Sabtu, 06 Desember 2008

BAB III
CINTA SANG INTROVER

“Cinta adalah seekor burung cantik berharap ditangkap tapi menolak untuk disakiti”.

 Para introver rata-rata kurang memikirkan tentang cinta karena terlalu sibuk memikirkan dirinya sendiri entah itu soal keluarga ataupun pekerjaan. Mungkin dari mereka ada yang mengetahui bahwa penyebab penderitaan hidup manusia adalah cinta.
***Cinta dan Penderitaan
Sang Budha mengajarkan bahwa penyebab utama penderitaan itu,
Karena kita terikat atau mengikatkan diri pada barang atau benda duniawi.
Cinta membawa kita pada derita ketika kita kehilangan orang yang kita cintai.
Kita menjadi merasa sengsara saat kehilangan harta yang kita jaga.
Jadi supaya terhindar dari penderitaan maka kenalilah apapun yang bisa membawa kesengsaraan.
Mungkin hal itu akan makan waktu yang cukup lama.
Tapi dengan melepaskanmu dari rasa itu,
Akan meringankan dirimu dari beban penderitaan.
 Oleh karena itu orang introver enggan berhubungan suatu kata yang dinamakan cinta, itupun dengan catatan kalau tidak kepepet banget.
” Orang yang pantas mendapatkan cinta adalah orang yang mempersembahkan kemurahan hatinya, mengekang kejahatannya dan menampakkan wajah berseri.”
 Kebanyakan dari mereka adalah jombloers, ada yang sama sekali takut pada lawan jenis or ada yang sudah berani tapi selalu gagal karena kurang pengalaman dan strategi yang kurang pas untuk diterapkan. Ada juga yang cuma ot omong thok/ lip service jadi dia hanya bisa bicara sana-sini tapi kenyataannya gak ada. 
“ Berhentilah berbicara dan lakukanlah tindakan nyata.”(Aura)
Mungkin juga karena mereka jarang ditemui sehingga ada yang merasa kegantengan atau ada yang malah minder. Tapi kebanyakan apabila baru kenal terlalu sopan jadinya jaga imej banget. Mereka mencoba melakukan dengan benar agar segala sesuatunya sempurna untuk menutupi sifat malu yang dideritanya.
“Hanya ada satu sudut pandang di dalam alam semesta ini yang pasti bisa anda perbaiki yaitu diri anda sendiri.”(Anthisthenes)
 Pada orang introver sebagian merasa nyaman berhadapan dengan teman dari sesama jenis tetapi gugup kalau dengan teman dari lawan jenis. Ini disebabkan karena faktor jenis kelamin bawah sadar yang memanifestasikan diri dalam berbagai cara yang menyakitkan. Kalau seorang laki-laki mempunyai ibu yang dominan, dia akan cenderung gugup menghadapi perempuan. 
Kalau seorang perempuan dibuat merasa kurang penting dibanding saudara laki-lakinya dia cenderung merasa rendah diri dengan tidak nyaman terhadap laki-laki. 
“ Perempuan dan burung mampu melihat tanpa memutar kepala mereka, dan sungguh itu suatu anugrah yang sangat penting, karena mereka berdua dikelilingi oleh banyak musuh.”
 Ada berbagai alasan orang introver yang menyebabkan tidak begitu memikirkan tentang cinta dan hal itu memang kurang diperhatikan karena sifat-sifat mereka yang susah untuk dirubah jika bukan karena keinginan mereka sendiri. Sifat-sifat itu antara lain:
a.Takut
Ini adalah sifat yang paling menonjol pada diri introver. 
“ Rasa takut merupakan penghalang seseorang dalam menemui siapa yang dicintainya.”
Rasa takut dalam setiap kondisi tidak lain adalah dampak dari perasaan orang introvert yang tidak mampu menghadapi situasi tertentu yang dilihat dalam bayangan mereka sendiri sebagai sesuatu yang berbahaya. Apa yang dianggap sebagian orang sebagai indra ke enam, yaitu perasaan takut dan benar-benar terjadi seperti apa yang mereka takutkan.. Ketakutan mereka terlalu berlebihan dan tanpa alasan yang jelas. Jangankan takut ditolak cintanya untuk mengatakannya saja, mereka sudah ambil langkah seribu alias gak berani. 
“ Dicintai secara mendalam oleh seseorang memberi anda kekuatan; mencintai seseorang secara mendalam memberi anda keberanian.”
Anehnya mereka terkadang menyatakan bahwa mereka menderita rasa cemas tapi mereka tidak mengakui bahwa mereka juga menderita rasa takut. 
“Sebuah cerita yang memberi pelajaran baru setiap kali dibaca. Di India ruh melintasi orang tua yang duduk dibawah pohon.
Orang tua : Kemana engkau akan pergi?
Ruh :Ke Benares untuk membunuh seratus orang
Kemudian orang tua itu mendengar bahwa di Benares sepuluh ribu orang telah mati. Lalu ruh itu melintas lagi saat perjalanan pulang.
Orang tua : Engkau berbohong, engkau berkata engkau akan membunuh seratus orang.
Ruh : Aku membunuh seratus orang. Ketakuatan membunuh yang lainnya.”
Sebenarnya untuk mengatakan mereka seorang pengecut or pecundang sangat tidak etis. Biasanya mereka tidak terima dikatakan sebagai pengecut tapi bagaimana lagi memang itu kenyataan yang terjadi di lapangan.. 
“Pengecut itu mengancam pada waktu ia sendiri selamat.”(Johann Wolfgang von Goethe)
“Pekerjaan pengecut adalah mencurigai segalanya.”(Pribahasa)
Untuk menghindari istilah yang diberikan kepadanya, mereka rajin mengikuti bimbingan konseling di perkumpulan Ijo Lumut ( Ikatan Jomblo Lucu dan Imut), tapi tidak membuahkan hasil. Bahkan mereka merupakan partisipan, mungkin juga pengurus dalam Partai Jomblo Indonesia, yang mempunyai visi dan misi seperti ini di bawah ini:
  Partai Jomblo Indonesia

  PARTAI JOMBLO INDONESIA. NO 50
  Semboyan : “jomblo itu pedih jendral … !!”

  Partai ini sebenarnya sudah ada sejak jaman baheula,
  dikarenaken orang-orangnya yg sibuk mengejar karir,
  ataupun kalah sistem seleksi alam ataupun terkena
  dampak rolek (resiko orang jelek) delele. Kami memberi
  buketi bukan janji, soalnya janji lagi jalan-jalan, Bu
  Keti ajah yang ada dirumah.

  Kami PJI akan berusaha memperjuangkan aspirasi kawula
  muda yang rata-rata tersingkirkan oleh seleksi alam
  dalam mencari jodoh. Kami bukanlah produk orde baru
  maupun orde lama, kami memiliki grassroot yang sangat
  kuat, cuman kadang-kadang kepentok masalah dana pas
  tanggal tua,

  Kami siap berafiliasi dengan partai manapun sepanjang
  mereka tidak mengisolasi kaum jomblo yang mayoritas
  ini, kami tidak korupsi, sedikit kolusi cincay-cincay
  an, dan yang pasti nepotisme, … namanya juga usaha
  coy.

  Kami akan berusaha sekuat tenaga agar battle of sexes,
  standar ganda delele agar dihilangkan dari bagian
  pencarian pasangan, karena hal ini dapat menimbulkan
  ketidakpastian dan ketidak jelasan dalam suatu
  hubungan. Kami agar mendukung poligami karena
  ketidakseimbangan jenis kelamin yang tersedia saat
  ini.

  Kami mencari dana dengan cara halal, tidak menjual
  diri, hanya kadang-kadang menggadaikan tape radio buat
  malem mingguan, jualan kaos biar bisa kencan berduaan
  dan kadang-kadang ngamen biar bisa beliin yayang kaos
  idaman.

  Resolusi kami :
  1. Kami tidak pernah menyepelekan janda maupun gadis,
  kami menerima semua aspirasi dan kasih sayang mereka.
  2. Kami tidak membedakan jenis kelamin semboyannya
  kasih sayang diatas segalanya.
  3. Jika ada salah satu dari anggota caleg kami mendua,
  kami siap dipecat.
  4. Kami telah menyelamatkan 50juta jomblo terlantar,
  dan dengan bantuan anda menjadi partisipan kami,
  mungkin akan lebih banyak lagi jomblo-jomblo yang
  selamat dari kepunahan.
  5. Logo kami monyong putih memang kurang begitu
  aspiratif, tapi itu bermakna sangat dalam dimana
  monyong merupakan perwakilan dari rasa dan karsa kami
  yang kurang mendapatkan kasih sayang. Inga inga coblos
  monyong putih, jangan monyong item karena eh karena
  monyong item teh kebanyakan makan oncom.

  Kami adalah teman wong jomblo :
  11.03.03
  Kami menyelamatkan 50 jomblo yang mengejar ngejar
  seekor kuda nil gara desperate, membimbing mereka
  kembali kejalan yang benar agar bisa membedakan bahwa
  walaupun kuda nil itu sama-sama mamalia, tapi hasil
  persilanganya akan menghancurkan umat manusia.
  12.05.03
  Kami mengembalikan dana siluman sebesar 50milyar,
  karena kami merasa uang monopoli itu bukan hak kami,
  kami hanya mengharapkan dana umum dan kesempatan,
  apalagi kalo lewat start dapet 2000.
  08.09.03
  Dua orang caleg kami mengundurkan diri dari kabinet
  gotanggotong karena merasa bertanggung jawab dengan
  meningkatnya kadar jomblo yang memiliki Ph lebih dari
  0,05 % sehingga terpaksa memakai deodoran yang
  berlebihan. (ketawa.com).

Dengan masuk dalam kepengurusan PJI maka sifat jomblo mereka yang nempel dalam dirinya akan terus melekat erat.
Sehingga mereka bisa juga dinominasikan dalam kategori the real jomblo.
Seperti lirik lagu saykoji:
“Malam minggu dia melongok
  Soal cewek dia dongok
  Tapi dia bukan homo
  Dia cuma seorang jomblo.”
Perlu kesabaran tingkat tinggi apabila orang yang punya gebetan orang introver, karena turun sk or surat keputusannya lama bener. Disini perlu kesabaran yang benar-benar sabar, bar, bar, bar en moga-moga gak bubar.
“Sungguh jika memulai kesabaran adalah pahit rasanya, maka sungguh buah yang dipetik adalah manis rasanya .”
Apabila ada orang yang benar-benar ngefans dengan orang introver dan dengan sabar menunggu jawaban dan gak tahu kapan diberikan jawabannya, maka orang tersebut dan orang introver sudilah membaca sajak karya Oka Rusmini yang berjudul: 
“Euforia”
Mungkin kita memang tidak memerlukan pertemuan lagi
Atau kau mulai takut menyentuh api yang terus tumpah dalam bola mataku?
Katamu:
Aku menginginkan kau tumbuh jadi pohon. Daunmu yang lebat akan menyumbat gigil yang terus berderak dalam tubuh. Di luar terlalu dingin. Tak ada manusia yang bisa kuajak bicara. Tak ada matahari mau melepas potong tubuhnya. Jangan pernah pergi. Mari lemparkan ranting-rantingmu yang rimbun. Mungkin aku bisa kembali hidup.

Di sebuah ruang penuh orang-orang. Kau melindap tak berani menangkap bola mataku. Aku telah menggantung kata-kataku di setiap sudut jalan-jalan kota yang padat. Mungkin bisa memanggilmu berpaling. Di rel-rel kereta tua aku melepas pikiran-pikiranku, mungkin dia akan berbiak, menempel di dinding kereta. Bila kau duduk kau bisa mengulitinya, membawanya pulang. Aku juga menyelipkan lagu-lagu cinta, karena tak ada suara yang bisa keluar dari mulutku. Kau telah menyumbatnya.
Katamu:
 Aku lelaki yang tidak memiliki kata-kata. Kau makin jauh. Aku melihat ombak besar melumatmu. Aku pernah berlari dengan perahu dan jaring. Mungkin bisa kusematkan kau di keping tubuhku. Tapi kau terus mengikuti ombak. Kau mungkin telah hilang. Kenapa kau kembali?

Aku pernah jatuh cinta pada patung air yang kau sembunyikan di detak jantungmu. Kau memanggil kerumunan anak-anak yang sedang bermain. Sambil menggengam tanganku. Aku tak memiliki garis tangan, lalu kau menyuruh sepasang anak yang sedang berkasih-kasihan untuk mengambil taji.

Katamu:
Mana tanganmu. Aku akan menuliskan namaku di urat tanganmu.

Mungkin tidak lagi pernah kau impikan pertemuan. Ketika aku mulai rajin mengirimi bunga, daun-daun kering. Sambil mengingat berapa usiamu kini. Kadang kucuri suaramu. Lalu kuselipkan diseluruh lubang telingaku. Mungkin aku bisa mengenang rasa takutmu.
Katamu:
Aku tak ingin kehilanganmu

Aku pernah jatuh cinta pada patung air itu. Ketika malam, kukirimi bangkai bunga. Kau melempar akar wangi padaku. Kau tidak pernah berkata-kata lagi. Selalu gelap. Dingin. Mungkin memang tidak pernah kau inginkan pertemuan lagi. Tapi aku masih mendengar suaramu yang parau menyanyikan lagu-lagu cinta penuh ragu. Kelak bila aku bisa mengumpulkan huruf-hurufku yang tanggal akan kukirimi kau sebuah rahasia yang terus membuat denyut didalam darahku. Atau kau ingin mengambil namamu di telapak tangan yang pernah kau goreskan.”
Apabila sudah coba merenungkan isi dari puisi diatas dan masih tetap menunggu orang introver, maka untuk dapat menghibur diri para “introver fans club’s”, doa ini patut dicoba,
Ya Tuhan, kalau memang dia jodohku, dekatkanlah.
Tapi kalau bukan jodohku, jodohkanlah.
Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh.
Ya Tuhan, kalau dia tidak bisa dijodohkan denganku,
Jangan sampai dia dapat jodoh yang lain, 
Biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku.
Dan saat dia tidak memiliki jodoh,
Jodohkanlah kami kembali.
Ya Tuhan, kalau dia jodoh orang lain,
Putuskanlah, jodohkanlah kami kembali.
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
Biar orang lain itu ketemu jodoh dengan yang lain.
Dan kemudian jodohkanlah kembali denganku.
Amin. 

b.Pendiam
Karena tidak suka berinteraksi dengan orang lain dan suka dengan kesunyian maka orang introver ini lebih suka berdiam diri. 
Bilapun ada yang berbicara dia lebih senang sebagai pendengar yang baik. Jadi untuk bicara saja susah apalagi talk about love. Bagi mereka yang perlu talk about love, perlu skenario tersendiri untuk dapat mengatakannya, entah dengan tulisan via sms, chating, ataupun e-mail. Tapi biasanya orang introver menggunakan ilmu kebatinan jadi apabila mereka diam diwajibkan pihak lawan bicaranya harus sudah mengerti apa yang dibicarakannya tanpa perlu mereka berkata sedikitpun.  
“Hatiku, rahasiakanlah cintamu dan sembunyikan rahasia itu dari orang-orang yang kau temui, maka kau akan memiliki keberuntungan yang lebih baik.”
 Karena diamnya mereka membuat orang merasa bahwa mereka merupakan orang-orang yang tidak mempunyai perhatian atau bagai manusia yang tidak punya hati or kurang sensitif. Padahal bila ditilik lebih lanjut setiap manusia mempunyai hati dan perasaan tapi seberapa besar yang bisa diperlihatkan pada orang lain, itu yang harus dipertimbangkan. Mungkin dengan berpikir secara positif kita bisa mengartikan diamnya orang introver. Cerita dibawah ini bisa sebagai bahan renungan.
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam memciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami, telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut.
“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan.”
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya,”Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,”Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya.”
“Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”
Dia termenung dan akhirnya berkata,”Saya akan memberikan jawabannya besok.”
Hati saya gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan coret-coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan……………………………………
“Sayang, saya tidak bisa mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan membacanya.
“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor. Saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”
“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”
“Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi. Saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”
“Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”
“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”
“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika tua nanti, saya masih dapat menolongmu mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”
“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.”
“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena saya, tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.”
“Sayangku, saya tahu, ada banyak orang bisa mencintaimu lebih dari dari saya mencintaimu.”
“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki dan mata yang lain yang dapat membahagiakanmu.”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
“Dan sekarang sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita. Saya sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”
“Dan jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta. Kita idak pernah tahu apakah orang introver mencintai seseorang karena kita tidak tahu juga apakah cinta yang diberikan sesuai yang diinginkan seperti lazimnya. Karena bisa jadi cinta yang diharapkan hadir dalam wujud yang lain yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Cos cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.  
Tapi tidak semua orang dapat berpikir positif kepada orang introver dan sebagian besar kebayakan orang berpikir negatif. Sehingga apabila mempunyai teman seorang introver harus mempunyai indra ke enam, ke tujuh ataupun ke delapan. Untuk mengetahui perasaannya tidak akan pernah tahu sehingga menimbulkan negthing. Jadi apabila ingin mengetahui jawaban dari orang introver about love, hanya bisa berharap-harap. 
“Kembangkan harapan untuk menghilangkan ketakutan dan kecemasan.”(Johann Wolfgang Von Goethe)
Mengharapkan sesuatu yang baik terjadi pada diri, bukanlah sesuatu yang kuno atau sentimentil. Harapan adalah sesuatu yang memungkinkan menentukan kemalangan dan keberuntungan diri pada masa mendatang. Hal ini bukan berarti harus selalu menggantungkan diri pada harapan semata. Namun diatas semua itu harapan akan senantiasa mendekatkan pada suatu kenyataan yang diinginkan.
“Bagaimanapun juga berharap lebih baik daripada
 berputus-asa.”(Johann Wolfgang Von Goethe)
***Harapan
Segala sesuatu mengintai dan memendarkan harapan.
Mengharapkan sesuatu yang baik terjadi pada diri kita bukanlah sesuatu yang kuno atau sentimentil.
Harapan adalah sesuatu yang memungkinkan kita menentukan kemalangan dan keberuntungan pada masa mendatang.
Hal ini bukan berarti kita harus menggantungkan diri pada harapan semata.
Namun diatas semua itu.
Harapan akan mendekatkan kita pada suatu kenyataan yang kita inginkan.
“Jangan menyerah”adalah ungkapan yang paling tepat untuk selalu menciptakan harapan.
  So apabila jatuh cinta terhadap orang introver, dan merasa lelah menunggu dan merasa disakiti, dikecewakan ataupun ditinggalkan, pesannya mungkin” cintailah mereka yang ada dalam hidup anda tanpa pamrih.” “Terimalah mereka apa adannya dan terimalah apa yang ingin mereka berikan tanpa prasangka apapun”.
“ Cinta ketika dicari adalah rasa sakit diantaranya tulang dan daging, hanya jika masa muda, telah berlalu, rasa sakit itu memperkaya jiwa dan kepedihannya menambah pengetahuan.”
Kemungkinan lain pesannya adalah “jangan biarkan tindakan orang lain menghancurkan harga diri anda”. Pesen ini berlaku bagi siapa saja tidak hanya untuk orang introver semata. Jika lelah menunggu mungkin dapat menghayati puisi karya Ngarto Februana, 
Penantian
Kini sudah saatnya
Berhenti menghitung hari yang tak bertepi
Telah lama kutelusuri pasir pantai

Ku tinggalkan jejakku disana 
Kucari bayangmu di batas cakrawala diatas garis laut
Kucari merdu suaramu diantara debur ombak
Yang menggulung pasir pantai, karang dan debur ombak
Saksi penantianku

Kini sudah saatnya berhenti 
Menghitung hari yang tak bertepi
Telah lelah aku menanti 
Kuputuskan; biarlah aku sendiri
Karena ternyata kau bukan untukku

Kini sudah saatnya menghitung hari
Kulambaikan tanganku sambil mendekap dada yang terluka
Selamat tinggal sayang, tak kuharap kau kembali

Atau menyimak lirik lagu kahitna biarpun hati sakit tambah perih toh hidup tetap harus dinikmati. Yuuuk!
“Biar aku yang pergi, bila tak juga pasti
Adakah selama ini aku cinta sendiri
Biar aku menepi, bukan lelah menanti
Namun apalah artinya cinta pada bayangan.
Pedih aku rasakan kenyataannya, cinta tak harus selalu miliki.”
 
c.Pemalu
Sebenarnya takut, pendiam dan pemalu adalah satu paket yang saling menguatkan satu sama lain yang mengukuhkan menjadi orang introver. Seorang berkembang menjadi pemalu bila ketidakpastian yang umum ini ditunjang oleh berbagai pengalaman yang menyebabkan dirinya luar biasa terluka dan terhina.
“Kata orang ketidaksempurnaan membuat manusia hampa dan kehampaan membuatnya riang tanpa beban. Mungkin hal itu benar bagi mereka yang terlahir mati dan hidup seperti mayat berjalan.”
Bagaimana membicarakan soal cinta apabila terlalu malu dengan dirinya sendiri. Dia ingin membicarakan soal cinta ataupun menyatakan cinta pada seseorang. Tapi mulutnya terkatup rapat atau dengan menggunakan suatu isyarat-isyarat yang tidak diketahui sehingga membuat orang mengira –ira.seperti puisi Hati La la la by Steny Agustaf:
Setiap saat La La La
Aku bernyanyi La La La

Akan selalu ada rasa La La La
Karena kamu aku ada, La La La

Mengapa sukar tuk ucap La La La?
Tak semua yang aku La dapat terucap La La La
Rasakan yang terdalam, karena sungguh La La La
Mendorong ucapku untuk La La La 

La La La (berarti "...")
Orang-orang tipe seperti ini secara tidak normal tidak menonjolkan diri. Mereka berbicara sedikit dan apa yang mereka katakan biasanya tidak tuntas. Keinginan mereka untuk mendapatkan teman menunjukkan kepuasan yang mereka rasakan manakala orang lain bersusah payah untuk mencari mereka, atau memberi mereka sedikit pujian.
“Sebaik-baiknya teman adalah orang yang dipercaya dan membuat merasa tenang dengannya membantu kesulitan serta ikut prihatin dengan kegelisahan dan pandai menyimpan rahasia.”
Mungkin diperlukan kursus pengembangan diri untuk orang introver ini. Atau bisa juga apabila mereka mengalami suatu pengalaman pahit yang menimbulkan luka dihati yang teramat dalam, malah bisa merubah prilaku orang introver menjadi ekstrover, who know’s? Kesulitan tidak akan begitu sulit jika diatasi sedikit demi sedikit. Selain itu semakin cepat menyadari hikmah dari pengalaman itu, semakin mudah untuk menghadapinya.
” Manusia tidak dapat memperoleh cinta kecuali setelah mengalami kesedihan dan perihnya perpisahan, kesabaran yang pahit dan rintangan yang membuat putus asa.”

d.Jaga Imej
Dikarenakan orang introver adalah suatu komunitas yang asing dan dianggap aneh oleh sebagian orang maka mereka selalu menjaga imej. Jadi apabila ada yang falling in love dengan orang introver, mereka akan berlagak sok cool, sok iyes en sok idih karena merasa ada yang menaruh rasa pada mereka. Mereka ini orang yang terlalu lama menggantung keputusan. Segala sesuatu harus dipikir dengan matang dan jangan satu pun terlewatkan, mereka bukan orang yang tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Diperlukan semedi dan puasa empat puluh hari empat puluh malam, dan sesajen yang cukup jangan sampai kekurangan kemenyan. Selain itu waktu yang dibutuhkan juga suangat lama untuk memikirkan keputusan tersebut. 
“ Orang yang tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat tidak dapat melaksanakan keputusannya dengan tepat.”(Aura)
Ada yang bisa dua tahun atau sampai empat tahun. Pesan yang bisa disampaikan ada dua opsi. Pertama apabila anda yakin orang introver adalah memang soulmate anda tunggu sampai dia memberikan keputusan walau perlu waktu lama. Kedua jika anda ragu orang introver adalah jodoh anda, cepat-cepat tinggalkan en cari yang lain, cos langit masih biru en dunia belum berakhir. Untuk orang introver apabila dia menyukai seseorang tapi karena terlalu lama dalam mengambil keputusan sehingga gebetannya sudah disamber orang lain, maka tidak masalah baginya walau mungkin adalah sedikit kecewa tapi tidak begitu diperhatikan olehnya. 
“ Cinta tidak bisa diam selamanya pada suatu tempat, karena cinta tidak pernah berjanji untuk memasukkan satu nama dalam satu hati. Cinta selalu menerima siapa saja yang layak mendapat cinta, tapi cinta tetap saja akan mengalirkan air mata.”
Mereka begitu pasrah dengan yang ada, sehingga menjadi moto “syukur ada, gak ada ya, gak pa-pa.”
” Cinta bukan hanya sekali, tapi cinta bisa saja berpindah dari satu orang lain ke orang lainnya. Bila ditinggalkan cinta percayalah akan ada yang akan menyambut dengan lebih mesra.”
Memang seorang introver nrimo, tapi dalam kepasrahannya itu ada sebagian yang yakin en percaya bahwa pada suatu saat ia akan mendapatkan yang terbaik dengan doa seperti ini,
Aku tahu bahwa aku telah mempercayai suatu kebohongan dalam pemikiran, bahwa aku ditolak oleh siapapun.
Aku tahu bahwa aku sangat diinginkan oleh siapapun yang akan memenuhi cita-cita atau idealku.
Aku tahu bahwa dia tidak akan pernah menemukan kebahagiaan sejati dan abadi, sampai dia menemukannya dalam diriku.
Dia membutuhkan aku sebagaimana aku membutuhkan dia.
Tak satupun memberikan manfaat satu pihak kepada yang lain.
Masing-masing memberi dan masing-masing menerima.
Tuhan mengeahui dimana masing-masing dari diri kami
berada hari ini.
Dia bahkan sedang menggerakkan kami diatas papan catur kehidupan.
Sehingga kami akan bertemu dan kami akan mengenali
satu sama lain.
Aku biarkan semua ketegangan lenyap.
Menyerahkan seluruh tanggung jawab atas penemuan itu
 kepada Tuhan.
Aku tahu bahwa kami akan tahu satu sama lain ketika kami bertemu.
Bahwa aku tidak bersaing dengan siapapun untuk mendapatkan seseorang ini dan dia tidak bersaing dengan siapapun untuk mendapatkan aku.
Dia membutuhkanku, menginginkanku, mencintaiku dan semua emosi ini juga kuberikan kepadanya.
Aku serahkan seluruh situasi ini kepada Tuhan.
Dan aku berterima-kasih atas terjadinya situasi ini.
Bahkan sebelum aku melihat perwujudannya.
e.Keraguan
“ Orang yang ragu-ragu lebih banyak melihat
ketidakmungkinan.”(Renungan)
Sifat ini sering ditemui pada orang introver pada waku mengambil keputusan untuk segala hal, apalagi tentang love. Ragu dalam diri mereka adalah sebuah penyakit jiwa dari berbagai sudut pandang. Ia menyerang korbannya dan bercokol dalam kepribadiannya hingga tak ada satu bagian pun dari tubuh atau akal penderitanya yang bisa selamat. Apabila keraguan telah menghinggapi pikiran orang introver maka mereka akan sulit untuk lepas dari cengkraman mautnya, karena keraguan itu akan selalu berada dalam alam pikiran siang dan malam dan tak akan pernah lepas. Keraguan akan membisikkan di telinganya pikiran-pikiran beracun yang menghalangi untuk beristirahat dan berpikir jernih. Keraguan adalah sumber utama bagi kebanyakan rasa letih yang dapt menguasai urat syaraf orang introver. 
“Orang bimbang jarang meraih peluang.”(Renungan)
Karena keraguan tersebut orang introver susah untuk membuat keputusan misalkan untuk memberi jawaban kepada orang yang telah menyatakan persaannya, mereka perlu pertimbangan yang lebih mendalam, mereka ragu untuk memberi jawaban antara iya dan tidak. Dan akhirnya mereka akan diam sehingga orang yang menanti jawaban en hanya bisa bersabar kadang kalau sudah gak sabar, cobalah membaca karangan Doni_Syn yang berjudul:
  “Ketidakpastian”
  Satu sisi menghadirkan iya
  Namun satu sisi menghadirkan tidak
  Akankah berakhir semua ketidakpastian
  Walaupun rasa itu menggelora
  Jika keberanian hanya sepenggal semangat
  Apalah mau dikata
  Meski semua dijalani kini
  Namun orientasi untuk itu hanya basa-basi
  Wujud namun samar
  Bahaya itu akan hadir
  Salah satu akan tersakiti itu pasti
  Namun jika keduanya………………
  Tidak sekedar saling memiliki
  Tapi menjaga kedua hati
  Keutuhan akan terwujud
  Bukan khayalan ataupun samar namun pasti
Dan kalau sudah terlalu jenuh, letih, lelah dan lesu maka orang tersebut akan menghibur diri dengan menyanyikan lagi dari Nidji
“Yakinkan aku Tuhan dia bukan milikku
Biar waktu, waktu hapus aku
Sadarkan aku Tuhan dia bukan milikku  
Biar waktu, waktu hapus aku  
f.Berdusta
Sebenarnya berdusta rata-rata merupakan sifat semua orang untuk menutupi kekurangannya atau menyelamatkan mukanya dari suatu yang bisa menyebabkannya celaka baik itu suatu masalah ataupun menghindarkan dari aib. Begitu pula dengan para introver berdusta atau berbohong adalah merupakan senjata ampuh untuk menutupi kekuranga yang ada pada dirinya.
“ Pengecut membebaskan diri dari segala kesulitan dengan berbohong.”(Pribahasa)
Kebanyakan mereka hanya pintar untuk membicarakan sesuatu tapi dalam kenyataannya tidak ada yang dihasilkan olehnya. Jika ditagih mereka akan membuat seribu alasan yang gak jelas alias ngeles.
” Yang hendak melakukan mencari jalan yang tidak hendak melakukan mencari alasan.”(Aura)

Diatas adalah sebagian kecil dari sifat-sifat orang introver dalam hal cinta. Tidak diketahui penyebab yang sebenarnya, mengapa mereka terlalu lelet dalam mengambil keputusan dan perlu pemikiran yang panjang untuk masalah ini. Ada suatu pertanyaan yang mungkin bisa membuat mereka sadar walau hanya sekian persen akan sangat membantu.
“Seandainya kamu akan mati segera dan hanya punya waktu untuk menelepon satu kali, siapakah yang akan kamu telepon dan apa yang kamu katakan? Dan mengapa kamu masih menunggu (Stephen Levine).”
Ada sebuah cerita dari e-mail seorang teman yang bisa untuk sebuah pemikiran
If yOu LoVe SoMeOne ... 
Cukup panjang, tapi bagus juga untuk direnungkan
Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 th. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki-laki lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya. Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu.
Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya.
Dia sangat pendiam... dia hanya mendengarkan apa yang saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat  berbicara kepadanya tentang apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman-teman yang berbeda tapi ketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicara tentang apa yang terjadi di sekolah.
Suatu hari, saya bercerita kepadanya tentang anak laki-laki yang saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya.... Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres. Dia memberikan kata-kata yang mendukung dan membantu saya untuk melupakannya.
Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yang lainnya dari dirinya yang saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.
Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yg lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri-sendiri,
sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yang menjadi pasangannya. Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya.
Malam itu adalah kesempatan terbesar yang saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap-cakap tentang cita-cita kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita tentang impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yang dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.
Saya pulang ke rumah dengan terluka karena saya tidak mengatakan perasaan saya yang sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa 
saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama-sama dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yang sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari ia pergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi... saya menyimpan perasaan saya untuk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dengan pesawat.
Saya menangis ketika saya memeluknya karena saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis.Saya merasa terluka karena saya tidak mengatakan apa yang ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sabagai sekretaris dan akhirnya menjadi seorang analis komputer. Saya sangat bangga dengan prestasi saya. 
Suatu hari saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yg bersamaan.
Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar. Saya bertemu dengan pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya.
Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang-senang malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yang ada di hati saya.
Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yang tepat. Sebelum saya berangkat... tiba-tiba dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dengan saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New York.
Kehidupan saya harus terus berjalan. Tahun-tahun berlalu... kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yang terjadi dan bagaimana dia merindukan untuk berbicara dengan saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun
saya telah menulis 6 surat kepadanya..
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba-tiba saya menerima sebuah catatan kecil yang mengatakan : “Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap-cakap”
Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan untuk bernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya tentang perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi... Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa tentang apa yang telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yang sesungguhnya kepadanya.
Hari-hari berikutnya... dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji utk menemui saya 
setiap kali dia mendapat libur.
Saya tak dapat menunggu saat dia datang sehingga saya dapat bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.
Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yang telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini
Sekarang saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman. Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya-tanya mengapa
hal ini bisa terjadi terhadap seseorang yang begitu baik seperti dia? Saya mengumpulkan barang-barang saya dan pergi ke New York untuk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia. Apapun yang dia kerjakan...tidak bisa membuat suaminya bahagia sepert saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu-satunya yang diberikan kepada saya adalah sebuah diary.
Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir... Mengapa ini diberikan kepada saya? Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika saya di pesawat, saya teringat saat-saat indah yang kami
miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari
pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut untuk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali-kali, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dengan yang lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.
Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami.
Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat-saa terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yang saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, “Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya “
Itu adalah hari dimana dia meninggal. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yang sesungguhnya ada dalam hatinya.
Jika engkau mencintai seseorang, “JANGAN TUNGGU ESOK HARI
UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA”
karena esok hari itu... mungkin takkan pernah ada..

Dalam soal cinta ini harusnya orang introver sadar bahwa mereka mempunyai pilihan antara benar-benar hidup atau semata-mata hidup. Mencari pekerjaan adalah risiko. Menyeberang jalan adalah risiko. Memulai bisnis adalah risiko. Makan di restoran adalah risiko. Menjalin hubungan dengan seseorang sampai dengan mengatakan perasaan kepada seseorang pun adalah suatu risiko yang harus dijalani dalam hidup ini. Masih banyak lagi hal-hal yang lebih berisiko daripada sekedar mengatakan. I love u. Hidup adalah risiko. Karena itu mari memanjat dahan dan memetik buahnya.
“ Genta bukanlah genta sebelum digemakan, lagu bukanlah lagu sebelum dinyanyikan, cinta bukanlah cinta sebelum dipersembahkan.”(Pribahasa Itali)
Beberapa orang introver mungkin ada yang takut menyatakan cinta, karena takut ditolak. Pesannya jadilah seorang ksatria sejati. Ambil risiko katakan cinta, mengapa harus peduli apakah cinta diterima atau ditolak. Apabila seseorang memberikan cintanya berarti dia harus iklas tanpa syarat, seandainya pun ditolak jangan merasa kecewa. Bisa juga membaca karangan Hotmian Naro yang berjudul:
“Cinta Tak Terbalas”
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang,
Bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu,
Jangan mengharapkan balasan cinta,
Tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya,
Tetapi jika tidak berbahagialah,
Karena cinta tumbuh dihatimu.
Atau anggaplah seperti memegang setangkai bunga mawar. Ia memang harum,tapi berhati-hatilah memegangnya. Letakkan di telapak tangan yang terbuka. Jangan genggam dengan erat karena durinya akan menusuk. Semakin memegangnya dengan erat akan sangat menyakiti.. Cukup letakkan pada telapak tangan yang terbuka. Ibaratkanlah seperti memegang setangkai bunga mawar apabila mengatakan cinta pada seseorang. 
“Cinta adalah mengasihi seseorang yang melebihi dari mengasihi diri sendiri, berhasil atau gagal, agung atau hina, cinta merupakan dua hati yang berpadu menjadi satu, walau langit runtuh, bumi pecah belah, cinta tetap kekal abadi tanpa memudar sepanjang masa (Hans Jaladara).”
Seseorang yang takut akan menggunakan tipu muslihat, seorang pengecut tidak bisa menjadi pecinta. 
“ Tidak tersedia tinta emas untuk mencatat sejarah pengecut.”(Pribahasa)
 Jalan cinta diperuntukkan bagi para ksatria, para pemberani. Buanglah jauh-jauh rasa takut yang menghantui dan jadilah seorang pemberani. 

Tidak ada komentar: