BAB II
TINGKATAN INTROVER
Orang introver dapat dikategorikan dalam beberapa tingkatan berdasarkan beberapa perubahan yang telah dilakukannya baik secara besar-besaran ataupun sedikit demi sedikit. Hal ini dilakukannya dikarenakan untuk meningkatkan kualitas hidupnya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
” Perubahan membuat kita tetap segar dan inovatif. Perubahan membuat kita tidak mandek. Perubahan membuat kita tetap muda.”(Rich Petino)
Tingkatan introver :
1)Pure Introver/ Introver Murni/ The Real Introver
Tingkatan orang introver seperti ini benar-benar tidak mempunyai kehendak dari hatinya yang terdalam untuk melakukan perubahan yang berarti untuk kelangsungan hidupnya. Mereka sudah sangat nyaman dengan kehidupan mereka sekarang ini, sehingga mereka pikir tidak perlu untuk merubah hidup untuk sesuatu yang mereka rasa tidak nyaman untuk melakukannya.
”Yang tidak bisa mengubah pikirannya ialah orang yang tidak punya pikiran.”(Edward Noyus Westcott)
Mungkin dikarenakan mereka kurang dalam berinteraksi dengan sesama umat manusia sehingga mereka tidak mempunyai suatu masalah dalam hidupnya. Orang seperti ini cenderung tidak mempunyai perhatian kepada sesama/ kurang care. Sehingga mereka tidak mau mengerti dengan orang di sekitarnya, sampai harus membuat mereka untuk mengerti, seperti sajak ini:
Menyeret Pengertian
Dimatamu dunia itu bulat seperti bola
Mudah menggelinding kesana kemari
Dimataku dunia seperti kubus
Harus diseret kesana-kemari
Hanya karena aku belum sanggup
Mengasah sudut-sudutnya
Tapi aku mencoba
Lalu aku memintamu untuk mengerti
Melihat dunia lewat mataku
Mengajari aku mengasah sudut-sudut
Agar tak lagi kuseret-seret ia
Butuh seribu kesabaran
Dan tenaga yang besar
Jika itu terlalu mahal
Maka yang kuminta
Cuma sebentuk
Pengertian
Sepertinya mereka tidak punya hati apa mungkin hati mereka sedang berlibur ke suatu tempat bisa jadi ke Hawai atau ke Kepualauan Karibia, dan karena sudah betah disana hati mereka enggan untuk kembali ketempat asalnya. Orang seperti ini kalau sudah tersandung suatu masalah, jangan, bukan masalah hanya suatu pertanyaan yang tidak bisa menjawabnya, dia tidak akan berbicara selamanya dengan si penanya. Diam, diam dan diam seribu bahasa sehingga membuat orang hanya bisa mengira-ngira dan menduga-duga saja Hal ini bisa menyebabkan orang untuk berpikir positif thingking ataupun negatif thingking tapi lebih cenderung ke negatif thingking.
“Diam adalah ekspresi kebencian yang paling sempurna.”
Orang seperti ini tidak pernah memberikan keputusan yang pasti/ plinplan atau kata orang jawa”mencla-mencle”. Mereka suka menggantung suatu keputusan tidak mengiyakan dan tidak juga menolak. Introver sejati ini sulit ditebak keinginannya karena dia menyimpan sendiri suatu yang terjadi dalam hidupnya dan itu merupakan rahasia yang disimpannya rapat-rapat dalam lubuk hati yang paling dalam dengan ribuan kunci yang tidak dapat dibuka walau oleh David Cooperfield dan digembok plus kode sandi yang tidak dapat diketahui bahkan oleh agen 007 sekalipun. Apabila pesulap terkenal dan spionase Amrik sudah angkat tangan apalagi orang disekitarnya, tidak satu orang pun tahu rahasia dalam hidupnya bahkan teman terdekatnya sendiri.
“Rahasia itu tidak ada, kecuali yang mereka simpan sendiri.”
(George Bernard Shaw)
Sehingga mungkin dalam hidupnya dia tidak punya benar-benar teman untuk sharing berbagi suka ataupun duka dengannya. Pure dirinya dan diri-Nya.
”Teman adalah malaikat yang dikirim ke dunia untuk membuat hari-hari menjadi menyenangkan dan membantu kita menemukan jalan.”(Aura)
Perkembangan kurs akan harga emas terus diikuti oleh mereka dan yakin betul kalau harga emas lebih tinggi daripada perak sehingga mereka berpedoman:
“ Diam itu emas bicara itu perak”.
Mereka adalah orang yang tidak mudah terbujuk ataupun terpancing. Bahkan apabila dipancing dengan umpan yang sangat mahal sekalipun tak akan dimakannya, bujuk rayu yang diperkuat dengan sesajen kembang tujuh rupa tidak akan membawa hasil apapun dalam arti kata proyek gagal/ kalah tender. Sesuatu yang sangat susah dalam memberikan saran pada orang introver sejati ini. Jadi perlukan sebuah warning” JANGAN SELALU MENDORONG ORANG INTROVER UNTUK NGOMONG LEBIH BANYAK , DISURUH BERGAUL ATAUPUN MELAKUKAN PERUBAHAN YANG BUKAN DIKARENAKAN KEINGINANNYA SENDIRI”, peringatan ini tidak menyebabkan kangker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.
2)Introver Sedang/ Middle Introver
Orang inrover sudah melakukan perubahan walau sedikit sekali.
“Perubahan adalah alami dan penuh makna, bukan sesuatu untuk
ditakuti dan dihindari.”
Hal ini mungkin dikarenakan suatu hal yang menyakitkan hatinya sehingga membuat dia untuk melakukan perubahan entah didasarkan atas pelampiasan, pelarian ataupun balas dendam. Ada juga faktor yang melatar belakangi adalah masalah umur semakin tuir, sehingga hidup serasa dikejar deadline.
“Orang yang takut menjadi tua adalah
orang yang belum benar-benar hidup.”
(C.E. Yung)
Biasanya mereka mulai melakukan komunikasi dengan bantuan media/ perantara. Media dengan sms, e-mail dan chating, sedangkan dengan perantara biasanya meminta bantuan teman agar mengenalkan dengan temannya ataupun mengikuti suatu perkumpulan or organisasi yang mengharuskan mau tidak mau, suka tidak suka harus berhubungan dan berkomunikasi dalam komunitas tersebut. Walaupun sudah mencoba melakukan perubahan, ada juga yang mundur sebelum berperang, that’s mean ada niat dalam hati tapi apa daya tangan tak sampai, artinya ketika akan melakukan perubahan pas pada waktunya, e nyalinya menjadi ciut, kembali ke real introver lagi.
“Ketakutan menjadi jalan pintas menuju kekalahan.”(Aura)
Hal ini akan membuat jengkel pihak yang dipercaya sebagai perantara atau bekennya ”tim sukses” dan juga pihak yang akan dikenalkan. Pihak yang dikenalkan pasti akan berpikir “mereka yang punya inisyatif mengapa kita yang harus kreatif”. Tapi ada juga yang sampai tahap berani untuk berinteraksi dengan seseorang. Disinipun mereka akan mendapatkan kesukaran pada waktu komunikasi, apabila sudah kehabisan bahan untuk dibicarakan mereka akan bingung akan berbicara apa lagi. Apabila yang diajak bicara orang introver adalah orang ekstrover gak masalah, everything under controll. Tapi kalau yang diajak bicara sama-sama orang introver, na! itu yang menjadi masalah. Akan terjadi kemacetan dalam komunikasi dan pasti suasananya menjadi grogi, kikuk, gugup pokoknya gak asik banget.
“Kesempatan sering datang menyamar sebagai kesulitan. Itu sebabnya banyak orang yang tidak mengenalinya. Ingat makin besar kesulitan makin besar pula kesempatan.”(Shivkhera)
3)Low Introver/ Middle ekstrover
Disini orang introver melakukan perubahan drastis mereka ingin menjadi orang yang diakui keberadaannya di muka bumi ini.
“ Setiap orang terlahir dengan tulisan ‘ Dengan hormat buatlah saya merasa bahwa diri saya ini penting, saya harap anda mengakui keberadaan saya’ di keningnya.”
Faktor yang menyebabkan, biasanya kekecewaan yang luar biasa sakitnya dan perlu waktu lama untuk penyembuhaannya. Rasa sakit ini menyebabkan mereka berkontemplasi mengubah haluan. Rasa itu mendesak mereka untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
“ Kadang kita perlu melihat dengan sudut pandang orang lain.”
(Napoleon Hills)
Hal ini membuatnya ingin menjadi orang yang beda dari sebelumnya, mereka merasa akan adanya harga diri yang selama ini mereka tidak tahu dimana mereka menaruhnya dan sekarang mereka temukan.
“ Menghukum diri sendiri adalah cara terbaik
untuk mendapatkan harga diri.”(Rollo May)
Dan hati mereka yang pergi berlibur pun akhirnya sadar dan luluh untuk kembali kepada si empunya. Perubahan yang dilakukan sama seperti middle introver tapi lebih berani, gak peduli, muka badak, maju terus, pantang mundur, merdeka!.
“ Setiap diri selalu dalam proses perjuangan untuk meyakinkan pihak lain bahwa dia adalah sesosok mahluk bebas yang pantas mendapat kehormatan dan pengakuan.”
Untuk mengatasi kemacetan dalam komunikasi mereka banyak membaca, dengerin radio dan menonton televisi.
“Membaca akan membukakan pikiran, menuntun seseorang ke arah moralitas yang benar dan mempertajam kemampuan seseorang untuk berpikir. Membaca adalah hiburan bagi orang yang kesepian, perangsang bagi pemikir dan pelita bagi seorang pengelana.”
Ini dapat menambah kosakata mereka dalam berinteraksi dengan orang lain. Membaca buku adalah cara yang paling efektif yang digunakan untuk menambah bahan bila berinteraksi dengan orang.
“ Buku selalu memberi nilai lebih dan mampu mengubah orang.”
(Riris K Toha)
Dan buku dapat menambah referensi perbendaharan kata.
Buku adalah teman yang tidak suka memujimu dan tidak menyeretmu kepada kejahatan. Ia adalah sahabat yang tidak membuatmu bosan dan ia adalah tetangga yang tidak mengancam keselamatanmu. Ia adalah sahabat yang tidak berniat untuk memeras kebaikan darimu dengan rayuan, dan ia tidak akan menipu dengan kepalsuan dan dusta.
Apabila suatu interaksi itu tidak berjalan dengan mulus, mereka tidak pantang menyerah, mati satu tumbuh seribu. Putus asa tidak ada dalam kamus low introver ini, gagal dengan yang satu coba dengan yang lain, tidak ada istilah “gagal maning, gagal maning son”.
“Keputusasaan melemahkan pandangan dan menutup telinga, tidak dapat melihat apa-apa kecuali bayangan takdir dan hanya mendengar
detak jantung kegelisahan .”
Percaya bahwa kegagalan ini adalah sentuhan Tuhan sehingga bukan berputus asa melainkan malah meyambut kegagalan ini dengan cara memeluknya. Sentuhan kegagalan yang diperoleh diyakini mereka adalah rahmat-Nya dan kegagalan saat ini adalah pengejawantahan dari kepedulian Tuhan. Tidak ada penyesalan dengan adanya kegagalan.
“Kegagalan menyakitkan tetapi akan lebih menyakitkan lagi jika sadar bahwa belum melakukan yang terbaik.”
***Bagaimana Menghadapi kegagalan ?
Banyak barang yang sulit rusak.
Atau kalaupun rusak, ia masih bisa diperbaiki.
Jika ada sebuah komputer dan kamu takut membuatnya rusak, maka kamu tidak akan belajar bagaimana caranya memencet tombol power.
Ambil contoh sebuah mobil bagus.
Kalau rusak itu adalah sebuah kewajaran.
Hal-hal seperti itu bukanlah perkara yang besar.
Jika kamu tahu bagaimana memperbaikinya itu bagus.
Jika tidak cobalah untuk belajar .
Jika itupun tidak mungkin, minta bantuan orang lain memperbaikinya.
Tetapi jika kamu merasa diri kamu sudah hancur.
Bahkan sebelum kerusakan yang sesungguhnya terjadi.
Lalu siapa yang akan memperbaikimu?
Mereka mempunyai ambisi yang besar mungkin mengalahkan orang ekstrover dalam perjuangan yang kekeh sumekeh.
Dalam berjuang orang akan sering mengalami penderitaan, tapi alam akan mengganti segala penderitaan itu dengan kekuatan dan kebijaksanaan yang dipetik dari perjuangan tersebut.
Orang introver tingkatan ini perlua diacungi dua jempol bahkan empat jempol (sama jempol kaki, hihihi...), karena sudah menemukan harga dirinya dan menyadarkan hatinya untuk kembali pulang, dan ini merupakan hal yang menggembirakan untuk orang disekitarnya karena dengan demikian akan mempermudah dalam berkomunikasi bahkan dengan adanya perubahan ini akan membuat mereka tidak tertutup lagi bisa diajak untuk curhat ataupun sharing baik masalah yang sederhana sampai menyangkut masalah pribadi, it’s have fun.
” Rahasia hidup tidak berubah. Yang masih merupakan yang terbaik adalah jujur bisa dipercaya, menjadi yang paling baik dari yang anda bisa, berbahagia dengan hal-hal yang sederhana, tetap teguh jika yang terjadi tidak seperti yang anda inginkan.”(Laura Ingalls Wilden)
Sabtu, 06 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar