitu keraguan, baik dalam melakukan sesuatu ataupun mengambil keputusan. Yang dapat dilakukan untuk melawan keraguan dengan tidak menyerah pada rasa ragu akan tetapi mesti berusaha melawannya dengan cara berpikir secara baik dan jernih. Bila sudah tertanam dalam pikiran hakikat dari rasa ragu dan bahwa ia berada dalam ruang perasaan dan bukan dalam sistem pikiran serta dengan jalan menyebarkan pemahaman-pemahaman tentang cinta dan percaya diri, saat itu bisa segera untuk mengalahkan dan menguasai perasaan ragu.
3.Memperluas jaringan/ networking (dalam pekerjaan)/ sosialisasi
1)Eksplorasi kelebihan, temukan keunggulan
Gali kelebihan yang dapat digunakan untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain. Beberapa yang khas bagi introver adalah senang mendengarkan orang lain, bisa mengingat hal kecil, senang membantu, tidak sungkan memberikan pujian.
2)Miliki alternatif yang sesuai gaya dan kelebihan
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan misalnya:
Perkuat hubungan non tatap muka, misalnya dengan mengirim e-mail atawa sms berisi cerita, anekdot atawa humor untuk menyegarkan hubungan.
Memanfaatkan kegiatan seminar / training daripada kegiatan yang tidak ada gunanya atau sama sekali tak melakukan apapun.
Kirimkan kartu ucapan selamat sebagai tindak lanjut dari informasi yang dimiliki atas diri target networking.
3). Terapkan target spesifik dan realistik
Tujuannya adalah agar dapat mengukur dan mengevaluasi progress dari usaha sehingga dapat mengasah ketrampilan networking dan secara bertahap dapat meningkatkan target networking. Tentukan misalnya:
Berapa jumlah kontak atau say hello dalam waktu seminggu
Berapa kali melakukan kegiatan bersama dengan klien atau rekan kerja sebulan sekali, bisa berupa makan siang, olahraga atau belanja bareng
Beberapa orang yang didekati dalam suatu ajang networking
4). Miliki skenario
Tak jarang orang tipe introver merasa tidak nyaman bila harus menelepon seseorang yang belum dikenalnya. Adanya panduan dan skenario akan membantu untuk mengembangkan pembicaraan.
5). Pertolongan , komoditi seorang networker
Sepanjang menyadari bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan akan referensi, maka masih bisa melakukan networking. Banyak sekali orang merasa beruntung bila diperkenalkan pada rekanan bisnis baru atawa seorang teman baru. Nomor-nomor telepon penting sering tidak dipunyai orang lain. Semua itu bisa dijadikan materi “sharing” yang menarik sekaligus menguntungkan semua pihak. Dengan membiasakan hal ini hubungan tolong – menolong akan secara wajar dan otomatis.
Membangun jaringan merupakan salah satu alat untuk membangun hubungan yang berjangka panjang. Siapapun dapat melakukannya dan banyak alternatif untuk mewujudkannya sesuai dengan karakteristik pribadi masing-masing.
4.Everybody should make a change
Setiap orang ingin berubah untuk menjadi yang lebih baik dari sekarang. Begitu pula dengan orang introver apabila mereka betul-betul menyadarinya. Karena dengan diam saja ataupun hanya menjalani nasibnya ia akan memperoleh apa yang diinginkan sedangkan takdir saja bisa berubah bila selalu berdoa dan berusaha.
“Perubahan adalah suatu kenikmatan yang menular, semakin anda mampu menyemangati diri secara positif akan semakin lebih banyak contoh yang dapat menyemangati dan memberi anda ilham yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar.”
Manakala ingin berubah segalanya akan berubah. Banyak sebagian orang introver menyia-nyiakan hidup mereka dengan berharap segala sesuatunya bertambah baik. Mereka mengharapkan segalanya lebih mudah dan tampaknya mereka mengharapkan suatu hari tongkat ajaib terayun dan segala persoalan mereka terselesaikan. Tidak Mungkin !!!
“Lebih baik sepanjang hidup penuh perjuangan daripada hidup
tanpa cita-cita.”(J.de Bosch Kemper)
Segalanya bertambah baik jika mereka bertambah baik. Segala sesuatunya berubah jika mereka berubah dan bukan sebelumnya mereka berubah. Para introver perlu berusaha keras dan mengembangkan keahlian serta citra diri yang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Apa yang diperoleh dari hidup ini bersumber dari siapa diri orang tersebut.
“Banyak orang yang tidak tumbuh menjadi dewasa karena mereka menjadi orang asing bagi diri sendiri.”(Tarthang Tulky)
Survei menunjukkan bahwa mayoritas orang yang menang lotere dalam jumlah yang sangat besar, dalam waktu singkat, kembali mengalami kesulitan finansial yang lebih buruk daripada sebelum mereka mendapat rezeki itu. Sebagian orang introver tidak pernah mengubah “bagian dalam diri” mereka sehingga kondisi luar mereka merefleksikan apa yang ada dalam diri mereka. Tak ada jalan lain. Agar segalanya lebih baik, mereka harus lebih baik Hari ini akan sama seperti kemarin jika para introver tidak berusaha.
“ Bahwa yang merupakan kriteria terakhir adalah ketulusan integritas, keberanian dan cinta kasih kepada saat-saat tertentu dari keterkaitan. Bila kita tidak memiliki kriteria tersebut, itu kita berarti tidak sedang membangun masa depan, sebaliknya bila kita memilikinya, kita dapat mempercayai masa depan itu sendiri.”(Tarthang Tulky)
5.Menimbulkan rasa percaya diri
Bagi orang introver ketidakpercayaan diriannya yang membuat mereka tidak bisa berinteraksi dengan orang disekitarnya. Ketidak PeDe-an ini membuat mereka bingung untuk bersosialisasi bisa dikarenakan tidak bisa bergaul ataupun penampilan yang menurut mereka kurang meyakinkan sehingga untuk bertemu seseorang sudah takut terlebih dahulu.
“Hal-hal yang kecil bisa dikerjakan dengan baik, demikian juga hal-hal besar; itulah yang menumbuhkan rasa percaya diri”(Storey)
Rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai tehnik-tehnik membangkitkan rasa percaya diri. Disini ada beberapa kiat guna membangun percaya diri:
1)Berani menerima tanggung jawab
Gerald Kushel, Ed.D, direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah menejer. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa ditemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua menejer yang memiliki kinerja tinggi. Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil sempurna tanpa peduli pada hambatan apapun menghadangnya. Sebaliknya. Menejer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimal cenderung melimpahkan kesalahan pada siapa saja.
“Keberanian memasuki ketidakpastian memang menyebabkan kecemasan, tetapi ketidakberanian memasuki ketidakpastian menyebabkan hilangnya jati diri. Dan dalam pengertian yang paling dalam, keberanian memasuki ketidakpastian menjadi sadar akan jati diri.”(Kierkegaard)
2)Mengembangkan nilai positif
Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala nilai-nilai positif dikenbangkan pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony Ph.D, salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Diajurkan untuk membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif, misal mengganti kata saya tidak bisa menjadi saya bisa.
“Menyerahkan diri dalam arti tertinggi adalah menjadi sadar kepada dirinya sendiri.”(Kierkegaard)
3)Membaca buku tentang potensi diri
Segeralah lacak, gali dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri. Misal dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi diri karena bisa jadi sangat banyak potensi yang dimiliki tanpa disadari sehingga tidak berhasil digali.
4)Berani mengambil resiko
Keberanian dalam mengambil resiko ini penting sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil resiko yang masuk akal. Coba untuk menerima tantangan. Kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin. Dengan melakukan hal ini akan mendapatkan banyak peluang yang tidak ternilai harganya. Namun jangan lupa ketika mencoba sesuatu harus siap dengan hasil yang sesuai ataupun tidak sesuai dengan keinginan. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Tuhan. Kalau sudah mencoba, maka niatnya sama saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tidak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?
“Selalu curahkan wajah anda ke sinar matahari, maka anda tidak akan melihat bayangan.”(Hellen Keller)
5)Menolak saran yang negatif
Bisa jadi tidak semua orang disekitar memberikan dorongan, dukungan dan bersikap positif. Sebagian dari orang yang ada di sekitar mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tidak jarang malah melunturkan rasa percaya diri dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman maupun aspirasi-aspirasi yang dimiliki. Dengan demikian mungkin ada baiknya jika sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang coba melunturkan kepercayaan diri.
6)Mengikuti saran positif
Rasa percaya diri merupakan sifat menular artinya bila dikelilingi orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat optimis dan sebagainya. Karena itulah cari lingkungan yang memotivasi untuk sukses. Ini harus dimulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri bisa jadi semangatnya akan menular kepada diri.
“Ini jiwa kepahlawanan: percaya dir.”(Ralph Waldo Emerson)
7)Menjadikan keresahan sebagai kawan
Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya mengalami krisis percaya diri. Saat itulah harus dimulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan dan kembangkan panca indera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.
“Teman adalah orang yang bersedia memberikan perhatian.”(Aura)
6.Pengungkapan diri
Dari kepribadiannya yang tertutup orang introver adalah orang yang paling tidak bisa mengungkapkan dirinya bahkan kepada teman terdekatnya sekalipun. Mungkin mereka sulit atau enggan melakukan pengungkapan diri karena dapat mengandung resiko bagi para introver itu sendiri. Hal ini dilandasi oleh faktor resiko yang akan diterimanya kemudian hari, disamping karena belum adanya rasa aman dan kepercayaan pada diri sendiri. Resiko yang dimaksud dapat berupa bocornya informasi yang dianggapnya sangat pribadi sehingga bisa diketahui oleh beberapa orang ataupun khalayak. Ini juga dapat menganggu hubungan interpersonal yang sebelumnya sudah terjalin dengan baik.
“Orang lain menyukai anda, kalau anda menyukai orang lain dengan tulus.”(Dale Carniege)
Pengungkapan diri (self disclosure) dapat diartikan sebagai pemberian informasi tentang diri sendiri kepada orang lain. Informasi yang diberikan tersebut dapat mencakup berbagai hal seperti pengalaman hidup, perasaan, emosi, pendapat, cita-cita dan lain sebagainya. Pengungkapan diri haruslah dilandasi dengan kejujuran dan keterbukaan dalam memberikan informasi atau dengan kata lain apa yang disampaikan kepada orang lain hendaklah bukan merupakan suatu topeng pribadi atau kebohongan belaka sehingga hanya menampilkan sisi yang baik saja.
“Kejujuran adalah kualitas spiritual prima.”(Aura)
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mampu mengungkapkan diri secara tepat terbukti lebih mampu menyesuaikan diri (adaptive), lebih percaya pada diri sendiri, lebih kompeten, extrover, dapat diandalkan, lebih mampu bersikap positif dan percaya terhadap orang lain, lebih obyektif dan terbuka (David Johnson, 1981: dalam mentahelp.net).
“Orang pesimis menemukan hal-hal terburuk dalam sesuatu yang terbaik. Orang optimis menemukan hal-hal terbaik dalam sesuatu yang terburuk.”(William Arthur Ward)
Hal ini merupakan kebalikan dari orang introver yang tidak bisa mengungkapkan diri. Padahal banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pengungkapan diri yang dapat membantu orang introver untuk mengubah diri itupun apabila mereka ingin berubah. Manfaat yang di dapat dari pengungkapan diri antara lain:
1)Meningkatkan kesadaran diri
Dalam proses pemberian informasi kepada orang lain akan lebih jelas dalam menilai kebutuhan, perasaan dan hal psikologis dalam diri sendiri. Selain itu orang lain akan membantu dalam memahami diri para introver itu sendiri, melalui berbagai masukan yang diberikan, terutama jika hal itu dilakukan dengan penuh empati yang jujur.
“Kejujuran seseorang diukur oleh perbuatannya bukan oleh profesinya.”(Junius)
2)Membangun hubungan yang lebih dekat dan mendalam, saling membantu dan lebih berarti bagi kedua belah pihak.
Keterbukaan merupakan suatu hubungan timbal-balik, semakin orang introver terbuka pada orang lain maka orang lain akan berbuat hal yang sama. Dari keterbukaan itu timbul kepercayaan dari kedua belah pihak sehingga akhirnya terjalin hubungan persahabatan yang sejati.
“Sahabat adalah seseorang yang mengerti segala sesuatu tentang anda, tetapi tetap menghormati anda.”(Kiat Sukses)
*** Persahabatan
Persahabatan adalah anugerah yang terindah di dunia ini.
Jauh lebih bernilai dari sekedar keberuntungan dan popularitas.
Temukanlah sahabat yang benar-benar bisa dipercaya.
Tapi jangan sekali-kali menilai mereka dari sudut pandangmu saja.
Sahabat baik bukanlah seseorang yang harus menemanimu setiap saat dan memberi perhatian yang lebih padamu.
Tidak mustahil kamu akan sering bersebrangan dan berselisih dengan sahabat baik kamu itu.
Namun persahabatan yang sejati akan terus terjaga apapun adanya.
Jadi hal itu wajar dan biarkan saja terjadi.
Dalam persahabatan kuncinya adalah jangan pernah minta tolong sahabatmu mengerjakan sesuatu yang kamu sendiri barangkali tidak mau melakukan untuk dia.
Seringlah mengirim surat kepada mereka.
Ingat harta karun yang paling berharga ?
Yakni ketika suatu hari kamu membuka kotak surat dan menemukan sepucuk surat dari seorang sahabat.
3)Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi yang memungkinkan seseorang untuk menginformasikan suatu hal kepada orang lain secara jelas dan lengkap tentang bagaimana mereka memandang suatu situasi, bagaimana perasaan mereka tentang hal tersebut, apa yang terjadi, dan apa yang diharapkan.
“Doronglah orang lain agar berbicara, dengarkan baik-baik, bicarakan hal-hal yang baik dan menarik bagi orang lain.”(Dale Carniege)
4)Mengurangi rasa malu dan meningkatkan penerimaan diri (self acceptance).
Jika orang lain dapat menerima para introver maka kemungkinan besar orang introver pun dapat menerima diri mereka sendiri.
“Orang besar berdiri di atas kemampuannya sendiri.”
(Pierre Joseph Proudhen)
5)Memecahkan berbagai konflik dan masalah interpersonal.
Jika orang lain mengetahui kebutuhan para introver, ketakutan, rasa frustasi mereka dan sebagainya maka akan lebih mudah bagi orang lain untuk bersimpati atau memberikan bantuan sehingga dengan apa yang orang introver harapkan.
“Masalah tidak menjadi rintangan orang yang bekerja
sepenuh hati.”(Tarthang Tulku)
6)Memperoleh energi tambahan dan menjadi lebih spontan.
Harap diingat bahwa untuk menyimpan suatu rahasia dibutuhkan energi yang besar dalam kondisi demikian seseorang akan lebih cepat marah, tegang, pendiam dan tidak riang. Dengan berbagi informasi hal-hal tersebut akan hilang atau berkurang dengan sendirinya.
“Jadikan hidup kita teman yang semarak, bukan kolam yang terbengkelai.”(Tarthang Tulku)
Para introver untuk melakukan suatu pengungkapan diri perlu suatu energi besar untuk dapat melakukan hal tersebut. Oleh karena itu digunakan beberap kiat yang dapat digunakannya. Bagi orang introver yang mengalami masalah dalam mengungkapkan diri kepada orang lain, ada empat langkah yang efektif, yaitu:
a)Langkah pertama
Tanyakan pada diri sendiri, sejauh mana akan membuka diri? Hal-hal apa yang bisa dibagikan dengan orang lain dan kepada siapa?
Setiap orang memiliki rahasia pribadi. Hal tersebut sangatlah normal karena setiap orang tentu ingin menjaga agar hal-hal khusus tidak perlu diketahui oleh orang lain. Sayangnya banyak rahasia yang sebenarnya justru tidak perlu dirahasiakan karena tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain, tetapi karena takut orang lain tidak memahami rahasia tersebut maka rahasia ini disimpan terus-menerus. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh para introver jika ingin mengungkapkan diri.
b)Langkah kedua
Lakukan persiapan sebelum membuka diri. Atasi terlebih dahulu kekhawatiran dan ketakutan .
Untuk mengatasi kekhawatiran, ketakutan atau ketidakpercayaan diri orang introver dapat memulai pengungkapan diri dengan memilih topik pembicaraan pada hal-hal yang ringan dan santai. Contohnya: berbagi cerita tentang acara televisi atau film yang disukai, perawatan mobil/ motor, kegiatan di sekolah atau kantor, dan lain-lain. Pada awalnya usahakan untuk tidak mengutarakan perasaan atau opini pribadi. Jika tahapan ini sudah mereka lalui dan berhasil dengan baik, barulah memilih orang yang dapat para introver percayai untuk mengemukakan pendapat pribadi maupun perasaan mereka tentang suatu hal misalnya apa yang dirasakan dan apa yang diharapkan dari teman itu sendiri. Secara berangsur-angsur lakukan hal tersebut dengan beberapa yang berbeda. Dengan cara ini orang introver akan menjadi lebih mudah untuk memulai komunikasi dan selanjutnya menjadi terbiasa dalam berbagi informasi.
c)Langkah ketiga
Tingkatkan terus ketrampilan dalam mengungkapkan diri. Pelajari cara-cara mengungkapkan diri dan bagaimana memberikan masukan yang bermanfaat.
Pengungkapan diri melibatkan cara-cara penyampaian informasi yang baik dan jelas sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi orang yang menerima informasi tersebut. Hendaknya jika orang introver ingin berbagi informasi maka kemukakanlah dengan bahasa sederhana dan jangan berbelit-belit. Jangan berasumsi bahwa orang lain akan memahami, mengetahui perasaan dan kebutuhan mereka tanpa harus mereka katakan. Ingat bahwa tidak seorang pun yang dapat membaca pikiran orang introver. Jadi orang introverlah yang harus mengatakan dan menjelaskan apa perasaan mereka, apa kebutuhan saat ini dan apa yang mereka harapkan dari orang lain. Jika ada hal-hal yang mereka rasakan kurang jelas, sebaiknya bertanyalah pada saat ini dan jangan berasumsi.
Dalam pengungkapan diri secara tidak langsung sebenarnya mereka juga memberikan masukan kepada orang lain dan sebaliknya. Oleh karena itu dalam memberikan berbagai masukan kepada teman(orang yang diberi informasi) mereka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Masukan yang diberikan tidak boleh bernada ancaman, fokuskan pada permasalahan dan bukan pada kepribadian si lawan bicara.
Fokus pada masalah yang sedang dibahas, jangan ngalor-ngidul ke masalah-masalah lain atau ke masa lalu.
Jangan memberikan masukan jika tidak diperlukan, tidak mungkin dilaksanakan atau diterima, atau jika usulan tersebut sudah tidak berguna. Berikan hanya masukan yang benar-benar masuk akal, bersifat membangun dan tidak rumit.
d)Langkah keempat
Ungkapkan diri secara tepat dengan pemilihan waktu dan situasi yang tepat pula.
Agar dapat mengungkapkan diri secara tepat pada waktu atau situasi yang tepat, perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
Pertama-tama para introver harus memiliki suatu alasan mengapa mereka perlu membuka diri
Dengan siapa mereka akan berbicara teman dekat? Orang tua? atasan?kenalan baru?atau siapa?
Sejauh mana pengungkapan diri orang introver akan membahayakan diri mereka sendiri?
Dengan pertimbangan ketiga hal tersebut maka mereka dapat mengungkapkan diri secara tepat dan proposional sehingga akan bermanfaat bagi diri kepada orang lain, maka akan sangat baik jika para introver membuat catatan kecil tentang hal-hal yang telah mereka ungkapkan pada orang lain dan pengaruhnya terhadap perkembangan diri mereka sendiri.
7). Berpikir positif
Para introver selalu berpikir positif, tapi belum mutlak sepenuhnya mereka berpikiran positif tapi hanya separuhnya saja. Karena ada beberapa point dalam berpikir positif yang belum mereka lakukan bahwa itu merupakan point positif. Untuk menambah agar orang introver sepenuhnya berpikir positif tidak setengah-setengah, ada sepuluh ciri orang yang berpikir positif.
1)Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2)Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti mereka tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3)Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4)Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak.
Memelihara pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5)Mensyukuri apa yang dimiliki
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
6)Tidak mendengarkan gosip yang tidak menentu
Sudah pasti gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu mendengarkan omongan yang tak ada juntrungannya adalah prilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7)Tidak bikin alasan tapi langsung bikin tindakan
Orang yang berpikir positif bukan penganut nato yaitu no action talk only
8)Menggunakan bahasa positif
Maksudnya kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme seperti “masalah itu pasti akan terselesaikan” dan “dia memang berbakat”.
9)Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Diantaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap dan gerakan tangan yang ekspresif atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias dan hidup.
10)Peduli pada citra diri
Itu sebabnya mereka berusaha tampil baik bukan hanya diluar, tapi juga di dalam.
8.) Kejujuran
Kejujuran merupakan sifat yang terpuji tapi sangat sulit dilakukan bahkan oleh sebagian manusia yang ada di muka bumi ini, baik laki-laki ataupun perempuan. Tidak terkecuali oleh para introver dengan sikapnya yang tertutup tersebut. Sudah selalu menutup diri, maka tidak mungkin mereka akan berkata apapun bila tidak perlu. Jika pun terdesak harus mengatakan sesuatu yang tidak mereka inginkan, maka senjata yang digunakan adalah dengan berbohong.
“Dan suaraku menjadi sangat keras dan penentangnya sangat menyakitkan, lagi saat kita membohongi diri sendiri.”
Apa sih susahnya bicara jujur? Apa sih ruginya bicara jujur? Sepertinya tidak susah dan tidak ada ruginya apabila kita bicara jujur. Okelah bicara bohong untuk suatu kebaikan, tapi apabila hanya untuk gengsi atau untuk menutupi keadaan yang sesungguhnya?
Wake up,man! Cos apakah dengan berbohong segala sesuatu akan menjadi lebih baik? Never! Mungkin tidak masalah bagi orang introver yang berbohong tapi bagi orang yang dibohongi apakah menyenangkan? Perih!
“ Yang pertama dan terburuk dari semua tipuan adalah
menipu diri sendiri.”
***Integritas dan Kejujuran
Orang lain pasti ingat apa yang pernah kamu lakukan dan katakan.
Maka jangan membodohi diri sendiri.
Kebanyakan orang mengatakan kebohongan.
Jalanilah kehidupan ini dengan jujur.
Pilihlah teman-teman bergaul yang benar-benar bisa diajak kerja sama.
Jelajahilah semua rasa dunia.
Biarkankanlah perubahan terjadi dan nikmati semua itu.
Kalau memang berbuat salah,
Akui saja dan belajarlah untuk memperbaikinya.
Bicaralah langsung tanpa bertele-tele.
Lakukanlah apa yang telah kamu janjikan.
Tunjukkanlah bahwa kata-katamu adalah mutiara.
Bukan pepesan kosong
Kejujuran adalah simbol kemajuan individu dan harta yang sesungguhnya. Dia merupakan cahaya yang terus-menerus menerangi seseorang. Bukan pada apa yang tampak, tetapi pada apa yang ditimbulkan oleh cahaya kejujuran yang ada dalam hati manusia, yaitu ketenangan hati ditambah kepercayaan orang-orang disekitarnya. Cahaya kejujuran muncul dalam diri yang paling suci tidak mungkin didramatisir atau dibuat-buat. Dia adalah daya tarik yang dihasilkan dari kejernihan hati nurani yang bersih, jujur, hidup dan mencintai semua manusia.
“Satu butir kejujuran akan menghancurkan sekeranjang dusta sesungguhnya. Satu realita akan menghancurkan sekian banyak khayalan. Maka kejujuran adalah landasan utama dan
mutiara yang berkilau.”
So dengan semua itu cobalah untuk berkata jujur ! Karena tidak ada gunanya untuk menutupi semua yang tidak diinginkan dengan berbohong. Dengan jujur maka sesuatunya akan lebih jelas, dan akan membuat lebih dipercaya oleh semua orang apabila mereka berbicara. So guy’s sadarlah!
9). Menjadi Percaya Diri
Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi antar pribadi , karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep diri, begitu pula dengan introver. Konsep diri yang baik adalah konsep diri positif yang ditandai dengan 5 hal :
Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah
Ia merasa setara dengan orang lain
Ia menerima pujian tanpa rasa malu
Ia menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat
Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya
Dalam kenyataan, memang tidak ada orang yang betul-betul sepenuhnya berkonsep diri negatif atau positif. Para introver diharapkan dapat berkarakter positif karena orang yang berkarakter positif lebih menyenangkan untuk diajak bergaul. Ada 11 karakteristik orang yang mempunyai konsep diri positif:
Ia meyakini betul-betul nilai-nilai dan prinsip-prinsip tertentu serta bersedia mempertahankannya, walaupun menghadapi pendapat kelompok yang kuat. Tetapi dia juga merasa dirinya cukup tangguh untuk mengubah prinsip-prinsip itu bila pengalaman dan bukti-bukti baru menunjukkan ia salah. Ia mampu bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa bersalah yang berlebih atau menyesali tindakannya jika orang lain tidak menyetujui tindakannya.
Ia tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu untuk mencemaskan apa yang akan terjadi besok, apa yang telah terjadi waktu yang lalu, dan apa yang sedang terjadi waktu sekarang.
Ia memiliki keyakinan pada kemampuannya untuk mengatasi persoalan, bahkan ketika ia menghadapi kegagalan atau kemunduran.
Ia merasa sama dengan orang lain, sebagai manusia tidak tinggi atau rendah, walaupun terdapat perbedaan dalam kemampuan tertentu, latar belakang keluarga atau sikap orang lain terhadapnya.
Ia sanggup menerima dirinya sebagai orang yang penting dan bernilai bagi orang lain, paling tidak bagi orang-orang yang ia pilih sebagai sahabatnya.
Ia dapat menerima pujian tanpa berpura-pura rendah hati dan menerima penghargaan tanpa merasa bersalah.
Ia cenderung menolak usaha orang lain untuk mendominasinya.
Ia sanggup mengaku kepada orang lain bahwa ia mampu merasakan berbagai dorongan dan keinginan dari perasaan marah sampai cinta, dari sedih sampai bahagia, dari kekecewaan yang mendalam sampai kepuasan yang mendalam pula.
Ia mampu menikmati dirinya secara utuh dalam berbagai kegiatan yang meliputi pekerjaan, permainan, ungkapan diri yang kreatif, persahabatan atau sekedar mengisi waktu.
Ia peka pada kebutuhan orang lain, pada kebiasaan sosial yang telah diterima dan terutama sekali pada gagasan bahwa ia tidak bisa bersenang-senang dengan mengorbankan orang lain. Kita agak banyak membicarakan konsep diri positif lah lahir pola prilaku komunikasi interpersonal yang positif pula.
Langganan:
Komentar (Atom)