BAB IV
THE GOOD HABBITS OF INTROVER
Setiap manusia didunia ini tidak ada yang lepas dari suatu kesalahan baik yang disengaja ataupun tanpa disadarinya dan itu adalah manusiawi, karena setiap manusia mempunyai sisi baik dan sisi buruk yang terlihat or tersembunyi. Pada sisi orang introvert pasti juga mempunyai sisi baik yang tidak terlihat dikarenakan kurangnya pemahaman tentang kepribadian orang introver yang tertutup dan dianggap aneh. Jonathan Rauch yang mengaku sebagai orang introver berkata,” Kami para introver memang berbeda tapi kami juga manusia biasa. Dan kalau saja kamu (para ekstrover) mau mengerti kami maka, kita bisa hidup berdampingan secara damai.”
Oleh karena itu yang perlu dilakukan adalah mencoba untuk mengerti kepribadian orang introver. Bukan karena tidak bisa memahami keinginan orang introver yang misterius sehingga menjadi memojokkan mereka. Siapa tahu didalam sifatnya yang dianggap membuat jengkel dan penasaran tersembunyi sifat mulia yang bisa diketahui bila direnungkan. Kebiasaan baik tersebut antara lain adalah:
Sabar
Mereka adalah orang yang paling sabar menunggu sesuatu, tidak pernah terburu-buru. Sabar berarti mengerahkan segenap kemampuan untuk mencapai target dan menunggu tanpa ketergesaan hingga sempurnanya pencapaian target tersebut dengan penuh tekad, kemauan dan obsebsi yang tak pernah patah atau lemah. Kesabaran bagi mereka bukanlah sekedar menunggu beberapa lama waktu untuk persiapan guna menghadapi sesuatu yang besar. Kesabaran adalah menunggu hasil dari sebuah kerja keras dengan setia dan berharap terwujud sesuai dengan keinginan. Kesabaran selalu membuahkan hasil meski kadang tidak sesuai dengan pengharapan. Satu hal pasti yang mereka yakini, kesabaran akan selalu dihargai dengan senyuman dan ungkapan terima kasih.
“ Wahai manusia, bersabarlah.
Sesungguhnya setelah kesukaran ada kemudahan.
Berapa banyak kita lihat orang merdeka, hari ini,
belum tentu esok ia juga akan merdeka.
Pemilik kesabaran tetap akan menjadi raja baik
ataupun buruk.
Hiruplah kesabaran, walaupun kesabaran itu pahit.”
Karena segala sesuatunya selalu dipikirkan dengan panjang dan hati-hati. Kesabarannya ditujukkan dalam diam yang sering membuat orang disekitarnya selalu bertanya-tanya.
“Tidak harus dijawab semuanya. Ada jawaban yang baik dengan membiarkan pertanyaan tidak dijawab.”(Renungan)
Mungkin mereka mengetahui terdapat tujuh ribu kebajikan dalam tujuh kalimat:
1)Diam adalah ibadah yang tidak sulit dilakukan
2)Diam adalah perhiasan bagi yang tidak punya perhiasan
3)Diam adalah kewibawaan meskipun bukan seorang raja
4)Diam adalah benteng yang tidak perlu penjagaan
5)Diam adalah merasa cukup dengan tanpa memberi alasan kepada manusia.
6)Diam adalah mempermudah malaikat pencatat amal
7)Diam adalah bisa menutup aib
Diam itulah yang merupakan salah satu manifestasi dari kesabaran orang introver selama ini.
”Diam adalah perhiasan orang alim dan menjadi tirai bagi
orang yang bodoh.”
Walaupun itu malah membuat orang lain menjadi tidak sabar. Apabila kesabaran yang dilakukan orang introver mereka tidak membuahkan hasil bagi mereka. Adalah sedikit kecewa tapi tidak menjadi beban dan tidak begitu diperhitungkan, artinya bukan suatu masalah, karena selalu berpikir positif.
Positif Thingking
Orang introver selalu bepikir positif tentang diri dan kondisi mereka. Selalu mengemukakan sisi baik dari dirinya dan terus-menerus membayangkan hidup berjalan seperti yang mereka inginkan. Berpikir sehat, dengan pikiran-pikiran yang membahagiakan, seperti apabila membayangkan sehat maka mereka merasa kesehatannya prima dan yakin karena kesehatan adalah hak asasi dan layak untuk didapatkan. Para introver jarang berinteraksi dengan orang lain sehingga mereka lebih sering berinteraksi dengan dirinya sendiri. Jadi yang terpenting oleh mereka adalah memperlakukan diri sendiri dengan baik. Selalu menerima diri di tempat mereka berada dan mereka percaya bahwa hidup yang mereka jalani saat ini adalah hidup terbaik yang mereka ketahui.
“Meyakini hidup sepenuhnya adalah terbaik mengatasi segala kekhawatiran.”(C.G.Young)
Tidak Temperamental
Ini adalah realisasi yang kedua dari sifat kesabaran orang introver.
“ Kan ku lawan kemarahan dengan kesabaran, kan ku tanggung derita dibawah kuasa amarahnya, dengan sikap setenang roh.”
Emosinya sangat terkendali mungkin malah orang lain yang berinteraksi dengan orang introver yang mudah tersulutnya amarahnya, dikarenakan tidak paham dengan keinginaan orang introvert sehingga tidak jarang melontarkan kata-kata yang bisa berupa ejekan ataupun sindiran karena ketidaktahuannya. Biasanya oleh orang introver tidak ditanggapi hanya dianggap angin lalu saja, apabila ditanggapi paling dengan ringan ditambah sedikit humor. Tapi apabila sudah kelewatan mungkin bisa juga emosi tapi dalam taraf wajar tidak sampai meledak-ledak.
“Bisa mengendalikan amarah itu mengalahkan musuhnya yang besar.”(Pribahasa Jepang)
Pendengar yang baik
Dunia ini sudah penuh dengan orang yang berbicara, sehingga orang introver memutuskan sebagai pendengar saja yang menurutnya mungkin untuk mengurangi kebisingan di bumi walau dalam arti sebenarnya itu hanya alasan. Mereka selalu mendengarkan sampai akhir yaitu mendengarkan segala sesuatu, yang baik atau yang buruk, tidak pernah memotong pembicaraan. Kadang mereka juga mendengarkan secara seksama yaitu mengkonsentrasikan segenap anggota badan mulai dari telinga, hati dan mata guna merasakan dan mengambil kesimpulan tentang apa yang mereka inginkan. Dengan kesabaran mereka dapat memperoleh hakikat kebenarannya sehingga mereka memahaminya. Sehingga perannya hanya sebagai pendengar memang bermanfaat bagi seseorang yang suka mengungkapkan isi hatinya sehingga dapat mengurangi sedikit beban yang menghimpit dalam hidupnya. Jika orang introver bisa memberi jalan keluar pada masalah orang tersebut maka orang tersebut akan senang telah mengeluarkan curahan hatinya, tapi bila tidak dapat memberikan solusi maka ia hanya mencoba untuk membuat agar lebih bijak dan lebih sabar dalam memandang dan menghadapi persoalan tersebut.
” Pendengar yang baik cepat terkenal dan cepat mengetahui sesuatu.” (Wilson Misher
Sabtu, 06 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar