Sabtu, 06 Desember 2008

BAB V
A LITTLE SOLUTION OF INTROVER

“ Dia yang tidak mencari nasihat adalah tolol, ketololan membutakan dirinya dari kebenaran dan membuatnya kejam, keras kepala serta menjadi ancaman bagi sahabat karibnya.”

 Butuh kepecayaan yang penuh apabila ingin memberikan sedikit nasihat kepada para introver. Karena sebagian dari mereka telah merasa damai dengan hidupnya sekarang ini. 
“ Hanya dua orang yang bisa mengatakan yang sebenarnya tentang diri anda, yaitu seorang musuh yang kehilangan kesabarannya dan seorang teman yang menyayangi anda sepenuh hatinya.”(Antishenes)
Menurut mereka tidak ada yang perlu dikurangi dan ditambahi kecuali bagi mereka yang ingin melakukan suatu perubahan bagi kemajuan dirinya untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sedikit nasihat tidak akan merugikan bagi orang introver en sebaiknya dilihat dari perhatiannya kepada orang introvert. 
Nasihat adalah “ Kalau ada orang yang mengkritik anda dan mereka berbicara langsung di hadapan anda, jangan dulu dibantah atau dijawab, tapi biasakan diri untuk mengucapkan secara jujur dari dalam hati perkatakan terima kasih. Di saat anda sudah tidak bersama mereka, sisakan waktu luang untuk merenungi dan memikirkan kembali, apa yang pernah dikritik dari diri anda.” Saran bagi orang introver untuk mengatasi sifat yang terdapat dalam dirinya:
1.Mengatasi rasa malu
1)Jangan memikirkan diri sendiri dan jangan memikirkan ketidaknyamanan yang dirasakansepanjang waktu.
2)Jangan pernah membiarkan diri merasa tegang dan gelisah. Setiap kali merasakan hal itu terjadi, cobalah untuk berusaha untuk berusaha keras mengendurkan tubuh dan pikiran.
3)Berhentilah mencemaskan gejala-gejala kegelisahan seperti wajah menjadi kemerah-merahan karena malu. Semakin sedikit mencemaskan semakin kecil kemungkinan bahwa hal itu mengganggu. Itu harus terus dilakukan, tidak peduli betapa tidak enaknya atau betapa malunya perasaan anda.
4)Hindarkan memikirkan tentang kesan yang ditimbulkan. Cobalah untuk tidak terlalu berusaha menyenangkan orang lain.
5)Jangan mengharapkan perhatian atau simpati mereka dan jangan merasa sedih kalau mereka tampak tidak peduli.
6)Jangan merasa akan kesepian. Temukanlah setengah minat yang akan membuat sibuk dan memberi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang lain dan menjalin persahabatan.
7)Ingatlah bahwa banyak orang yang sama pemalunya seperti para introver. Secara mayoritas, orang akan memberikan tanggapan terhadap sikap ramah.
8)Jangan lupa bahwa kebanyakan orang sibuk dengan hidup mereka sendiri, sehingga tidak akan mempunyai waktu untuk mengkritik.
9)Jangan mempunyai kebiasaan mengeluh kepada teman-teman ataupun berharap untuk memonopoli kasih sayang mereka.
10)Ingatlah lebih baik mempunyai satu kelompok kecil teman yang bisa diandalkan daripada satu kelompok besar kenalan yang sama sekali tidak dapat diandalkan.  
2.Mengatasi rasa takut, cemas dan ragu.
Ketakutan harus ditaklukkan “kalau orang lain bisa mengapa orang inrover tidak bisa.? Dengan keyakinan itu akan membuahkan hasil sesuai batas-batas kemampuan sebagai manusia. Melalui sentuhan langsung dengan ketakutan itu sendiri justru bisa berhasil mengasah keberanian dan memiliki nilai tersendiri.
”Sebelum bahaya datang ia takut, itulah pemalu. Waktu bahaya datang ia takut, itulah pengecut. Sesudah bahaya lewat ia baru takut, itulah pemberani.”(Jean Paul Richter)
Ada beberapa pertanyaan yang bisa untuk menganalisis rasa takut dan diperlukan kejujuran pada diri sendiri dalam menjawabnya.
Apakah takut pada kematian?
Apakah takut terhadap sesuatu yang bisa menimpa orang yang dicintai?
Apakah takut sendiri di dalam kamar yang terkunci?
Apakah takut ketika berada di ketinggian?
Apakah takut pada air?
Apakah takut pada kegagalan?
Apakah takut pada beberapa jenis binatang?
Apakah takut ketika merasakan gempa?
Apakah takut kalau terjadi sesuatu yang jelek terjadi pada diri sendiri?
Apakah takut ketika terjadi petir atau kilat?
Apakah takut pada api?
Apakah takut pada kegelapan?
Apakah takut pada kemiskinan?
Apakah takut pada keterasingan?
Apakah takut pada ide-ide orang lain dan ucapan-ucapan mereka?
Apakah takut saat pertama kali jumpa dengan orang-orang yang masih asing?
Apakah takut berbicara di depan banyak orang?
Apakah takut pada sifat dengki?
Apakah takut pada atasan atau orang-orang yang memiliki kekuatan dan wewenang ?

Jika jawabannya “ya” berarti perlu merenungi diri dan lebih
menguasai emosi karena akan menyebabkan secara pikiran untuk mempresepsikan diri dalam sebuah posisi yang tidak mampu untuk diatasi. Langkah pertama untuk mencabut rasa takut adalah dengan kemampuan yang dimiliki untuk menganalisis diri sendiri atawa bisa juga dengan sedikit kekuatan yang ada mencoba untuk menaklukan ketakutan itu sendiri.
“Ketakutan menjadi jalan pintas menuju kekalahan.”(Aura)
Bisa dicontohkan apabila seseorang takut berenang, jalan satu-satunya untuk berenang harus terjun ke air. Bila menjauh dari air akan selamanya tidak bisa berenang. Bila takut pada suatu hal dekatilah ia. Berusahalah agar hal itu menyatu maka ketakutan itu akan sirna dan akan timbul keberanian dan cinta. 
”Dalam kehidupan itu tak ada yang perlu ditakukan hanya perlu dipahami.”(Marie Curie)
Merasa cemas secara normal adalah akibat reaksi perasaan yang muncul dari ketidaktenangan terhadap sesuatu . Perasaan cemas tidak boleh terlalu berlebihan yang wajar-wajar saja. Dan yakin bahwa tak satupun yang bisa membuat terlepas dari cemas, kecuali menyibukkan pikiran dengan hal-hal selain yang membuat cemas. Ada sepuluh pertanyaan yang bisa mengetahui apakah seorang memiliki jiwa yang tenang atau seorang yang merasa cemas dan mudah diagitasi atau dipengaruhi? Pertanyaan ini kudu dijawab dengan “ya” atau “tidak” dengan syarat jawaban itu yang sesungguhnya dan dari lubuk hati dan kepribadiannya sendiri.
Apakah terkadang membayangkan berbagai musibah yang bisa menimpa secara tiba-tiba tanpa sebab apa-apa dan juga tanpa hal-hal yang meyakinkan bagi asumsi tersebut?
Apakah suka menyia-nyiakan kesempatan yang sudah tampak di depan mata untuk naik pangkat (dalam tugas) atau memperbaiki material, karena khawatir tidak mendapatkannya pada saatnya nanti?
Apakah memiliki kecenderungan dalam hidup sehari-hari untuk optimis dan pesimis dalam saat yang sama?
Apakah merasa cemas atau gelisah ketika satu jenis penyakit menyerang atau salah seorang anggota keluarga, meskipun penyakit itu sangat sederhana seperti influensa?
Apakah terlalu tenggelam dalam memikirkan kesalahan dan kealpaan, kemudian memberi hukuman yang berat pada diri sendiri atas kesalahan-kesalahan itu?
Apakah selalu mengagungkan makna dan nilai-nilai pribadi dan selalu menjaga diri dengan baik?
Apakah tidak tertarik berjumpa dengan orang-orang asing yang belum dikenal?
Apakah mempunyai kecenderungan untuk berpacu dengan orang lain dalam berbagai even dan prestasi belajar?
Apakah selalu gelisah di atas pembaringan untuk merenungi kembali peristiwa-peristiwa hari ini sebelum tidur dan hal itu sering dilakukan?
Apakah terkadang merasakan keletihan, tertekan atau ketakutan yang tidak beralasan saat bangun pada pagi hari?
Apabila jumlah jawaban lebih dari tujuh dengan jawaban”ya” berarti seorang pribadi yang terlalu berlebihan dalam kecemasan, mudah depresi dan diagitasi. Cara mengatasi sebaiknya menjauhi hal-hal serta orang-orang yang mengganggu dengan tingkah laku dan keberadaan mereka. Berusahalah untuk menguasai diri dalam hal-hal yang besar. Juga mesti berusaha untuk realistis dan melihat segala sesuatu dalam bentuk yang sesungguhnya, serta memandang problematika dalam ukuran dan nilainya yang benar.
Apabila jawaban lebih dari lima dengan “ya” berarti berada di awal penderitaan yang sesungguhnya dari perasaan cemas. Ada tiga langkah yang bisa ditempuh dan dapat menghilangkan kecemasan en mampu untuk menghadapi segenap permasalahan tanpa perasaan gelisah dan tertekan.
a)Langkah pertama
Tanya diri sendiri, apa kemungkinan terburuk dari setiap permasalahan yang menghadang?
b)Langkah kedua
Persiapkan diri secara pikiran dan psikologi untuk menerima kemungkinan terburuk bila memang hal itu sebuah keniscayaan. Ini tidak berarti sama sekali dengan cukup berbaring lalu menyambut segala kegagalan tapi harus menekankan pada diri sendiri bahwa yakin sanggup untuk mengatasi suatu permasalahan.
c)Langkah ketiga
Bekerja dengan tenang dan terkonsep secara rapi hingga teringankan dalam menerima kemungkinan terburuk, lalu tanyakan pada diri sendiri apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi kalau kemungkinan terburuk itu benar-benar terjadi?
Apabila jawaban “ya” hanya satu atau dua, berarti merupakan pribadi yang biasa saja, dan bila merasakan kecemasan adalah kecemasan yang normal yang biasa terjadi pada setiap manusia yang peka dan punya perasaan.
“Meyakini hidup sepenuhnya adalah terbaik mengatasi segala kekhawatiran.”(C.G.Young)
Selain takut dan cemas yang menjangkiti orang introver, ada satu lagi yaitu keraguan, baik dalam melakukan sesuatu ataupun mengambil keputusan. Yang dapat dilakukan untuk melawan keraguan dengan tidak menyerah pada rasa ragu akan tetapi mesti berusaha melawannya dengan cara berpikir secara baik dan jernih. Bila sudah tertanam dalam pikiran hakikat dari rasa ragu dan bahwa ia berada dalam ruang perasaan dan bukan dalam sistem pikiran serta dengan jalan menyebarkan pemahaman-pemahaman tentang cinta dan percaya diri, saat itu bisa segera untuk mengalahkan dan menguasai perasaan ragu.
3.Memperluas jaringan/ networking (dalam pekerjaan)/ sosialisasi
1)Eksplorasi kelebihan, temukan keunggulan
Gali kelebihan yang dapat digunakan untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain. Beberapa yang khas bagi introver adalah senang mendengarkan orang lain, bisa mengingat hal kecil, senang membantu, tidak sungkan memberikan pujian.
2)Miliki alternatif yang sesuai gaya dan kelebihan 
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan misalnya:
Perkuat hubungan non tatap muka, misalnya dengan mengirim e-mail atawa sms berisi cerita, anekdot atawa humor untuk menyegarkan hubungan.
Memanfaatkan kegiatan seminar / training daripada kegiatan yang tidak ada gunanya atau sama sekali tak melakukan apapun.
Kirimkan kartu ucapan selamat sebagai tindak lanjut dari informasi yang dimiliki atas diri target networking.
3). Terapkan target spesifik dan realistik
 Tujuannya adalah agar dapat mengukur dan mengevaluasi progress dari usaha sehingga dapat mengasah ketrampilan networking dan secara bertahap dapat meningkatkan target networking. Tentukan misalnya:
Berapa jumlah kontak atau say hello dalam waktu seminggu
Berapa kali melakukan kegiatan bersama dengan klien atau rekan kerja sebulan sekali, bisa berupa makan siang, olahraga atau belanja bareng
Beberapa orang yang didekati dalam suatu ajang networking
4). Miliki skenario
 Tak jarang orang tipe introver merasa tidak nyaman bila harus menelepon seseorang yang belum dikenalnya. Adanya panduan dan skenario akan membantu untuk mengembangkan pembicaraan.
5). Pertolongan , komoditi seorang networker
 Sepanjang menyadari bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan akan referensi, maka masih bisa melakukan networking. Banyak sekali orang merasa beruntung bila diperkenalkan pada rekanan bisnis baru atawa seorang teman baru. Nomor-nomor telepon penting sering tidak dipunyai orang lain. Semua itu bisa dijadikan materi “sharing” yang menarik sekaligus menguntungkan semua pihak. Dengan membiasakan hal ini hubungan tolong – menolong akan secara wajar dan otomatis.
 Membangun jaringan merupakan salah satu alat untuk membangun hubungan yang berjangka panjang. Siapapun dapat melakukannya dan banyak alternatif untuk mewujudkannya sesuai dengan karakteristik pribadi masing-masing.
4.Everybody should make a change
Setiap orang ingin berubah untuk menjadi yang lebih baik dari sekarang. Begitu pula dengan orang introver apabila mereka betul-betul menyadarinya. Karena dengan diam saja ataupun hanya menjalani nasibnya ia akan memperoleh apa yang diinginkan sedangkan takdir saja bisa berubah bila selalu berdoa dan berusaha. 
“Perubahan adalah suatu kenikmatan yang menular, semakin anda mampu menyemangati diri secara positif akan semakin lebih banyak contoh yang dapat menyemangati dan memberi anda ilham yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar.”
Manakala ingin berubah segalanya akan berubah. Banyak sebagian orang introver menyia-nyiakan hidup mereka dengan berharap segala sesuatunya bertambah baik. Mereka mengharapkan segalanya lebih mudah dan tampaknya mereka mengharapkan suatu hari tongkat ajaib terayun dan segala persoalan mereka terselesaikan. Tidak Mungkin !!!
“Lebih baik sepanjang hidup penuh perjuangan daripada hidup
 tanpa cita-cita.”(J.de Bosch Kemper)
Segalanya bertambah baik jika mereka bertambah baik. Segala sesuatunya berubah jika mereka berubah dan bukan sebelumnya mereka berubah. Para introver perlu berusaha keras dan mengembangkan keahlian serta citra diri yang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Apa yang diperoleh dari hidup ini bersumber dari siapa diri orang tersebut.
“Banyak orang yang tidak tumbuh menjadi dewasa karena mereka menjadi orang asing bagi diri sendiri.”(Tarthang Tulky)
Survei menunjukkan bahwa mayoritas orang yang menang lotere dalam jumlah yang sangat besar, dalam waktu singkat, kembali mengalami kesulitan finansial yang lebih buruk daripada sebelum mereka mendapat rezeki itu. Sebagian orang introver tidak pernah mengubah “bagian dalam diri” mereka sehingga kondisi luar mereka merefleksikan apa yang ada dalam diri mereka. Tak ada jalan lain. Agar segalanya lebih baik, mereka harus lebih baik Hari ini akan sama seperti kemarin jika para introver tidak berusaha.
“ Bahwa yang merupakan kriteria terakhir adalah ketulusan integritas, keberanian dan cinta kasih kepada saat-saat tertentu dari keterkaitan. Bila kita tidak memiliki kriteria tersebut, itu kita berarti tidak sedang membangun masa depan, sebaliknya bila kita memilikinya, kita dapat mempercayai masa depan itu sendiri.”(Tarthang Tulky)
5.Menimbulkan rasa percaya diri
Bagi orang introver ketidakpercayaan diriannya yang membuat mereka tidak bisa berinteraksi dengan orang disekitarnya. Ketidak PeDe-an ini membuat mereka bingung untuk bersosialisasi bisa dikarenakan tidak bisa bergaul ataupun penampilan yang menurut mereka kurang meyakinkan sehingga untuk bertemu seseorang sudah takut terlebih dahulu.
“Hal-hal yang kecil bisa dikerjakan dengan baik, demikian juga hal-hal besar; itulah yang menumbuhkan rasa percaya diri”(Storey)
Rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai tehnik-tehnik membangkitkan rasa percaya diri. Disini ada beberapa kiat guna membangun percaya diri:
1)Berani menerima tanggung jawab
 Gerald Kushel, Ed.D, direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah menejer. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa ditemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua menejer yang memiliki kinerja tinggi. Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil sempurna tanpa peduli pada hambatan apapun menghadangnya. Sebaliknya. Menejer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimal cenderung melimpahkan kesalahan pada siapa saja.
“Keberanian memasuki ketidakpastian memang menyebabkan kecemasan, tetapi ketidakberanian memasuki ketidakpastian menyebabkan hilangnya jati diri. Dan dalam pengertian yang paling dalam, keberanian memasuki ketidakpastian menjadi sadar akan jati diri.”(Kierkegaard)
2)Mengembangkan nilai positif
Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala nilai-nilai positif dikenbangkan pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony Ph.D, salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Diajurkan untuk membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif, misal mengganti kata saya tidak bisa menjadi saya bisa.
“Menyerahkan diri dalam arti tertinggi adalah menjadi sadar kepada dirinya sendiri.”(Kierkegaard)
3)Membaca buku tentang potensi diri
Segeralah lacak, gali dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri. Misal dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi diri karena bisa jadi sangat banyak potensi yang dimiliki tanpa disadari sehingga tidak berhasil digali.
4)Berani mengambil resiko 
Keberanian dalam mengambil resiko ini penting sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil resiko yang masuk akal. Coba untuk menerima tantangan. Kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin. Dengan melakukan hal ini akan mendapatkan banyak peluang yang tidak ternilai harganya. Namun jangan lupa ketika mencoba sesuatu harus siap dengan hasil yang sesuai ataupun tidak sesuai dengan keinginan. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Tuhan. Kalau sudah mencoba, maka niatnya sama saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tidak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?
“Selalu curahkan wajah anda ke sinar matahari, maka anda tidak akan melihat bayangan.”(Hellen Keller)
5)Menolak saran yang negatif
Bisa jadi tidak semua orang disekitar memberikan dorongan, dukungan dan bersikap positif. Sebagian dari orang yang ada di sekitar mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tidak jarang malah melunturkan rasa percaya diri dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman maupun aspirasi-aspirasi yang dimiliki. Dengan demikian mungkin ada baiknya jika sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang coba melunturkan kepercayaan diri.
6)Mengikuti saran positif
Rasa percaya diri merupakan sifat menular artinya bila dikelilingi orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat optimis dan sebagainya. Karena itulah cari lingkungan yang memotivasi untuk sukses. Ini harus dimulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri bisa jadi semangatnya akan menular kepada diri.
“Ini jiwa kepahlawanan: percaya dir.”(Ralph Waldo Emerson)
7)Menjadikan keresahan sebagai kawan
Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya mengalami krisis percaya diri. Saat itulah harus dimulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan dan kembangkan panca indera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.
“Teman adalah orang yang bersedia memberikan perhatian.”(Aura)
6.Pengungkapan diri
Dari kepribadiannya yang tertutup orang introver adalah orang yang paling tidak bisa mengungkapkan dirinya bahkan kepada teman terdekatnya sekalipun. Mungkin mereka sulit atau enggan melakukan pengungkapan diri karena dapat mengandung resiko bagi para introver itu sendiri. Hal ini dilandasi oleh faktor resiko yang akan diterimanya kemudian hari, disamping karena belum adanya rasa aman dan kepercayaan pada diri sendiri. Resiko yang dimaksud dapat berupa bocornya informasi yang dianggapnya sangat pribadi sehingga bisa diketahui oleh beberapa orang ataupun khalayak. Ini juga dapat menganggu hubungan interpersonal yang sebelumnya sudah terjalin dengan baik.
“Orang lain menyukai anda, kalau anda menyukai orang lain dengan tulus.”(Dale Carniege)
Pengungkapan diri (self disclosure) dapat diartikan sebagai pemberian informasi tentang diri sendiri kepada orang lain. Informasi yang diberikan tersebut dapat mencakup berbagai hal seperti pengalaman hidup, perasaan, emosi, pendapat, cita-cita dan lain sebagainya. Pengungkapan diri haruslah dilandasi dengan kejujuran dan keterbukaan dalam memberikan informasi atau dengan kata lain apa yang disampaikan kepada orang lain hendaklah bukan merupakan suatu topeng pribadi atau kebohongan belaka sehingga hanya menampilkan sisi yang baik saja.
“Kejujuran adalah kualitas spiritual prima.”(Aura)
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mampu mengungkapkan diri secara tepat terbukti lebih mampu menyesuaikan diri (adaptive), lebih percaya pada diri sendiri, lebih kompeten, extrover, dapat diandalkan, lebih mampu bersikap positif dan percaya terhadap orang lain, lebih obyektif dan terbuka (David Johnson, 1981: dalam mentahelp.net).
“Orang pesimis menemukan hal-hal terburuk dalam sesuatu yang terbaik. Orang optimis menemukan hal-hal terbaik dalam sesuatu yang terburuk.”(William Arthur Ward)
Hal ini merupakan kebalikan dari orang introver yang tidak bisa mengungkapkan diri. Padahal banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pengungkapan diri yang dapat membantu orang introver untuk mengubah diri itupun apabila mereka ingin berubah. Manfaat yang di dapat dari pengungkapan diri antara lain:
1)Meningkatkan kesadaran diri 
Dalam proses pemberian informasi kepada orang lain akan lebih jelas dalam menilai kebutuhan, perasaan dan hal psikologis dalam diri sendiri. Selain itu orang lain akan membantu dalam memahami diri para introver itu sendiri, melalui berbagai masukan yang diberikan, terutama jika hal itu dilakukan dengan penuh empati yang jujur.
“Kejujuran seseorang diukur oleh perbuatannya bukan oleh profesinya.”(Junius)
2)Membangun hubungan yang lebih dekat dan mendalam, saling membantu dan lebih berarti bagi kedua belah pihak.
Keterbukaan merupakan suatu hubungan timbal-balik, semakin orang introver terbuka pada orang lain maka orang lain akan berbuat hal yang sama. Dari keterbukaan itu timbul kepercayaan dari kedua belah pihak sehingga akhirnya terjalin hubungan persahabatan yang sejati.
“Sahabat adalah seseorang yang mengerti segala sesuatu tentang anda, tetapi tetap menghormati anda.”(Kiat Sukses)
*** Persahabatan
Persahabatan adalah anugerah yang terindah di dunia ini.
Jauh lebih bernilai dari sekedar keberuntungan dan popularitas.
Temukanlah sahabat yang benar-benar bisa dipercaya.
Tapi jangan sekali-kali menilai mereka dari sudut pandangmu saja.
Sahabat baik bukanlah seseorang yang harus menemanimu setiap saat dan memberi perhatian yang lebih padamu.
Tidak mustahil kamu akan sering bersebrangan dan berselisih dengan sahabat baik kamu itu.
Namun persahabatan yang sejati akan terus terjaga apapun adanya.
Jadi hal itu wajar dan biarkan saja terjadi. 
Dalam persahabatan kuncinya adalah jangan pernah minta tolong sahabatmu mengerjakan sesuatu yang kamu sendiri barangkali tidak mau melakukan untuk dia.
Seringlah mengirim surat kepada mereka.
Ingat harta karun yang paling berharga ?
Yakni ketika suatu hari kamu membuka kotak surat dan menemukan sepucuk surat dari seorang sahabat. 
3)Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi yang memungkinkan seseorang untuk menginformasikan suatu hal kepada orang lain secara jelas dan lengkap tentang bagaimana mereka memandang suatu situasi, bagaimana perasaan mereka tentang hal tersebut, apa yang terjadi, dan apa yang diharapkan.
“Doronglah orang lain agar berbicara, dengarkan baik-baik, bicarakan hal-hal yang baik dan menarik bagi orang lain.”(Dale Carniege)
4)Mengurangi rasa malu dan meningkatkan penerimaan diri (self acceptance).
Jika orang lain dapat menerima para introver maka kemungkinan besar orang introver pun dapat menerima diri mereka sendiri.
“Orang besar berdiri di atas kemampuannya sendiri.”
(Pierre Joseph Proudhen)
5)Memecahkan berbagai konflik dan masalah interpersonal.
Jika orang lain mengetahui kebutuhan para introver, ketakutan, rasa frustasi mereka dan sebagainya maka akan lebih mudah bagi orang lain untuk bersimpati atau memberikan bantuan sehingga dengan apa yang orang introver harapkan.
“Masalah tidak menjadi rintangan orang yang bekerja
 sepenuh hati.”(Tarthang Tulku)
6)Memperoleh energi tambahan dan menjadi lebih spontan.
Harap diingat bahwa untuk menyimpan suatu rahasia dibutuhkan energi yang besar dalam kondisi demikian seseorang akan lebih cepat marah, tegang, pendiam dan tidak riang. Dengan berbagi informasi hal-hal tersebut akan hilang atau berkurang dengan sendirinya.
“Jadikan hidup kita teman yang semarak, bukan kolam yang terbengkelai.”(Tarthang Tulku)
Para introver untuk melakukan suatu pengungkapan diri perlu suatu energi besar untuk dapat melakukan hal tersebut. Oleh karena itu digunakan beberap kiat yang dapat digunakannya. Bagi orang introver yang mengalami masalah dalam mengungkapkan diri kepada orang lain, ada empat langkah yang efektif, yaitu:
a)Langkah pertama
Tanyakan pada diri sendiri, sejauh mana akan membuka diri? Hal-hal apa yang bisa dibagikan dengan orang lain dan kepada siapa?
Setiap orang memiliki rahasia pribadi. Hal tersebut sangatlah normal karena setiap orang tentu ingin menjaga agar hal-hal khusus tidak perlu diketahui oleh orang lain. Sayangnya banyak rahasia yang sebenarnya justru tidak perlu dirahasiakan karena tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain, tetapi karena takut orang lain tidak memahami rahasia tersebut maka rahasia ini disimpan terus-menerus. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh para introver jika ingin mengungkapkan diri.

b)Langkah kedua
Lakukan persiapan sebelum membuka diri. Atasi terlebih dahulu kekhawatiran dan ketakutan .
Untuk mengatasi kekhawatiran, ketakutan atau ketidakpercayaan diri orang introver dapat memulai pengungkapan diri dengan memilih topik pembicaraan pada hal-hal yang ringan dan santai. Contohnya: berbagi cerita tentang acara televisi atau film yang disukai, perawatan mobil/ motor, kegiatan di sekolah atau kantor, dan lain-lain. Pada awalnya usahakan untuk tidak mengutarakan perasaan atau opini pribadi. Jika tahapan ini sudah mereka lalui dan berhasil dengan baik, barulah memilih orang yang dapat para introver percayai untuk mengemukakan pendapat pribadi maupun perasaan mereka tentang suatu hal misalnya apa yang dirasakan dan apa yang diharapkan dari teman itu sendiri. Secara berangsur-angsur lakukan hal tersebut dengan beberapa yang berbeda. Dengan cara ini orang introver akan menjadi lebih mudah untuk memulai komunikasi dan selanjutnya menjadi terbiasa dalam berbagi informasi.



c)Langkah ketiga
Tingkatkan terus ketrampilan dalam mengungkapkan diri. Pelajari cara-cara mengungkapkan diri dan bagaimana memberikan masukan yang bermanfaat.
Pengungkapan diri melibatkan cara-cara penyampaian informasi yang baik dan jelas sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi orang yang menerima informasi tersebut. Hendaknya jika orang introver ingin berbagi informasi maka kemukakanlah dengan bahasa sederhana dan jangan berbelit-belit. Jangan berasumsi bahwa orang lain akan memahami, mengetahui perasaan dan kebutuhan mereka tanpa harus mereka katakan. Ingat bahwa tidak seorang pun yang dapat membaca pikiran orang introver. Jadi orang introverlah yang harus mengatakan dan menjelaskan apa perasaan mereka, apa kebutuhan saat ini dan apa yang mereka harapkan dari orang lain. Jika ada hal-hal yang mereka rasakan kurang jelas, sebaiknya bertanyalah pada saat ini dan jangan berasumsi.
 Dalam pengungkapan diri secara tidak langsung sebenarnya mereka juga memberikan masukan kepada orang lain dan sebaliknya. Oleh karena itu dalam memberikan berbagai masukan kepada teman(orang yang diberi informasi) mereka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Masukan yang diberikan tidak boleh bernada ancaman, fokuskan pada permasalahan dan bukan pada kepribadian si lawan bicara.
Fokus pada masalah yang sedang dibahas, jangan ngalor-ngidul ke masalah-masalah lain atau ke masa lalu.
Jangan memberikan masukan jika tidak diperlukan, tidak mungkin dilaksanakan atau diterima, atau jika usulan tersebut sudah tidak berguna. Berikan hanya masukan yang benar-benar masuk akal, bersifat membangun dan tidak rumit.
d)Langkah keempat
Ungkapkan diri secara tepat dengan pemilihan waktu dan situasi yang tepat pula.
Agar dapat mengungkapkan diri secara tepat pada waktu atau situasi yang tepat, perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
Pertama-tama para introver harus memiliki suatu alasan mengapa mereka perlu membuka diri
Dengan siapa mereka akan berbicara teman dekat? Orang tua? atasan?kenalan baru?atau siapa?
Sejauh mana pengungkapan diri orang introver akan membahayakan diri mereka sendiri?
Dengan pertimbangan ketiga hal tersebut maka mereka dapat mengungkapkan diri secara tepat dan proposional sehingga akan bermanfaat bagi diri kepada orang lain, maka akan sangat baik jika para introver membuat catatan kecil tentang hal-hal yang telah mereka ungkapkan pada orang lain dan pengaruhnya terhadap perkembangan diri mereka sendiri.
 7). Berpikir positif
Para introver selalu berpikir positif, tapi belum mutlak sepenuhnya mereka berpikiran positif tapi hanya separuhnya saja. Karena ada beberapa point dalam berpikir positif yang belum mereka lakukan bahwa itu merupakan point positif. Untuk menambah agar orang introver sepenuhnya berpikir positif tidak setengah-setengah, ada sepuluh ciri orang yang berpikir positif.  
1)Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2)Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti mereka tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3)Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4)Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak.
Memelihara pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5)Mensyukuri apa yang dimiliki 
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
6)Tidak mendengarkan gosip yang tidak menentu 
Sudah pasti gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu mendengarkan omongan yang tak ada juntrungannya adalah prilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7)Tidak bikin alasan tapi langsung bikin tindakan
Orang yang berpikir positif bukan penganut nato yaitu no action talk only
8)Menggunakan bahasa positif
Maksudnya kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme seperti “masalah itu pasti akan terselesaikan” dan “dia memang berbakat”.
9)Menggunakan bahasa tubuh yang positif 
Diantaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap dan gerakan tangan yang ekspresif atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias dan hidup.
10)Peduli pada citra diri 
Itu sebabnya mereka berusaha tampil baik bukan hanya diluar, tapi juga di dalam.
 8.) Kejujuran
Kejujuran merupakan sifat yang terpuji tapi sangat sulit dilakukan bahkan oleh sebagian manusia yang ada di muka bumi ini, baik laki-laki ataupun perempuan. Tidak terkecuali oleh para introver dengan sikapnya yang tertutup tersebut. Sudah selalu menutup diri, maka tidak mungkin mereka akan berkata apapun bila tidak perlu. Jika pun terdesak harus mengatakan sesuatu yang tidak mereka inginkan, maka senjata yang digunakan adalah dengan berbohong.
“Dan suaraku menjadi sangat keras dan penentangnya sangat menyakitkan, lagi saat kita membohongi diri sendiri.”
Apa sih susahnya bicara jujur? Apa sih ruginya bicara jujur? Sepertinya tidak susah dan tidak ada ruginya apabila kita bicara jujur. Okelah bicara bohong untuk suatu kebaikan, tapi apabila hanya untuk gengsi atau untuk menutupi keadaan yang sesungguhnya?
Wake up,man! Cos apakah dengan berbohong segala sesuatu akan menjadi lebih baik? Never! Mungkin tidak masalah bagi orang introver yang berbohong tapi bagi orang yang dibohongi apakah menyenangkan? Perih!
“ Yang pertama dan terburuk dari semua tipuan adalah 
menipu diri sendiri.”
 ***Integritas dan Kejujuran
 Orang lain pasti ingat apa yang pernah kamu lakukan dan katakan.
 Maka jangan membodohi diri sendiri.
 Kebanyakan orang mengatakan kebohongan.
 Jalanilah kehidupan ini dengan jujur.
 Pilihlah teman-teman bergaul yang benar-benar bisa diajak kerja sama.
 Jelajahilah semua rasa dunia.
 Biarkankanlah perubahan terjadi dan nikmati semua itu.
 Kalau memang berbuat salah,
 Akui saja dan belajarlah untuk memperbaikinya.
 Bicaralah langsung tanpa bertele-tele.
 Lakukanlah apa yang telah kamu janjikan.
 Tunjukkanlah bahwa kata-katamu adalah mutiara.
 Bukan pepesan kosong
Kejujuran adalah simbol kemajuan individu dan harta yang sesungguhnya. Dia merupakan cahaya yang terus-menerus menerangi seseorang. Bukan pada apa yang tampak, tetapi pada apa yang ditimbulkan oleh cahaya kejujuran yang ada dalam hati manusia, yaitu ketenangan hati ditambah kepercayaan orang-orang disekitarnya. Cahaya kejujuran muncul dalam diri yang paling suci tidak mungkin didramatisir atau dibuat-buat. Dia adalah daya tarik yang dihasilkan dari kejernihan hati nurani yang bersih, jujur, hidup dan mencintai semua manusia.
“Satu butir kejujuran akan menghancurkan sekeranjang dusta sesungguhnya. Satu realita akan menghancurkan sekian banyak khayalan. Maka kejujuran adalah landasan utama dan 
mutiara yang berkilau.”
So dengan semua itu cobalah untuk berkata jujur ! Karena tidak ada gunanya untuk menutupi semua yang tidak diinginkan dengan berbohong. Dengan jujur maka sesuatunya akan lebih jelas, dan akan membuat lebih dipercaya oleh semua orang apabila mereka berbicara. So guy’s sadarlah!
9). Menjadi Percaya Diri
 Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi antar pribadi , karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep diri, begitu pula dengan introver. Konsep diri yang baik adalah konsep diri positif yang ditandai dengan 5 hal :
Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah
Ia merasa setara dengan orang lain
Ia menerima pujian tanpa rasa malu
Ia menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat
Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya
 Dalam kenyataan, memang tidak ada orang yang betul-betul sepenuhnya berkonsep diri negatif atau positif. Para introver diharapkan dapat berkarakter positif karena orang yang berkarakter positif lebih menyenangkan untuk diajak bergaul. Ada 11 karakteristik orang yang mempunyai konsep diri positif:
Ia meyakini betul-betul nilai-nilai dan prinsip-prinsip tertentu serta bersedia mempertahankannya, walaupun menghadapi pendapat kelompok yang kuat. Tetapi dia juga merasa dirinya cukup tangguh untuk mengubah prinsip-prinsip itu bila pengalaman dan bukti-bukti baru menunjukkan ia salah. Ia mampu bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa bersalah yang berlebih atau menyesali tindakannya jika orang lain tidak menyetujui tindakannya.
Ia tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu untuk mencemaskan apa yang akan terjadi besok, apa yang telah terjadi waktu yang lalu, dan apa yang sedang terjadi waktu sekarang.
Ia memiliki keyakinan pada kemampuannya untuk mengatasi persoalan, bahkan ketika ia menghadapi kegagalan atau kemunduran.
Ia merasa sama dengan orang lain, sebagai manusia tidak tinggi atau rendah, walaupun terdapat perbedaan dalam kemampuan tertentu, latar belakang keluarga atau sikap orang lain terhadapnya.
Ia sanggup menerima dirinya sebagai orang yang penting dan bernilai bagi orang lain, paling tidak bagi orang-orang yang ia pilih sebagai sahabatnya.
Ia dapat menerima pujian tanpa berpura-pura rendah hati dan menerima penghargaan tanpa merasa bersalah.
Ia cenderung menolak usaha orang lain untuk mendominasinya.
Ia sanggup mengaku kepada orang lain bahwa ia mampu merasakan berbagai dorongan dan keinginan dari perasaan marah sampai cinta, dari sedih sampai bahagia, dari kekecewaan yang mendalam sampai kepuasan yang mendalam pula.
Ia mampu menikmati dirinya secara utuh dalam berbagai kegiatan yang meliputi pekerjaan, permainan, ungkapan diri yang kreatif, persahabatan atau sekedar mengisi waktu.
Ia peka pada kebutuhan orang lain, pada kebiasaan sosial yang telah diterima dan terutama sekali pada gagasan bahwa ia tidak bisa bersenang-senang dengan mengorbankan orang lain. Kita agak banyak membicarakan konsep diri positif lah lahir pola prilaku komunikasi interpersonal yang positif pula.

Tidak ada komentar: